Yamaha Desember

Alasan Sibol PH Pilih Blacklist + Player Amatir untuk IESF 14th WEC

Billy Rifki
19/07/2022 15:00 WIB
Alasan Sibol PH Pilih Blacklist + Player Amatir untuk IESF 14th WEC
spin.ph

Filipina memastikan roster Blacklist International kembali jadi wakil mereka di kejuaraan dunia IESF. Ternyata ada polemik di sana ketika roster Blacklist digabungan dengan dua pemain dari tim berbeda untuk ajang ini. 

Philippines Esports Organization (PeSO) punya pandangan berbeda terkait keputusan mengajak serta dua pemain amatir menuju IESFWC.

Taiwan Ecellence - Article Banner

Pada sesi press conference Sibol Thanksgiving, Sibol general manager Leo Andrew “Jab” Escutin mengatakan sebagai berikut, "Kami mau tim amatir jadi lebih aktif. Satu hal yang kami temukan khususnya di kualifikasi IESF, kami sangat senang dengan hasil turnamen ini Ini menunjukan kita punya banyak sekali talenta, yang berarti bagi Sibol kami tak takut diwakili oleh siapapun pemainnya," ujar Escutin dilansir dari Spin.ph.

Adapun lima pemain yang terpilih yakni Villaluna (ohmyv33nus), Imam (Hadji), DelRosario (Wise), Soriano (Oheb), Villarde (Edward) dari Blacklist International serta dua pemain tim Maharlika Esports yakni Dapadap dan Tadeo.

Saat kualifikasi IESF Filipina, penampilan tim amatir cukup mengejutkan komunitas. Maharlika adalah lawan Blacklist di final kualifikasi. Mereka bahkan sempat mengalahkan Blacklist dengan Gatot Kaca pick yang mampu mengcounter Franco dan Yve dari Hadji dan Ohmyv33nus.

Tim amatir lainnya, Euphoria Esports bahkan mengalahkan kombo maut Aldous-Angela andalan Blacklist International walau hasil akhirnya Blacklist unggul 2-1 di semifinal. Potensi tersebut membuat sang manajer Sibol dan pelatih sibol PH sumringah.

Diaa yakin ini adalah cara yang baik untuk menciptakan tim yang konsisten tapi juga semangat bagi tim amatir kalau mereka juga bisa jadi bagian dari timnas.

"Sisi baiknya dari skena kompetitif Filipina saat ini kita punya banyak bakal yang melimpah yang mampu mewakili timnas Filipina di ajang internasional dan ini adalah salah satu cara mengembangkan kompetisi amatir," tambah Jab.

Senada dengan sang manajer, Ralph Andrei “Leathergoods” Llabre selaku pelatih kepala menjelaskan format seleksi timnas Filipina. "Aku ingin memastikan kalau kita melakukan reset tiap waktu, tidak sama dengan olahraga konvensional, esports sangat bergantung dengan meta. Jadi dalam waktu beberapa bulan dan patch baru saja sudah pasti ada perubahan kekuatan."

Dia menambahkan: "Jadi kami berusaha terbuka untuk semua masyarakat sebelum event dimulai. Katakanlah tim yang sukses di ajang sebelumnya, belum tentu jadi juara lagi di event selanjutnya. Seperti itulah esports,"

“Juga, tiap kita membuka kesempatan kepada publik kami ingin mereka merasa terpanggil dan para amatir saat ini selalu merasa punya kesempatan jadi bagian tim nasional. Itu akan selalu jadi landasan kami dalam mengambil keputusan," tutup pelatih. 

Bukan main kekuatan amatir tim Filipina. Sekelas Blacklist full power aja bisa dibuat tak berdaya, pantes tim pro di MPL PH kuat-kuat banget!