IES Ligagame

Bantai EVOS, ONIC Jawara Mytel International Championship

Billy Rifki
31/07/2020 14:04 WIB
Bantai EVOS, ONIC Jawara Mytel International Championship
youtube

Duel final tim Indonesia kejadian di Mytel International Championship. Si Macan EVOS Legends bertemu pasukan Landak ONIC Esports usai keduanya melaju mulus di babak playoff.

EVOS Esports tumbangkan RRQ Sena dan Geek Fam ID sebelum bertemu ONIC yang lolos usai kalahkan tim VEC dan Aura Filipina. Kedua tim ini dijagokan sejak awal mengingat kiprah mereka di musim lalu sebagai runner up dan third place MPL Indonesia. EVOS terutama, reputasi sebagai juara dunia kian dipertaruhkan menyusul perombakan tim yang mereka lakukan kali ini.

MATCH HIGHLIGHT

ONIC tak membiarkan EVOS dapat hero andalan mereka seperti Popol Kupa dan Angela. Setidaknya, Wann mendapatkan Yi Sun-shin yang beberapa kali fenomenal di tangan midlaner baru ONIC, Sanz.

ONIC tahu kecenderungan EVOS menguasai early dan push secara agresif. Kehadiran double trap dari Popol dan Selena membuat pergerakan EVOS agak terhambat. Bahkan, Sanz suskes mencuri buff milik Wann dengan tembakan maximum charge jarak jauh berkat vision dari trap tersebut.

Gagal mengembangkan permainan, ONIC memanfaatkan keunggulan untuk terus menekan. Kimmy dari Sanzjago tak tersentuh hingga match pertama berakhir karena potensi counter initiation dari ONIC lebih superior.

Laga kedua ONIC kembali memilih Kimmy jadi hyper carry, dua sidelane diisi oleh hero kuat Thamuz-Uranus didukung dengan inisiasi dari Khufra dan cc ala Luo Yi. EVOS mendapatkan kendali pada Yi Sun-shin, Esmeralda, Selena dan Lunox serta Baxia untuk mengcounter kekuatan regen hero-hero ONIC.

Early game EVOS sudah terlihat mengkhawatirkan, di menit awal beberapa pemain EVOS terciduk karena terlalu berani menahan dibelakang turret ONIC. Terpancing oleh Antimage yang agak sekarat karena inisiasi dari Baxia dan YSS. Upaya turtle EVOS juga kandas karena Sanzjago sukses mendaratkan pukulan terakhir pada sang objektif.

Sanzjago lagi-lagi jadi bintang permainan lewat tembakan Maximum Charge yang selalu presisi. Hanya butuh waktu 10 menit untuk Sanz dan kawan-kawan menyudahi perlawanan EVOS yang seperti kehabisan cara memegang kendali pertandingan.

Match terakhir, EVOS tak mau lagi berhadapan dengan Kimmy. Alhasil, Sanz diberikan YSS untuk mid. Wann kembali dipercaya memainkan Hayabusa, diperkuat dengan dukungan dari Valir, Luo Yi dan Popol-Kupa.

ONIC mampu melihat kelemahan hero dari EVOS yang terlalu empuk di early game. Selena dan Jawhead punya tugas untuk mengunci satu hero dan membunuh mereka secepat mungkin agar situasi war menguntungkan.

Di menit ke-6, EVOS sudah keteteran meladeni agresifitas ONIC. Lemparan arrow dari Drian terbukti efektif membuyarkan strategi pemain EVOS. Selisih 10.000 gold berhasil ONIC amankan di menit ke-8.

Satu kesempatan war yang baik berhasil dimanfaatkan ONIC, membukukan teamwipe dan mengakhiri pertandingan di menit 9. ONIC pun sukses merengkuh gelar juara yang telah lama tak mampir ke pelukan mereka.

Sanzjago layak diganjar MVP turnamen karena performanya yang memukau di turrnamen internasional pertamanya. Belum lagi, ia sama sekali tak mati di tiga match grand final, menunjukan level permainan hyper carry sempurna.

Dengan performa seperti ini, bukan tak mungkin ONIC jadi perusak persaingan EVOS dan RRQ yang sejak dua musim selalu jadi headline.

Selamat ONIC Esports, semoga EVOS Esports bisa bangkit di turnamen selanjutnya yah!