[MotD] Hellraiser vs Empire Tetap Sengit, Pemanasan Sebelum WCA 2017

Billy Rifki
12/10/2017 14:41 WIB
[MotD] Hellraiser vs Empire Tetap Sengit, Pemanasan Sebelum WCA 2017
Google

Setelah berbulan-bulan melalui proses kualifikasi dan deretan pertandingan yang melelahkan, akhirnya Hellraiser dan Empire bisa sedikit bersantai dan menikmati keberhasilan mereka untuk melaju ke babak utama World Cyber Arena 2017, pada bulan Desember nanti. Meski kedua tim telah lebih dulu dipastikan lolos, Hellraiser dan Empire tetap bertanding secara sengit pada perebutan titel juara untuk kualifikasi EU/CIS, dimana Hellraiser mampu unggul tipis dari Empire dengan skor 3-2. Selain hak tampil di WCA 2017, Hellraiser akan mengantongi hadiah sekitar $30.000 sebagai juara 1, sementara Empire sebagai runner-up mendulang hadiah senilai $15.000.

Buat yang penasaran dengan keseruan partai puncak antara Hellraiser versus Empire, untuk menentukan jawara dari region EU/CIS, silahkan menyimak match analysis berikut.

Yamisok Nobar

GAME 1

Empire berupaya menjalankan strategi teamfight dengan combo Sven, AA, dan Dark Seer. AA menjadi partner yang baik untuk Sven di lane, selain mampu memberikan stun berantai bareng Storm Hammer, Sven pun akan menerima tambahan damage dari Chilling Touch. Namun, Hellraiser berusaha memecah strategi Empire dengan mengkondisikan Nature Prophet dan Pugna yang mampu melakukan split push secara cepat. Meski begitu tetap tidak meremehkan potensi teamfight HR dengan mengambil Disruptor sebagai counter.

Pertandingan berjalan dengan intensitas tinggi, dimana 13 kill terjadi dalam 7 menit pertama untuk keunggulan tim Hellraiser. Dominasi HR terus terjadi menuju mid game hingga Spirit Breaker mampu membuka inisiasi penting dan Disruptor menjadi kunci bagi HR guna memastikan Empire tak mampu melakukan counter initiation. Game 1 berakhir dengan kemenangan HR di menit 31:00.

GAME 2

Kali ini, HR menggabungkan kekuatan single pick-off dengan teamfight dalam komposisi Necrophos, Kunkka, dan Enigma. Sedangkan, Empire memadukan strategi teamfight plus kemampuan push menggunakan Earthshaker, Arc Warden, dan Qop.

HR kembali andalkan AA sebagai lane support, namun sekarang disandingkan dengan Kunkka dan Lycan. Tujuannya memastikan durasi Stun Cold Feet keluar dan X mark kombo sebagai set up Lycan menghabisi lawan. Hasilnya, Batrider kesulitan menjaga lane dan memaksa support Empire untuk turun membantu. Pertandingan kembali berjalan ketat dan kill score saling kejar-mengejar. Sampai terjadi 1 pertempuran di Rosh Pit yang berhasil dimaksimalkan oleh Empire dengan permainan berani dari Batrider Ghostik yang sukses melakukan Snatch Aegis, dampaknya 4 kill dari tim HR. Sexybamboe sempat melakukan Black Hole di backline Empire namun positioning dari Miposhka Earthshaker mampu menggagalkan Blackhole dengan cepat.

Sayang keunggulan Empire tidak berhasil dipertahankan, terlebih Fn QoP kehilangan godlike streak kepada Lycan. Sempat saling jual beli serangan, tapi HR berkali-kali mengeliminasi ES dan Oracle lebih dulu dari pertandingan hingga akhirnya Empire menyerah di menit 77:03.

GAME 3

Hellraiser cukup konsisten soal draft dengan pick AA dalam 3 game, kali ini kembali mengikutsertakan Necro, Kunkka, dan Lycan (minus Enigma, yang diganti Magnus sebagai penyedia teamfight). Empire kini mengkombinasikan fisikal dan magic damage dengan adanya Sven dan Pugna, serta kemampuan teamfight ES dan Brewmaster yang bisa me-lockdown hero seperti Lycan.

Pertarungan sengit tidak terelakkan, namun HR tetap terlihat unggul dari Empire. Kecepatan push dari Lycan + Empower dari Magnus memberi damage fisik yang sangat besar. Tekanan sempat mengendur ketika HR harus kehilangan beberapa hero penting di tangan Sven milik Fn. Pertarungan krusial terjadi di Rosh Pit, perebutan Aegis memakan tumbal AA dan Kunkka bagi tim HR. Upaya steal pun coba dilakukan oleh SexyBamboe tapi Aegis malah 'kecolong' terlebih dahulu oleh Sven. Empire terus menekan HR dengan menghancurkan struktur di base, dan HR pun menyerah di menit 40:50.

GAME 4

Di game ke-4, Empire melakukan ban pada AA, yang memaksa HR untuk mengubah strategi mereka dengan menggabungkan teamfight Enigma, Earthshaker bersama push potensial dari Drow Ranger dan Lone Druid. Empire sendiri melakukan pick yang cukup bagus dengan berhasil mendapatkan Silencer sebagai penggagal teamfight, Pugna fokus counter push, Clockwerk & Brewmaster untuk lockdown. Empire memimpin sejak early sampai mid game, dimana Morphling memimpin jauh perolehan net worth, hampir 20.000 di menit 20:00 dengan skor 23 v 11 bagi keunggulan Empire. Unggul jauh, Empire beranikan diri masuk ke high ground untuk menghabisi HR. Pada menit 32:00, HR mengetik GG yang berarti skor kembali imbang antar kedua tim hingga game 4 berakhir.

GAME 5

Match penentuan dimulai, HR kembali memainkan AA dan Clockwerk, sementara Empire mengamankan Nyx dan Pugna. HR mengantisipasinya dengan memilih Lifestealer sebagai carry karena LS didukung Rage yang memudahkan bila berhadapan dengan Pugna. Empire tak berdiam dan lakukan counter balik dengan pick Winter Wyvern yang cocok melawan hero right click seperti Lifestealer.

Tampil agresif, kedua tim terus lakukan rotasi support hinggaa mid game. Di menit 27:00, tercatat 33 kill dengan keunggulan berada di tim HR. Meskipun Fn Anti Mage berada pada posisi top net worth, namun inisasi infest bomb LS-Clockwerk/Ls-Earthshaker mampu menghabisi hero-hero Empire dan menahan Anti-Mage sebelum Blink. Tertinggal 17k networth, Empire tak mampu lagi membendung gempuran HR, pada akhirnya menyerah di menit 59:00.