Ramz ke Omega Esports & Tren Pemain Indonesia "Keluar Kandang"

Billy Rifki
18/11/2021 16:38 WIB
Ramz ke Omega Esports & Tren Pemain Indonesia "Keluar Kandang"
facebook

Pemain DOTA 2 dari Indonesia mulai banjir lirikan dari organisasi esports luar negeri, khususnya di regional Asia Tenggara. Kesuksesan duet Xepher dan Whitemon di T1 sepertinya jadi pintu bagi pemain Indonesia lain untuk unjuk gigi dan akhirnya dipinang oleh tim-tim negara lain.

Seperti yang terbaru, Ramz. Player yang malang melintang di kancah per-Dota-an tanah air akhirnya bergabung dengan Omega Esports asal Filipina. Jebolan Kanaya Gaming ini pernah membela EVOS, PG Barrack sampai Alter Ego sebelum bergabung ke Omega Esports. Namun, Omega bukan tim luar pertama yang dibela Ramz. Ia pernah bermain untuk tim asal Thailand, MS Chonburi.

Yamisok Nobar

Keputusan Ramz bermain di Omega Esports menambah banyak daftar pemain tim Indonesia yang main di luar negeri. Sebelum Ramz, Mikoto dan Hyde mantan BOOM Esports telah direkrut oleh organisasi asal Hong Kong, Talon Esports. Player DOTA 2 terpopuler nasional, Inyourdream juga bernaung di tim esports asal Dubai, Nigma Galaxy bersama Jhocam. Tak lupa ikon dari Army Geniuses yakni Mamang Daya dan You_k yang kini jadi pilar penting OB x Neon Esports.

Melihat redupnya skena kompetitif DOTA 2 di Indonesia, keputusan para pemain tersebut sangat tepat untuk mengangkat kembali karir mereka. Selain itu, bergabung dengan tim luar bisa menambah profesionalitas dan level kompetitif mereka lebih tinggi sehingga kesempatan untuk tampil di ajang-ajang bergengsi lebih besar.

Sayangnya, banyak dari para pemain Indonesia yang agak telat "keluar kandang". Bila melihat dari perjalanan The International dan DPC, baru segelintir saja pemain yang berhasil menyicip manis turnamen berskala internasional. Contohnya IYD dan Xepher yang menjuarai minor saat bermain untuk TNC Tigers, kemudian berbagai torehan penting Xepher dan Whitemon bersama T1 di WePlay AniMajor, ESL sampai TI10.

Semoga jalan para pemain Indonesia ini membuka harapan bagi player DOTA 2 di Indonesia untuk bangkit kembali meniti jalan sebagai pemain profesional meski harus berbakti untuk organisasi luar negeri.