Esports.ID

Mengulik Peluang Recca Esports di Grand Final WESG 2017

MikeApalah
07/03/2018 14:04 WIB
Mengulik Peluang Recca Esports di Grand Final WESG 2017
Recca Esports

Tim Recca Esports kembali berjuang membawa nama Indonesia di ajang Grand Finals World  Electronic Sport Games 2017 yang akan berlangsung di Haikou, Cina, 13 – 18 Maret mendatang. Sebelumnya, tim yang beranggotakan Roseau, FrostMisty, Sys, Eeyore, dan Mirskie berhasil lolos ke Grand Final setelah menembus babak 8 besar WESG APAC 2017. Meski ditinggal AWP terbaik Indonesia saat ini, xccurate, yang bergabung dengan BnTeT di TyLoo awal Januari lalu, Recca tetap optimis dengan memasang target lolos ke babak Playoff.

Meski belum pasti, kabar bergabungnya xcurrate sebagai standin bilamana izin VISA disetujui tentu menjadi kabar baik bagi Recca. Ketajaman AWP Kevin Susanto bakal menjadi momok menakutkan untuk tim lawan, seperti yang pernah dirasakan oleh JW dari Fnatic saat bertemu di StarSeries Season 4. Kabar baik lainnya, Recca terhindar dari beberapa kandidat juara seperti tim legendaris SK (Brazil), Ukraine yang diperkuat 3 pemain Na’Vi, dan juara ELEAGUE Major 2018, Cloud9.

Recca tergabung di Grup F bersama Space Soldiers, Isurus, dan Limitless. Di atas kertas Space Soldiers tak akan banyak menemui halangan untuk lolos ke playoff. Meski belum mendapatkan gelar di tahun 2018, MAJ3R dan kawan-kawan kerap tampil mengejutkan di kompetisi bergengsi. Sukses menempati peringkat 3 – 5 di ELEAGUE Major 2018 tentu dapat menjadi acuan betapa menakutkannya Space Soldiers saat dalam performa terbaiknya.

Memiliki presentasi winrate sama baiknya di Mirage, Recca dapat mengambil keuntungan jika bertanding di map train (66,7%) winrate berbanding rekor hanya 40% milik Space Soldiers. Menjadi Counter Teroris juga bisa menambah keuntungan tersendiri pada map Train.

Limitless juga dapat menjadi batu sandungan lainnya untuk Recca Esports. Meski tidak terlalu mempunyai prestasi mentereng, Recca harus mewaspadai tim asal Perancis ini, terutama ketika bertanding di map Cobblestone dan Cache. Kedatangan xcurrate tentu akan menjadi solusi tepat Recca untuk mengalahkan Limitless di kedua map tersebut.

Satu lawan tersisa, tim asal Argentina, Isurus pun tidak dapat diremehkan begitu saja.  Keberhasilan lolos sebagai runner-up dari region Amerika Selatan tentu tidak bisa dipandang sebelah mata. Recca bisa mendapatkan keuntungan saat bertanding di map Cobblestone, yang merupakan map kelemahan Isurus.

Nantikan terus sepak terjang Recca Esports dalam Grand Finals WESG 2017, hanya di Esports.ID!