Esports.ID

Zonic Tanggapi Isu Astralis 'Lewati' Event Demi BLAST

Rendy Lim
16/05/2019 10:47 WIB
Zonic Tanggapi Isu Astralis 'Lewati' Event Demi BLAST
Zonic Astralis

Coach Astralis, Zonic akhirnya buka suara tentang rumor Astralis yang akan melewati event-event penting dan memprioritaskan turnamen yang diselenggarakan oleh BLAST

Kecaman kepada BLAST diserukan oleh para fans saat rumor tim-tim besar seperti Astralis dan Team Liquid dikabarkan akan melewati turnamen besar demi mengikuti event BLAST. Rumor ini semakin ramai dibahas setelah cuitan salah satu pengamat esports, Duncan “Thorin” Shields yang mempertanyakan nasib tournament circuit CS:GO, jika BLAST semakin menambah jumlah eventnya setiap tahun. 

Danny “zonic” Sørensen; DreamHack

Danny “zonic” Sørensen, coach dari Astralis mengatakan bahwa timnya tidak memprioritaskan turnamen yang diselenggarakan oleh BLAST, dan cukup kecewa kepada fans yang berpikir demikian. Zonic menegaskan segala keputusan yang diambil adalah untuk memprioritaskan semua hal yang baik untuk tim Astralis. 

Astralis berhasil mempertahankan gelar sebagai tim terbaik CS:GO di dunia sejak kemenangannya di DreamHack Masters Marseille April 2018 silam. Sejak saat itu, Astralis lebih memilih-milih turnamen yang akan diikutinya untuk menjaga kesehatan tim dan agar mereka dapat bertanding secara maksimal. 

Beberapa faktor yang menjadi perhatian Zonic mulai dari waktu persiapan, kualitas event, waktu untuk berangkat ke sana, serta segala hal yang berhubungan dengan tim dan para pemain. Dirinya mencontohkan Astralis akan melewatkan BLAST Los Angeles untuk mengikuti ESL One Cologne, meskipun bisa mengikuti keduanya, karena Zonic tidak ingin bertaruh dengan gangguan performa. 

Astralis punya alasan yang tepat untuk memilih turnamen yang diikuti, sejak salah satu pemainnya Nicolai “device” Reedtz, pernah mengalami masalah serius pada pencernaan pada November 2017 akibat jadwal yang terlalu padat. Hal ini yang juga menjadi alasan Astralis tidak ikut serta pada IEM Sydney tahun ini. 

Danny “zonic” Sørensen; HLTV

Zonic mengatakan Astralis lebih memilih untuk mengikuti lebih sedikit turnamen dengan kesiapan yang matang dan tidak mengorbankan kesehatan para pemainnya. Selain itu, pengaturan jadwal yang baik juga berperan besar dalam membantu menjaga kesehatan pemain. Zonic menegaskan bahwa jadwal tersebut dibuat oleh dirinya dan diskusi dengan para pemain. 

Selain itu, faktor pelayanan organizer tournament juga menjadi hal yang dipertimbangkan oleh Zonic. Saat Astralis memutuskan untuk mengikuti sebuah turnamen, fokus utama mereka adalah berkompetisi, maka dari itu mereka memerlukan penyelenggara yang bisa mengatasi segala hal non-teknis dengan baik, sembari fokus memenangkan turnamen tersebut. 

Bagaimana pendapatmu sobat esports?