Aksi Fountain Farming Ana Menangkan OG di Upper Division Eropa

Billy Rifki
14/04/2021 10:43 WIB
Aksi Fountain Farming Ana Menangkan OG di Upper Division Eropa
Cover Source: OG Twitter

Ana sang Joki TI berhasil menyumbang kemenangan untuk OG di match pertama mereka di Upper Division Regional League Eropa. Ana merupakan pemain lama yang sebelumnya rehat dari kompetitif pasca kemenangan OG di TI9. Kini sang dewa DOTA 2 kembali menunjukkan kehebatannya yang legendaris dipanggung kompetisi.

Berjumpa tim Brame, Ana masih sekonsisten biasanya saat laning. Terlihat tenang dengan kalkulasinya, ia juga memahami gaya main pemain OG lain seperti Topson, Notail dan Ceb yang suka menabrak musuh di early game. Bahkan, Ana tak lupa dengan ciri khasnya melakukan fountain farming musuh ketika OG sudah unggul jauh.

Yamisok Nobar


GAME 1

Game pertama cukup sengit untuk Ana dan OG. Terutama match up berat sebelah di midlane antara Topson memakai Riki melawan Pugna. Lawan yang unggul jarak dan burst damage membuat Topson agak tertinggal dan tak punya dampak signifikan.

Untungnya, Ana bisa snowball cukup baik di lane. Memakai Juggernaut, Ana memanfaatkan Blade Fury untuk menyarangkan kill demi kill atau melarikan diri. Buff Empower dari Ceb Magnus untuk Ana juga menolongnya mengejar ketertinggalan farm.

Tim Brame sebenarnya punya sedikit keunggulan setelah berhasil mengamankan Roshan. Namun, serangan yang ingin mereka lancarkan setelahnya malah berujung petaka. Ana sukarela menjadikan dirinya bait agar pemain Brame masuk terlalu dalam. Ceb sudah menanti dengan Reverse Polarity sehingga tiga pemain Brame termasuk corenya malah terbunuh.

GAME 2

Ana dan Topson memakai hero ikonik mereka yakni Phantom Lancer dan Pugna. Seperti biasa, saat Topson memakai hero hijau ini, OG sangat agresif bermain di daerah musuh. Sementara Ana farm cukup cepat bahkan hampir menyamai kemampuan farming Alchemist dari lawan.

Setelah OG berhasil mengamankan Roshan di menit ke-25, Ana tak pikir panjang untuk langsung fountain farming Brame di markas mereka sendiri. Meski ujungnya Ana malah meregang nyawa namun keunggulan OG mulai jauh dari Brame.

Ana dengan Phantom Lancernya pun kembali untuk fountain dive 5 menit kemudian dan menghadiahkan OG poin pertama mereka di upper division Eropa. Dewa Ana memang gemar banget farming lawan di markasnya sendiri. Optimis OG bisa lolos Major selanjutnya nih kalau ada Ana. Bagaimana pendapatmu Sobat Esports?

Tonton juga yuk rangkuman berita esports selama sepekan.
Langsung saja klik video di bawah ini ya!