GoPay Midnight Sale Promo

Bisnis Warnet di Era Pandemi, Omset Terjun Bebas & Tak Diperhatikan

Billy Rifki
14/10/2020 15:09 WIB
Bisnis Warnet di Era Pandemi, Omset Terjun Bebas & Tak Diperhatikan
Kondisi warnet saat Pandemi COVID 19

Pada awal pandemi COVID-19 merebak, beberapa bisnis jasa seperti restoran, tempat nongkrong dan lainnya terkena dampak signifikan karena pembatasan sosial guna memutus rantai penyebaran virus Corona. Warnet, yang jadi salah satu bidang usaha jasa hiburan yang sudah lama mengakar di tanah air pun tak luput dari derita ini.

Bahkan, di awal-awal sempat marak kasus penutupan warnet di beberapa daerah karena masih ada warnet yang tak menerapkan protokol kesehatan, buka sembunyi-sembunyi sampai desakan dari user yang tetap ingin main warnet walau sudah dilarang. Parahnya, industri warnet tidak diizinkan beroperasi dengan dalih bukan 11 bidang usaha strategis.

Mengenai izin operasi warnet, menurut Turyana Ramlan, salah satu anggota HIPWINDO (Himpunan Pengusaha Warung Internet Indonesia) juga pengusaha warnet veteran yang kini berdomisili di Blitar mengatakan "Industri game ini kan ada developer, publisher, payment gateway dan lain-lainnya, justru industri warnet pengamatan saya yang tidak merasakan dampak positif dari pandemi. Banyak temen-temen yang terjun bebas omsetnya. Persentasenya ada yang sampe 70%. Ini tetap banyak faktor ya" terang Pria asal Sukabumi ini.

Beberapa faktor yang Ramlan sebutkan diantaranya operasional beberapa warnet yang 24 jam kini dibatasi, ada juga yang menjual unit PC untuk sekedar operasional, alhasil pendapatan berkurang. Kasus terburuk adalah teman-teman pelaku bisnis warnet menyerah dengan keadaan pandemi.

Belum lagi, situasi pandemi membuat orang enggan keluar rumah sehingga aktivitas plus persaingan esports nasional yang cenderung ke arah game mobile. Ini juga menurunkan daya saing warnet yang masih mengandalkan game-game berbasis PC.

Namun, tidak semua pelaku usaha warnet mengalami keterpurukan. Ia mengamati berapa warnet di daerah sudah bisa beroperasi. Keputusan untuk membuka atau tutup usaha warnet menurutnya tergantung pada kebijakan pemerintah setempat atau satgas di daerah tersebut mengizinkan atau tidak. Tentu bagi warnet yang boleh buka, menerapkan protokol kesehatan yang memadai.

Meski progres bangkitnya lambat, namun Ramlan menyebut sudah ada sinyal positif berkat inovasi dan kreatifitas pelaku warnet. Misalnya, konsep warnet bisa dibuat dengan mengedepankan kenyamanan mengacu pada protokol kesehatan. Dengan kata lain, kapasitas PC yang tersedia mungkin dibatasi namun pengunjung bisa terjamin kesehatannya terpapar saat berkunjung ke warnet.

Lagi, dengan penyesuaian tersebut, pengusaha warnet bisa menaikan tarif normal karena kompensasi kenyamanan tersebut. Adaptasi seperti ini ia sebut cocok untuk warnet yang punya kapasitas PC menengah ke bawah, sekitar 10 sampai 30 PC. Ini karena biaya operasionalnya lebih murah ketimbang domain warnet besar dengan PC 50 unit lebih pasti butuh biaya harian atau bulanan lebih tinggi.

Ia pun menyayangkan perkembangan esports saat ini yang seakan melupakan warnet, padahal dari industri akar rumput ini lahir banyak atlet esports tanah air sebelum tren game mobile meledak. "Kita harus akui, turnamen esports PC mati suri. CS:GO ngga ada, DOTA ngga ada. Tapi ada hal unik, ketika kita membuat event sendiri, dari warnet, oleh warnet, untuk warnet itu animonya besar sekali" tambah Ramlan.

Sejauh ini, badan-badan organisasi esports yang ada pun dianggapnya belum merangkul. Kebanyakan yang ia lihat hanya fokus di esports tanpa memandang warnet sebagai kunci perkembangan ekosistem esports. Namun, Ramlan dan HIPWINDO tetap bergerilya menjalin kerjasama dengan pihak lain untuk mendongkrak kunjungan user. Salah satunya dengan KOMINFO, LINE dan organisasi esports yang masih menyimpan kesempatan untuk kolaborasi dengan pengusaha warnet.

Mau tahu lebih banyak obrolan kita membahas industri warnet saat ini? Tonton Dilema Esports di channel YouTube Esports.ID yah!.

Wah, siapa sobat Esports yang setuju kalau warnet itu pilar penting dalam ekosistem esports? Nostalgia banget sih main ke warnet bareng teman-teman sepermainan. Semoga industri warnet bisa bangkit lagi yah!