Esports.ID

[DOTA 2 Pro Circuit] Triwulan Pertama, Pergolakan Tim Terdepan Menuju TI8

Billy
29/11/2017 08:09 WIB
[DOTA 2 Pro Circuit] Triwulan Pertama, Pergolakan Tim Terdepan Menuju TI8
joindota

Hampir tiga bulan berjalan, rangkaian DOTA 2 Pro Circuit sudah mencakup 1 Major dan 4 Minor. Dalam waktu tidak lama lagi segera hadir DreamLeague Major, tepatnya mulai tanggal 1 Desember nanti, yang diikuti dua minor, yakni MDL Macau dan The Summit 8. Masih ada puluhan major-minor dipertaruhkan tahun depan dan sementara perolehan poin para tim mulai memperlihatkan siapa unggulan dan tim mana yang mesti tancap gas bila tidak ingin 'tertinggal kereta' atau hanya sekedar menjadi penonton di TI 8.

Di posisi teratas, Virtus.pro masih gagah di puncak klasemen berkat keberhasilannya menjuarai ESL Hamburg Major dan posisi keempat di Dota Pit dengan perolehan 2.295 poin serta mengantongi $525.000. Bertengger di posisi berikutnya adalah Team Secret yang jadi runner-up di ESL One Hamburg dan tetap menguntit VP, walau belum menjuarai turnamen Pro Circuit sejauh ini. Sementara Team Liquid, Newbee, dan Mineski yang pernah menjuarai Minor hanya mampu bercokol di tempat ketiga, empat, dan lima.

Perlu diketahui jatah untuk ikut serta di The International ditentukan dari 8 tim yang memiliki perolehan poin terbanyak. Namun, pemain bisa berpindah tim pada masa shuffle dan membawa poin yang mereka menangkan. Sebagai contoh, masing-masing pemain VP berhasil mengoleksi 750 CP pada ESL One Hamburg, namun bila salah satu pindah, maka pemain yang berganti tim tersebut membawa poin yang ia raih dan menambahkannya ke tim baru.

Namun, perolehan poin tim hanya dihitung berdasarkan 3 pemain dengan perolehan tertinggi dalam satu tim. Misalnya, VP yang memiliki 2295 poin hasil dari juara 1 di ESL One Hamburg (2250) dan peringkat 4 di Dota Pit (45). Angka 2295 merupakan poin yang diperoleh dari 3 pemain VP sebagai indikasi poin berdasarkan tim. Jadi meskipun ada pemain yang berpindah, perolehan tim tetap tidak akan berubah selama 3 pemain pengumpul CP terbanyak masih menetap di tim tersebut.

Sejauh ini, baru 11 tim elit DOTA 2 yang berhasil mendapatkan poin dari rangkaian Pro Circuit, dimana dua tim asal Amerika Utara, Evil Geniuses dan Immortals, harus puas menghuni posisi terbuncit dengan hanya peroleh 90 CP. Berdasarkan region, Eropa masih memimpin dengan 2.790 poin, hasil sumbangan dari Secret dan Liquid. Diikuti region CIS dengan 2.295, Cina 1.912 poin, SEA 720, dan Amerika Utara 315. Belum ada satu tim pun dari Amerika Selatan yang meraih CP.

Region Cina berhasil merangsek perolehan CP berkat keberhasilan 3 wakilnya masuk ke babak pamungkas dan menjuarai Perfect World Masters. Meskipun wakil Cina juga pernah gagal total saat mengikuti minor pertama StarLadder. Di ajang selanjutnya, ada perbaikan dimana mereka mampu bertengger setidaknya di empat besar.

Perwakilan dari Amerika Utara masih nampak melempem dalam urusan mencari poin. Powerhouse seperti EG pun belum mampu mendulang banyak angka. Satu-satunya tim asal kawasan ini yang cukup 'membanggakan' sejauh ini adalah compLexity Gaming yang mampu tembus empat besar di ajang Perfect World kemarin.

Regional CIS hanya diwakili poin dari VP saat ini. Namun kepintaran mereka untuk memilah-milah turnamen menjadi strategi jitu untuk terus menyiapkan pemain dalam kondisi optimal. Daripada melewati deretan minor yang terlalu melelahkan, atau jauh seperti Perfect World, mereka lebih memilih WESG di saat yang bersamaan. Meskipun tidak memberi poin, namun hadiahnya lebih menggiurkan dan bisa bermain dengan rekan berbeda sambil membawa panji negara pastinya menambah semangat baru untuk bermain lagi.

Dua wakil Eropa menjadi penyumbang poin terbanyak bagi regionalnya dengan 2.790 poin setelah mampu raih maksimal di tiap kompetisi. Team Liquid berhasil menjuarai 2 minor, sementara Team Secret mendulang poin dari hasil runner-up di ESL One Hamburg, plus beberapa pencapaian posisi 4 besar dari turnamen lainnya.

Perwakilan SEA masih sangat bergantung dengan performa tim Mineski di rangkaian pro circuit sampai saat ini, meski Fnatic mulai menunjukkan kebangkitannya untuk menebar ancaman baru di kompetisi internasional berikutnya, setelah mampu menggeser Mineski dari kualifikasi menuju DreamLeague.

Turnamen Major selanjutnya di DreamLeague menjadi ajang berharga bagi 4 tim terbaik dunia saat ini, yakni Team Liquid, Team Secret, Virtus.pro, dan Newbee untuk memperlebar jarak, atau bahkan menyalip posisi. Berlanjut dengan MDL Macau, dimana OG dan TNC siap buktikan diri sebagai pesaing yang belum boleh dilupakan. Sebagai penutup tahun, The Summit 8 hadir di penghujung bulan Desember dengan variasi peserta seperti OpTic Gaming, Kinguin, dan Sacred serta 'surprise invite' dari EG menjadikan minor ini makin menarik.