Finalist Esports Star Indonesia Merasa Belum Layak Main di MPL

Billy Rifki
03/12/2020 10:16 WIB
Finalist Esports Star Indonesia Merasa Belum Layak Main di MPL
Esports.ID Interview

Jelang laga final Esports Star Indonesia pada tanggal 5 Desember mendatang, 10 finalis yang terbagi dalam dua tim Blue Rhinos dan Red Tigers menyempatkan diri berbincang bersama Esports.ID. Telah menjalani karantina di hotel selama 3-4 bulan kurang lebih, mereka bercerita tentang momen-momen penting, kemungkinan main di MPL dan pesan selama mengikuti ajang pencarian bakat dari GTV tersebut.

Dihubungi via ZOOM, Esports.ID berjumpa dengan Aeden, Jbun, Bankai, Aville dan Maxi dari Blue Rhinos, di kamar terpisah ada Red Tigers yang berisikan Saintdelucaz, Cello, Hansel, Zerologic dan Og. Saintdelucaz dan Aville jadi perhatian pertama berhubung latarbelakang mereka yang pernah jadi pro player di DOTA 2.

Yamisok Nobar

Ternyata, kehadiran mereka berdua buah ajakan Aville mengajak SDL main Mobile Legends. Kemudian mereka mendengar tentang ajang pencarian bakat GTV dan memutuskan berpartisipasi sama-sama. "Sebenernya, gue pertama kali ajak Saintdelucaz main Mobile Legends, terus begitu ada acara Esports Star Indonesia ini, gue ngajakin dia bareng. Ternyata kita sama-sama ketemu di final," terang pemain bernama asli Adit Rosenda.

Rekan-rekannya di Red Tigers dan Blue Rhinos pun mengenali mereka berdua ketika masih aktif jadi pro player dan sekarang mereka bisa berjuang sama-sama menjadi profesional di ranah Mobile Legends. Selama mengikuti ajang ini, ada banyak ilmu dan perubahan yang dialami pemain. Beberapa menjawab jadi lebih berani tampil di muka umum, ada yang senang bersosialisasi dengan teman baru dan paling penting, mendapat ilmu krusial dari para coach.

Terkait masukan, kritik atau saran coach yang paling membekas di mereka, satu yang paling teringat adalah soal attitude dan gameplay. "Pesen-pesen yang ditekankan sama coach Wizzking dan Marsha sih terutama menjaga attitude dan gameplay. Tapi paling penting attitude sih," tutur Aeden. Sementara dari Red Tigers diwakili SDL mereka teringat kembali pesan coach Nyoong dan Emperor. "Yang selalu gue inget dari coach tuh kita harus fokus sama komunikasi dalam game. Intinya kita ngga boleh blaming."

Usai ajang Esports Star Indonesia, tentu para finalis telah membuka jalan lebih besar untuk meniti karir jadi bintang Mobile Legends. Kepala mereka pun mengarah ke kompetisi terbesar di Indonesia yakni MPL. Namun, mereka berpikir kemampuan saat ini belum layak untuk bersanding dengan pemain top yang ada di sana.

"Kalau untuk percaya diri masuk MPL tinggi, tapi untuk masuk kesana lebih butuh pengalamannya sih. Jadi untuk main di sana minimal kita di MDL dulu baru bisa masuk MPL. Mobile Legends itu kan intens mainnya, jadi kita butuh banyak pengalaman di setiap kondisi, itu yang bikin kita lebih baik secara tim," ujar Aville.

SDL menambahkan "Aku sama percaya diri juga sebenernya bisa masuk MPL. Cuma proses masuk kesananya masih jauh. Saingannya kan banyak, banyak tim juga yang dilirik dari turnamen kecil, terus leaderboard itu harus fokus. Talent search dari tiap tim juga banyak jadi masih harus bertahap buat kita layak main di MPL".

Wah semoga sih di final Esports Star Indonesia GTV 5 Desember nanti para finalis bisa membuktikan potensi terbaik mereka yah Sobat Esports. Masih banyak perbincangan yang terjadi dengan Red Tigers dan Blue Rhinos. Saksikan interview selengkapnya di YouTube Esports.ID dan jangan lupa untuk subscribe yah Sobat Esports!