GoPay Campaign

Komisioner MPL Terawang Tren Esports & Mobile Legends di 2020

Billy Rifki
17/01/2020 16:16 WIB
Komisioner MPL Terawang Tren Esports & Mobile Legends di 2020
Press Release Moonton

Menengok kembali tahun 2019 jadi momentum yang besar bagi Mobile Legends dan Moonton. Di Indonesia, mereka melanjutkan agenda musiman MPL 4, kemudian MSC sebagai kompetisi tingkat Asia Tenggara dan dipuncaki dengan M1 atau kejuaraan dunia Mobile Legends.

Lucas Mao selaku MPL Indonesia League Commisioner memberikan penerawanganya tentang tren esports Indonesia secara umum dan nasib Mobile Legends di tahun 2020. Menurutnya, tren gim populer mulai bergeser berdasarkan beberapa faktor. Mulai dari total hadiah turnamen yang ada di Indonesia.

Pada tahun 2018, Indonesia dihadirkan dengan event GESC Minor. Rangkaian turnamen Pro Circuit DOTA 2 resmi dari Valve berhadiah $300.000. Tahun berikutnya, predikat tersebut disamai oleh MPL 4. Padahal, skala kedua turnamen tersebut berbeda. GESC adalah event internasional sedangkan MPL 4 adalah turnamen nasional. Ini menunjukan besar tidaknya prizepool tak lagi relevan dijadikan acuan untuk mengatakan sebuah gim lebih populer dibanding lainnya.

Hal tersebut berkaitan dengan bergesernya kecenderungan gamer di Indonesia dalam memanfaatkan jenis platform. DOTA 2 adalah gim PC sedangkan Mobile Legends berplatform mobile. Artinya, bila event nasional sudah bisa menyamai hadiah yang diberikan turnamen internasional, maka orang akan lebih tertarik mengikuti perkembangan gim yang lebih terjangkau.

Asumsi ini dibenarkan lewat statistik yang menunjukan bahwa populasi pemain DOTA 2 memang menurun. Di Indonesia sendiri bisa dirasakan turnamen DOTA 2 berkurang dan banyak tim esports yang membubarkan divisinya.

Belum lagi faktor lingkungan yang membuat Mobile Legends mewabah dimana-mana. Stigma ML sudah melekat sebagai gim rakyat yang terekam bahkan dalam memori orang tua sebagai alasan untuk mengomeli anaknya yang lupa waktu keterusan push rank.

Lucas percaya user mobile gim di Asia Tenggara masih sangat besar dan karenanya masih akan bertahan dalam waktu lama. Disebutkan oleh DANA selaku salah satu sponsor MPL 4, pasar gamer di Indonesia berjumlah 40 juta orang dan 30 juta diantaranya adalah pemain Mobile Legends.

Untuk menjaga eksistensi Mobile Legends di Indonesia, Lucas menyatakan beberapa hal terkait langkah Moonton dan Mobile Legends.  “Saya tidak tahu rencana untuk game-game lainnya namun, untuk MPL, kami akan berusaha untuk terus menjaga agar prizepool-nya masih kompetitif dan juga atraktif. Meski demikian, hal yang lebih penting lagi bagi kami adalah soal pengalaman yang bisa kami suguhkan bagi pro player, penonton dan partner MPL atau keseluruhan ekosistem MLBB" ujarnya.

Lantas apakah ada pertanda event esports semakin lesu secara global? Sepertinya tidak. Kembali mengambil contoh dari DOTA 2 dengan The Internationalnya, sudah 9 tahun turnamen ini sukses memecahkan rekor prizepool yang kini berada di angka $34,3 juta. Begitu juga World Championship League of Legends mengalami peningkatan prizepool tiap tahun. Artinya, sponsor akan tetap tertarik dan semakin banyak berkecimpung dalam industri esports. Tren ini akan bertahan di 2020 menurut Lucas.

Lucas juga membahas lokasi sebagai salah satu tren esports di tanah air. Ia mengakui Jakarta masih akan jadi pusat perhelatan esports mayoritas. Namun maraknya turnamen atau kualifikasi yang dilaksanakan di daerah membuat kemungkinan event hijrah dari Jakarta sangat mungkin.

"Sebenarnya kami memang berencana untuk membawa playoffs MPL di 2019 keluar Jakarta. Saat ini, kami bahkan sedang melakukan riset untuk sejumlah lokasi event di luar Jakarta." ucap Lucas. Event esports sendiri bisa dilakukan di berbagai macam tempat yang menyediakan akses internet stabil. Baik itu menyulap mall, gedung serbaguna atau tempat nongkrong asik yang sedang menjamur. Plus beroperasinya Palapa Ring atau Tol Langit November lalu, harusnya jadi jaminan di daerah tak ada lagi kendala internet pas-pasan.

Terakhir, bila Mobile Legends dengan segala hajatannya bisa memeriahkan 2019 gamer tanah air. Lucas percaya di tahun 2020 hanya akan ada hal yang lebih seru persembahan Mobile Legends dan Moonton untuk Indonesia.

Apakah kamu sependapat dengan penerawangan ini?