Esports

Todak Tumbang, RRQ Kembali Tantang EVOS di Grand Final M1

Rendy Lim
17/11/2019 11:21 WIB
Todak Tumbang, RRQ Kembali Tantang EVOS di Grand Final M1
RRQ Hoshi menumbangkan wakil Malaysia di final lower bracket dengan skor 3-1

Mobile Legends World Championship 2019 (M1) telah memasuki hari terakhirnya. Pada hari ketiga ini, dua pertandingan yang tersisa adalah final lower-bracket antara RRQ Hoshi melawan Todak.

RRQ Hoshi jatuh ke lower-bracket setelah kalah melawan EVOS Legends di final upper-bracket, sementara Todak melaju ke final lower-bracket setelah mengalahkan Burmese Ghouls dengan skor 2-0. Mereka yang menang akan menantang EVOS Legends yang telah menunggu di grand final. Bagaimana aksinya, yuk kita simak bersama! 

Kehadiran TUTURUU dalam pertandingan melawan Todak hari ini seolah membawa angin segar bagi RRQ Hoshi. Menampilkan push agresif di gim pertama, rotasi dan inisiasi team fight yang dilakukan oleh Khufra serta dibantu oleh Gusion Xinn dan Claude Tuturu, menumbangkan pasukan Todak satu per satu.

Split push dari Masha milik Lemon juga berperan dalam mengamankan objective tower, memberikan jalan mulus bagi RRQ Hoshi mengamankan poin pertama mereka di match final lower-bracket ini. 

Todak mencoba mengamankan Valir dan Gusion yang menjadi masalah yang cukup berat bagi mereka di gim pertama. Meskipun demikian, RRQ Hoshi tetap memiliki komposisi hero unik dengan Kaja, Hellcurt, Lylia, Xborg dan Badang

Solo kill dari Hellcurt Xinn kali ini membuat positioning pemain Todak kacau. Apalagi, duet dari Kaja dan Lylia yang selalu berhasil menculik satu pemain  untuk menginisiasi team fight memberikan keuntungan RRQ memantapkan poin keduanya untuk pertandingan ini. 

Komposisi Todak kali ini yang memilih dua mage yakni Chang-e dan Lylia serta support dari Baxia, Thamuz dan Masha sepertinya tidak diperkirakan oleh RRQ Hoshi. Push agresif yang dilakukan oleh tim Todak pada early game perlahan menumbangkan tower dan mengambil objective

Meski masih menyeimbangkan perolehan gold pada awalnya, RRQ Hoshi yang tampak kerap kalah di team fight membuat selisih exp dan gold semakin besar. Sayang, kali ini TUTURUU dkk harus merelakan satu poin tercuri dari mereka. 

Coach Acil sepertinya punya strategi unik untuk menghadapi gim keempat ini. Shuffle role yang dilakukannya menempatkan para pemain RRQ menggunakan hero yang tidak biasa. Lemon Bruno, TUTURUU Thamuz, Vynn Valir, Xinn Harith, dan Liam Khufra.

Meski kehadiran Rafaela di tim Todak sempat membuat RRQ sedikit kesusahan di awal gim, komposisi unik RRQ yang tak tertebak membuat mereka bisa menjalankan strategi baru yang belum pernah dilihat lawannya. Skor 3-1 menutup final lower-bracket dengan kemenangan RRQ Hoshi dan mengantarkannya kembali menantang EVOS Legends di grand final.

Keberhasilan RRQ Hoshi menumbangkan satu satunya wakil Malaysia yang tersisa yakni Todak membuat dua tim Indonesia akan kembali bertemu di grand final Mobile Legends World Championship M1.

El classico akan kembali terjadi mempertemukan EVOS Legends dan RRQ Hoshi, apakah kali ini Lemon dkk bisa menumbangkan EVOS dan membawa pulang trofi M1, ataukah Rekt dkk akan melanjutkan dominasinya terhadap RRQ? 

Berikan pendapatmu yuk sobat di kolom komentar!