Yamaha November

Sama-sama Muda & Biru, Apa yang Buat Rebellion Kalahkan EVOS?

Billy Rifki
19/09/2022 22:35 WIB
Sama-sama Muda & Biru, Apa yang Buat Rebellion Kalahkan EVOS?
esports.id interview

Rebellion Zion masih belum henti buat kejutan. Dijuluki kuda hitam MPL S10, musim ini RBL mampu tundukkan lawan tangguh mulai dari Alter Ego, Aura Fire dan terakhir EVOS Legends. Dihuni pemain-pemain muda dan terbilang baru di ranah MPL, tim berjuluk Banteng ini bukan lawan yang bisa diremehkan.

Laga lawan EVOS Legends di week-6 lalu kian menarik karena mempertemukan dua tim biru yang mayoritas diisi pemain muda. RBL pernah kalah di leg pertama oleh EVOS 2-0, lalu membalas di leg kedua dengan skor sama. EVOS yang mengusung era baru ingin melepas bayang masa lalu dengan menghadirkan para player rookie potensial. Walau diawal kemunculannya Sutsujin cs sukses tanamkan optimisme, rupanya ada problem tak terlihat yang bisa dirasakan pemain Rebellion saat keduanya jumpa di Land of Dawn.

Article Banner IESF

"Kalau menurut gua karena pressure. Pressurenya kita kan karena kita dianggap enteng gitu jadi kita free main fun aja, enjoy the game. Mungkin karena mereka ada rasa takut kalah terus tekanan dari netizen cuma yang gua rasa tekanan mereka dengan rasa takut kalah jauh lebih besar dari gua," ujar Swaylow di sesi media interview MPL.

Swaylow menjelaskan ada pressure di tiap pemain muda EVOS untuk tampil sempurna memenuhi ekspektasi fans. Hal ini bisa jadi bumerang yang malah buat permainan mereka terbebani dengan pikiran-pikiran tak perlu. Apalagi saat jumpa dengan tim macam Rebellion yang diremehkan, tuntutan menang makin tinggi ke pundak para pemain EVOS.

Walau masa regular season masih panjang, sorakan fansyang mendukung atau yang hujat bakal terus membayangi para player EVOS terlepas dari kebijakan menjauhkan player dari sosial media. Tiap hasil buruk makin menumpuk rasa cemas alih-alih membuka mata kalau kritik para fans bisa membuat mereka termotivasi untuk tampil ganas.

Mampukah para pemain muda EVOS mengatasi tekanan main di tim besar dan menjawab ekspektasi fans?