Berita Terbaru

The Undefeated, Defeated; LGD vs IG Vitality

The Undefeated, Defeated; LGD vs IG Vitality

August 4, 2017 0 comments

Setelah performa yang meyakinkan pada hari pertama Group Stage The International 2017 (TI7), meraih enam poin dari tiga seri melawan Fnatic, Team Empire, dan Team Secret, LGD Gaming menampilkan diri mereka sebagai tim yang layak dipertimbangkan sebagai kandidat juara. Padahal, tim yang dibangun dengan Lu “Maybe” Yao sebagai pusatnya ini tidak terdiri dari pemain-pemain bintang dalam ranah DOTA 2. Ren “Old Eleven” Yangwei dan Yao “Yao” ZhengZheng memang sudah cukup berpengalaman di kompetisi-kompetisi besar DOTA 2, tetapi Ame dan Victoria yang baru berkarier sebagai pemain DOTA 2 profesional pada tahun 2015 bisa dibilang wajah baru, khususnya di The International.

Pada hari kedua Group Stage ini, LGD harus menghadapi dua lawan tangguh dari Grup A, yaitu IG Vitality (iG.V)dan Team Liquid. Beberapa analis dan komentator memprediksi LGD akan melahap habis iG.V lalu menahan imbang Team Liquid. Namun yang terjadi justru sebaliknya. LGD takluk 2-0 ole iG.V.

Pada game pertama, Yao yang bertindak sebagai kapten dan drafter memilih Tuskar, Keeper of the Light, Death Prophet, Tidehunter, dan Slark sementara InJuly, kapten tim iG.V, memilih Kunkka, Batrider, Sven, Ancient Apparition, dan Mirana. Meski LGD sempat mendapatkan early kill pada Kunkka dan Batrider, laning phase berjalan dengan seimbang. Memasuki late game, Ame yang memainkan Slark melakukan kesalahan ketika hendak mencuri agility dari Sven, yang dimainkan oleh Paparazi, yang sedang farming di hutan Dire. Namun, Mirana juga sedang farming di ancient camp dengan sigap membantu Sven, Slark pun terbunuh oleh Ice Blast dari Ancient Apparition. Anehnya, setelah carry mereka terbunuh, LGD justru menekan midlane alih-alih mundur dan menunggu Slark respawn. Clash tersebut terbukti fatal bagi LGD yang akhirnya kehilangan Tidehunter dan KotL. Lima menit kemudian, LGD terpaksa menyerah pada menit 47.04.

Pada game kedua, iG.V memilih Sand King, Shadow Shaman, Centaur Warruner, Weaver, dan Timbersaw, line up hero yang cukup stabil baik untuk early game maupun late game. Di lain pihak, LGD memilih Earth Spirit, Visage, Magnus, Legion Commander, dan Phantom Assasins, hero-hero yang cenderung bertumpu pada physical damage, memberikan kill potential yang tinggi dan burst damage yang cepat. Meski kombinasi Magnus dan PA serta LC begitu mematikan dalam teamfight, namun iG.V memainkan strategi mereka dengan baik. iG.V melakukan gank di tiap lane sambil terus menekan tower LGD. Dengan Timbersaw sebagai tanker dan Serpent Ward dari Shadow Shaman untuk mengikis hp tower sedikit demi sedikit, LGD tidak berdaya dan terpaksa merelakan barak pertama mereka hancur di menit 22. Pertandingan praktis berjalan berat sebelah dan LGD pun mengibarkan bendera putih pada menit 34.07.

Kekalahan ini membuat LGD tergeser ke posisi kedua di klasemen sementara Grup A sementara iG.V masih ada di posisi lima, dan terancam masuk ke Lower Bracket.

Belum ada komentar

Silakan beri komentar anda

Belum ada komentar!

Anda bisa jadi orang pertama yang memberikan komentar.

Your data will be safe!Your e-mail address will not be published. Also other data will not be shared with third person.