Esports.ID

Eliandy 'forushorus', Demi Asian Games Bimbing Bibit Muda StarCraft II Indonesia

MalZaHar
22/05/2018 14:50 WIB
Eliandy 'forushorus', Demi Asian Games Bimbing Bibit Muda StarCraft II Indonesia
Keluarga Besar Komunitas StarCraft II Indonesia Dukung Wakil Terbaik di AG 2018!

Memang dasarnya penggemar game-game Blizzard Entertainment di Indonesia sangatlah besar dan pada umumnya juga setia. Salah satunya termasuk StarCraft II, yang sejak awal rilis sudah digandrungi oleh banyak gamer lokal, sekitar tahun 2008 - 2010.

Bahkan, penulis pun termasuk yang turut meliput acara FGI oleh Digitalife Nusantara dan IAH Games Indonesia, di Lokasari Mangga Besar, penghujung tahun 2010, ketika komunitas StarCraft II cetak rekor MURI dengan 500 peserta kompetisi online secara bersamaan.

Tapi itu dulu.., karena lambat laun perkembangan SCII tertutup oleh kompetisi game yang jauh lebih 'merakyat', terlebih pada zamannya game ini tergolong mahal, namun sekarang sudah sediakan opsi bermain gratis sehingga layak untuk dicoba.

Kini, siap bangkit dari tidur lamanya, StarCraft II dipastikan hadir sebagai game cabang ekshibisi di Asian Games 2018, bulan Agustus nanti. Seberapa penting momen ini bagi para player SCII, dan perannya untuk komunitas gamer StarCraft II di Indonesia?

"Sangat penting! Karena, jujur saja, StarCraft II di Indonesia memang masih belum dapat perhatian," ungkap Eliandy 'forushorus' Andojoputro, salah satu pemain pro StarCraft II di Indonesia, yang kini lebih mendalami profesi caster. "Padahal, dulu di Indonesia, banyak sekali player potensial namun akhirnya mereka berhenti karena minim kompetisi."

Meski demikian, para player yang masih aktif dari sejumlah komunitas StarCraft II lokal sering pula adakan turnamen kecil-kecilan setiap musim kompetisi baru bergulir. Beberapa di antaranya bahkan masih giat ikuti sejumlah turnamen internasional, walaupun skalanya semi-pro.

"Demi Asian Games, banyak pemain yang dulunya grand masters dan mainnya sendiri-sendiri, sekarang turun bantu membimbing yang bibit-bibit baru," tandas Eliandy, meyakinkan bahwa mereka semua yang berlaga nanti adalah satu keluarga besar, meski berasal dari komunitas StarCraft II berbeda.

Mereka pun banyak yang sudah berniat turun gunung dan kembali jajal persaingan di babak kualifikasi nasional menuju Asian Games 2018.


Eliandy 'forushorus' Andojoputro via FB

"Yang kemarin daftar pun adalah mereka yang sudah sering banget main di turnamen skala regional dan internasional," papar Eliandy. "Sampai sekarang, saya tahu sedikitnya ada 8 pemain top, 5 di antaranya dari tim yang sama. Total 7 pemain diamond dan 1 master."

Sayangnya, merunut sejarah dan prestasinya dibandingkan negara-negara di Asia, Indonesia masih ketinggalan jauh atau malah bisa dibilang peringkat buncit, terutama dengan pemain asal Korea Selatan dan Cina.

"Kalau mengukur kekuatan lawan, tentunya wakil dari region East Asia yang dihuni Cina dan Korea Selatan adalah musuh terberat," tutur Eliandy. "Karena, Korea itu cepat sekali regenerasinya. Setahu saya, kalau untuk acara seperti ini, Korea akan mengirim wakil yang masih di bawah umur 21, tapi mereka semua sudah grand master."

Bisa dikatakan bahwa untuk bisa semaju dengan perkembangan pemain pro di Korea Selatan, kita harus setidaknya memiliki jenjang pembinaan dari usia muda, sehingga tidak melulu melihat pemain yang itu-itu saja bermain di turnamen besar, namun harus terus munculkan wajah-wajah baru untuk siapkan pengganti pemain veteran nantinya.


Pemenang WESG StarCraft II Indonesia Qualifier 2017 - Bourbond/Deruziel via DuniaGames

"Seperti sekarang, gara-gara Asian Games ini, banyak yang sudah pada pensi sekarang jadi main lagi," tambahnya. "Ada yang turun jadi player, tapi kayak saya mending jadi caster saja. Mereka jauh lebih jago dari saya."

Biar tidak terputus benang kompetisinya, ada baiknya juga komunitas SCII di Indonesia sudah mulai merancang pola turnamen dan model kompetisi yang dapat menaikkan kembali pamor game RTS legendaris ini ke permukaan eSports dunia.

"Kita kebetulan lagi tahap perencanaan buat Tri Nation Battle, yang playernya berasal dari Malaysia, Singapura, dan Indonesia," tutup Eliandy. "Kami juga tentunya setelah Asian Games ini berharap makin banyak pemain yang mau main StarCraft II, mengingat sekarang game ini sudah tersedia gratis."

Nah, bagi kamu yang tertarik untuk menggeluti profesi eSports dan berkompetisi dalam genre strategy (RTS) bersama komunitas gamer pro StarCraft II Indonesia, bisa minta bimbingan dari bro Eliandy 'forushorus' Andojoputro :) Silahkan gabung dan ramaikan panggung eSports di Indonesia!