Performa Terbaik dan Terburuk dari StarLadder i-League Minor

Billy Rifki
16/10/2017 13:54 WIB
Performa Terbaik dan Terburuk dari StarLadder i-League Minor

StarLadder merupakan event minor pertama dari Valve yang berjalan cukup sukses dan menampilkan tontonan menarik bagi semua fans. Sayangnya, bila melihat tingkat persaingan yang ada maka sedikit 'mengecewakan' terutama Team Liquid dengan performa dominan dan hampir tidak tertandingi. Meskipun banyak pihak yang mengunggulkan Liquid dapat menjuarai turnamen ini, namun beberapa diantaranya juga berharap bahwa tim kuat lainnya akan memberi perlawanan ketat. Kenyataannya, sejumlah tim tersebut 'melempem', sementara tim-tim underdog malah berhasil mencuri perhatian.

 Tim mana saja yang bisa dikategorikan berpenampilan terburuk dan terbaik dalam StarLadder tahun ini?

Yamisok Nobar

TERBURUK

1. ViCi Gaming

Sepertinya Kiev bukan ajang bagi tim-tim timur untuk unjuk gigi. Meskipun bermain sama mengecewakannya dengan Newbee, namun penampilan VG terbilang lebih bikin 'ilfil'. Di pertandingan pertama, mereka kewalahan menghadapi SG-Esports asal Brasil yang belum lama terbentuk. TIdak hanya kalah dalam 2 series, VG sama sekali tidak memberikan jawaban sebagai perlawanan dalam fase draft maupun play. Sangat disayangkan mengingat mereka diperkuat pemain-pemain veteran seperti Lanm dan Fenrir.

2. Newbee

Runner-up TI7 ini sebenarnya favorit juara atau setidaknya pesaing ketat dari Liquid pada turnamen ini. Namun kenyataannya mereka tidak berhasil sekalipun meraih kemenangan dalam babak grup ataupun babak eliminasi. Meski tergabung dalam grup yang cukup kuat, Newbee tetap diprediksi bakal mulus menghadapi Complexity, Na’Vi, dan juga Secret. Performa mereka sebelum turnamen StarLadder sangat menjanjikan dan berhasil mengikuti 4 dari 5 turnamen Pro Circuit tahun ini. Apa daya, mereka gagal total pada turnamen ini dan fans bertanya-tanya perihal mentalitas juara dari Newbee.

3. Natus Vincere

Fans masih percaya bahwa tim favorit sepanjang masa, Na’Vi, akan kembali ke performa terbaiknya seperti waktu dulu. Dengan tambahan pemain baru, mereka tampil cukup menjanjikan dan berhasil mengamankan dua tiket dalam turnamen resmi Valve. Di hari pertama, Na'Vi mampu memberikan keyakinan melalui kemenangan penting atas lawan kuat, Secret dengan skor 1-2. Namun Navi harus turun ke babak eliminasi setelah kalah dari Complexity dalam perebutan slot playoff. Bertemu kembali dengan Secret, Navi harus tersingkir. Sepertinya persiapan mereka belum cukup untuk menantang tim-tim kuat di StarLadder.

TERBAIK

1. Team Liquid

Membuktikan performa mereka tetap di puncak meskipun tanpa pemanasan, tim Liquid sepertinya melakukan persiapan lebih dalam variasi strategi dibanding repot-repot melakukan latih tanding menemukan kekompakan tim kembali. Kuroky cukup percaya anggota timnya tetap bisa menunjukan permainan terbaik meskipun rehat bermain kompetitif pasca TI7. Sebagai gantinya, Kuro menyiapkan strategi terbaru menggunakan Chen sebagai pengatur tempo dari Liquid. Hal ini membuat draft Liquid semakin menyulitkan karena tiap anggota memiliki hero-hero andalan yang akan berbahaya bila tidak di-banned. Alhasil Liquid melaju mulus ke babak final dan berhasil menjadi juara untuk kedua kalinya secara berturut-turut.

2. SG-Esports

Selalu menarik melihat performa tim asal Amerika Selatan yang berani. Meskipun gagal melangkah lebih jauh, SG berhasil meninggalkan jejak baik dalam turnamen ini dengan menunjukan permainan yang baik dan kompak khususnya di pertandingan pertama melawan VG. Keberanian mereka untuk mengeksekusi taktik sesuai gaya bermain mereka dan melakukan pick-pick menyulitkan seperti Arc Warden dan Earthshaker membuat mereka patut diwaspadai kedepannya.

3. Complexity Gaming

Memberikan kejutan sejak babak kualifikasi dengan mengalahkan Evil Geniuses, Complexity terus memberikan penampilan terbaik hingga menembus semifinal. Di luar dugaan menghempaskan Newbee dengan skor mencengangkan 2-0, kemudian mengalahkan Navi di babak play-off, mereka harus terhenti oleh Mineski. Seringkali menggunakan pendekatan berbeda dalam tiap match seperti menggunakan Silencer mid, Complexity harus membayar mahal dengan kesulitan di laning phase sehingga menyisakan celah untuk dimanfaatkan tim-tim kuat. Namun Complexity bermain cukup baik dan perlu mendapat perhatian lebih di turnamen selanjutnya.

4. Team Secret

Menderita kekalahan di hari pertama, Secret dikhawatirkan masih mengalami inkonsistensi dalam event-event besar. Namun beruntung Secret mampu bangkit dan menembus babak semifinal menghadapi Liquid. Sayang, Secret harus kembali kalah dan belum mampu membalas kekalahan di Internasional kemarin. Secret masih bisa berkepala tegak karena dikalahkan Liquid yang lagi-lagi menjadi juara selepas pertemuan mereka.

5. Mineski

Tim-tim SEA seringkali diremehkan namun mampu menjadi underdog sejati dalam berbagai perhelatan besar. Mineski kembali membuktikan bahwa SEA tidak bisa dipandang sebelah mata. Menjadi satu-satunya tim yang mampu mengalahkan Liquid, Mineski tampil dengan jati diri mereka, tampil penuh kejutan berkat fleksibilitas draft dari Jabs, kepemimpinan Mushi, serta konsistensi permainan IceIceIce. Menarik melihat pembuktian Mineski untuk bisa berbicara lebih banyak di kancah Internasional setelah mendominasi SEA.

Hasil dari StarLadder kali ini membuat Team Liquid memimpin perolehan Circuit Points, sehingga tanpa Liquid di PGL Open Bucharest dan Perfect World Master, persaingan untuk memburu poin di kedua turnamen Pro Circuit tersebut bakal meruncing sampai ajang berskala Major berikutnya.