Yamaha

WSL Season 5 Jadi Musim Terakhir, Scene MLBB Ladies Terancam?

Billy Rifki
05/08/2022 17:00 WIB
WSL Season 5 Jadi Musim Terakhir, Scene MLBB Ladies Terancam?
esports.id interview

Woman Star League Season 5 masuki babak playoffs. GPX Basreng dan EVOS Lynx jadi laga pembuka upper bracket. Pihak panitia menggelar preskon bertajuk "The Last Dance" sebelum memulai playoffs sekaligus mengungkap pengumuman menyedihkan.

Kresna Aurora, sebagai pendiri dari Woman Star League mengatakan musim ini bakal jadi liga terakhir WSL. Namun, akhir ini bukan berarti skena MLBB ladies terhenti. Malah akan ada hal baru yang bakal diwujudkan WSL bersama dengan MPL. 

PT Media Esports Indonesia

"Jadi, mungkin belum bisa dikasih kisi-kisinya kali jadi sesuatu itu ada yang berakhir ada yang lahir. Mati satu tumbuh seribu lah. Yang kita persiapkan selanjutnya adalah something new seperti biasa kita mau ada yang baru tapi tetap kiblatnya selalu ke MPL. Kita pasti selalu melihat apa sih yang dilakukan MPL? Jadi kita apa yang MPL lakukan kita coba terapin di WSL," ujarnya.

Kresna mencontohkan musim ini banyak transfer pemain asing di MPL S10. Ia mendorong tim-tim WSL ataupun tim MLBB ladies melakukan hal yang sama. Ini sebagai cara untuk lebih melestarikan skena MLBB ladies agar tetap fresh.

"Soalnya kalau gitu-gitu aja ngga cuma penonton yang bosen. Beritanya tim itu lagi itu lagi. MPL sudah jalan sedemikian rupa, dinamikanya tetap jalan terus. Itu yang kita pelajari bagaimana cara kerjanya," tambah Kresna.

Rumor yang berkembang mengatakan WSL akan segera berganti jadi MPL Ladies agar semakin resmi dan punya kancah yang jelas.

Kresna juga menekankan kalau ia berharap bisa menyamai MPL khususnya dalam dinamika kompetisi yang menarik dan cara menggaet animo penonton yang terus bertumbuh.

Bagaimana nasib WSL dan skena kompetisi ladies MLBB di Indonesia?