Berita Terbaru

The Good, The Bad, and The Fnatic

The Good, The Bad, and The Fnatic

August 4, 2017 0 comments

Dimulainya Group Stage menjadi salvo dimulainya The International 2017 (TI7). Delapan belas tim telah dibagi menjadi dua grup dan bermain dalam seri best of two dengan sistem round robin. Tim yang menang 2-0 dalam sebuah seri akan dihadiahi dua poin, sementara satu poin akan diberikan kepada masing-masing tim jika seri mereka berakhir imbang 1-1.

Empat tim teratas di setiap grup akan ditempatkan di Upper Bracket sementara empat tim di bawahnya masuk ke Lower Bracket. Tim yang paling bontot terpaksa beres-beres dan siap pulang ke rumah masing-masing.

Tidak ada yang terlalu mengejutkan dari hari pertama Group Stage TI7. Dominasi LGD Gaming dan LGD Forever Young (LFY) memang sempat memukau komentator dan para analis TI7 di Seattle. Namun, tim dari China ini memang selalu membuat gebrakan di setiap TI. LGD mendapatkan enam poin dan menjadi pemuncak Grup A setelah memukul Fnatic, Empire, dan Team Secret dengan skor 2-0. Di grup B, LFY menjadi jawara Grup B setelah mengalahkan Execration dan HellRaisers dengan skor masing-masing 2-0.

Team Liquid, OG, dan Virtus Pro (VP) yang diunggulkan sebagai juara TI7 bermain dengan konsisten. Team Liquid meraih 5 poin dari tiga pertandingan, sementara OG dan VP meraih 3 poin dari dua pertandingan.

Hasil yang agak mengecewakan diraih Team Secret dan Evil Geniuses (EG). Team Secret hanya meraih 2 poin dari 3 pertandingan setelah imbang melawan Empire dan Infamous lalu kalah telak oleh LGD. Sementara itu, EG hanya meraih 3 poin setelah bermain imbang dengan ketiga lawannya di hari pertama Group Stage: TNC Pro Team, IG Vitality, dan Team Liquid. Hasil imbang ini tidak begitu mengagetkan karena EG terkenal sebagai slow starter dalam tiap kompetisi.

Cloud9 yang dipimpin oleh EternalEnvy menjadi penghuni paling bawah klasemen Grup B setelah kalah 2-0 dari OG dan Newbee. Beberapa strategi dan rotasi yang dipertanyakan menjadi penyebab kekalahan beruntun dari tim yang tadinya bernama NP tersebut. Tim kebanggaan Filipina, TNC Pro Team, bermain cukup baik di hari pertama: menahan imbang EG yang di atas kertas lebih unggul dari mereka lalu menyapu bersih pesaing mereka dari Asia Tenggara: Fnatic.

Performa Fnatic pada TI7 ini cukup menyedihkan. Setelah tahun lalu finish di urutan keempat TI6 dan membawa pulang US$1.453.932, Fnatic didera kekalahan beruntun dan terpaksa merombak skuadnya: mendepak Mushi, salah satu legenda DOTA 2 dari Asia Tenggara, lalu memasukkan Febby, QO, Ahjit, dan DJ untuk menemani Ohaiyo. Namun, Fnatic tidak meraih poin sama sekali di hari pertama Group Stage ini setelah dihajar habis-habisan oleh LGD Gaming, Team Liquid, dan TNC Pro Team.

Belum ada komentar

Silakan beri komentar anda

Belum ada komentar!

Anda bisa jadi orang pertama yang memberikan komentar.

Your data will be safe!Your e-mail address will not be published. Also other data will not be shared with third person.