#PUSHRANKTANPAHENTI H3RO

Perlukah XIN Main Lagi Meski Statistik Alberttt Mulai Sesuai Ekspektasi?

Billy Rifki
17/09/2020 12:39 WIB
Perlukah XIN Main Lagi Meski Statistik Alberttt Mulai Sesuai Ekspektasi?
MPL Indonesia

Banyak fans RRQ Hoshi yang kecewa ketika XIN memutuskan rehat, terlebih kenyataan kalau sang hyper carry tak akan tampil hingga akhir musim MPL Season 6. Mau tak mau, Alberttt yang jadi sosok penggantinya harus menutup bayang yang ditinggal XIN meski awalnya meragukan.

Namun, seiring waktu dan jam terbang terkumpul, mulai terlihat kemampuan Alberttt di panggung MPL. Ia sumbang poin demi poin guna mengangkat kembali posisi RRQ Hoshi yang tertinggal. Terbaru, XIN sudah terlihat kumpul lagi bersama RRQ Hoshi di gaming house disertai caption Pak AP yang seakan jadi pencerah situasi yang terjadi.


Source: rrq_ap Instagram

Pertanyaannya, apakah XIN layak untuk main lagi kalau Alberttt sudah sesuai ekspektasi? Untuk mengetahuinya, kita kesampingkan dulu asumsi dan opini dan lihat statistik MPL berikut:

Di sebelah kiri, adalah salah satu penampilan terbaik XIN dengan catatan statistiknya. Disampingnya, ada Alberttt dengan indikasi peningkatan performa seiring RRQ kian positif.

Kalau dibandingkan, Alberttt punya rasio kill per game lebih tinggi dari XIN yakni 6.6 berbanding 5.75. Kill participation Albertt juga sangat dominan, menandakan pola permainan RRQ mulai terpusat pada pemuda asal Bali tersebut. Bahkan, angka 80% partisipasi kill adalah terbaik kedua di musim ini. XIN sendiri cuma mengantongi 65% kill participation di musim lalu.

Memang, XIN bisa nyetel jauh lebih cepat di RRQ Hoshi ketimbang Alberttt. Butuh 16 game bagi sang hyper baru unjuk gigi, sementara XIN sudah membabi buta sejak awal promosi dari MDL. Salah satu faktor paling menonjol dari XIN adalah cara ia farm dengan cepat.

Dibandingkan Alberttt, XIN jauh lebih gesit mencari gold dengan rata-rata mendulang 854 gold setiap menitnya. Dari sini terlihat lagi perbedaan gaya main antara Alberttt dan XIN. Bila Alberttt lebih fokus pada teamfight dan membantu tim, maka XIN agresif dalam farming dan aktif mencari mangsa yang lengah.

XIN menorehkan statistik lebih baik soal kill per game dalam total match lebih sedikit. Bukan tak mungkin Alberttt akan terus memperbaiki penampilannya di MPL, toh musim reguler masih berjalan dan dia diberikan kesempatan seluas-luasnya untuk perform.

Di akhir musim MPL S5, XIN menyudahi torehan kill per gamenya diangka 6.9, terpaut sedikit saja dari Alberttt yang baru main beberapa minggu. Apakah ini sudah membuktikan kalau Alberttt layak jadi pengganti XIN? Bagaimana menurut Sobat Esports?