Pertahankan Gelar, Virtus.Pro Tak Terkalahkan di DOTA Summit 8

Billy Rifki
18/12/2017 14:46 WIB
Pertahankan Gelar, Virtus.Pro Tak Terkalahkan di DOTA Summit 8
gosugamer, joindota

Tidak ada kata hibernasi bagi sang beruang putih, Virtus.Pro, pada event The Summit 8 Minor (17/12). Winter WonderLAN tak berikan banyak kesulitan bagi tim asal Rusia  untuk rengkuh satu lagi gelar juara di Pro Circuit. Bertemu Fnatic yang tunjukan penampilan mengejutkan di event kali ini, VP mampu hancurkan mimpi perwakilan SEA untuk raih gelar juara.

Yamisok Nobar

Dominasi VP sudah kentara sejak group stage, mampu melibas kedua tim yang tergabung dalam Grup A, yakni OG dan Sacred, dimana keduanya dibantai dengan skor sama, 0-3. Lebih manis lagi, kemenangan atas OG lanjutkan peruntungan mereka di atas juara MDL Macau lalu tersebut. Resolution mengibaratkan bahwa pertemuan dengan VP layaknya hubungan Superman dan Kryptonite yang membuat dirinya tak berdaya.

Di playoff, VP bertemu dengan tim asal Polandia yang secara mengejutkan mampu ungguli EG dan Complexity di Grup B. Sayang, tidak ada ampun untuk Kinguin yang dipaksa menyerah 0-2. Tanpa diduga, malah Fnatic yang menjadi penantang VP di partai final setelah menjuarai Group Stage dan tuntaskan perlawanan OG di babak semifinal. Partai final ini menjadi yang pertama bagi Fnatic dari sekian turnamen Pro Circuit yang telah berlangsung, sekaligus menandakan penampilan perdana mereka menembus partai puncak.

Game 1

VP melakukan trick drafting cerdik dengan menggeser peran dari Dragon Knight ke offlane. Hal ini menyisakan ruang untuk VP keluarkan hero core sejati mereka, Broodmother, yang terkenal sulit dihadapi meski sejak update 7.07 dirilis sebagian player menganggap nerf terhadap Broodmother terlalu parah. Tapi kenyataannya tidak demikian, karena Brood tidak perlu lagi khawatir deteksi dan bisa melarikan diri dengan mudah karena movement-nya tidak terhalang selama berada dalam jaring. Yang terpenting, Spiderlings kini lebih sulit dibunuh sehingga tidak lagi jadi lumbung gold lawan.

Draft dari Fnatic sama sekali tidak mampu memberi perlawanan berarti sehingga VP mampu mendominasi pertandingan dengan cukup mudah dan genggam game pertama.

Game 2

Fnatic mampu bangkit di game kedua walau VP sebenarnya tetap mampu kuasai pertandingan. Namun satu push terakhir dari Fnatic menjelang akhir pertandingan mampu membalikkan keadaan. Gunakan dua hero ilusi Phantom Lancer dan Terrorblade, didukung dengan kombo dari Tidehunter dan Elder Titan, Fnatic putar ketertinggalan satu barrack untuk rebut 1 seri dari tangan VP, yang harus bertahan tanpa Shadow Fiend dan Razor, walau masih memiliki buyback.

Game 3

Lagi-lagi, VP tunjukkan kecerdikannnya di game ketiga, dengan andalkan Shadow Demon yang biasa menjadi support 5 untuk mengisi role offlane. Sosok 9pasha sebagai pilotnya mampu tunjukan kengerian sejati dari core Shadow Demon dengan dapatkan Dominating Streak dan Monster kill streak. VP bukan serta merta tanpa sebab gunakan Shadow Demon, tak lain tujuannya untuk membatasi kombo dari Fnatic yang gunakan Luna sebagai carry dan PL di midlane.

Walau kedua tim bertengkar cukup sengit, namun formasi dan manuver dari VP jauh lebih baik berkat ketahanan dari Medusa dan Razor yang menyita banyak sumber daya dari Fnatic untuk menghabisi kedua hero tersebut. VP menyudahi perlawanan Fnatic dalam waktu 45 menit.

Game 4

Game terakhir untuk kukuhkan siapa yang berjaya di The Summit 8. VP kembali andalkan Broodmother untuk pecah formasi dari Fnatic. Bermaksud mengantisipasinya dengan gunakan Axe, sayang kombo lane dari VP mampu jadikan Tanker berbadan merah tersebut bulan-bulanan. Fnatic bahkan harus memaksa Tinker duduki offlane radiant untuk biarkan Monkey King jadi lawan Broodmother.

MK miliki boundless strike yang mampu berikan damage cukup luas, namun sayang skill ini tidak berfungsi untuk alat farm laba-laba kecil Broodmother, karena sejatinya spiderlings jauh lebih tanky dari segala jenis serangan di patch ini. Fnatic alami ketertinggalan lane cukup parah. Hanya butuh 22 menit untuk VP hancurkan tower 3 di base Fnatic berkat Luna, Broodmother, dan Mass Serpent Ward dari Shadow Shaman. Setelah itu, VP hanya butuh tambahan 4 menit untuk pastikan 1 gelar minor di sabuk mereka.

Dengan kemenangan ini, VP berhak bawa pulang US$120.000 + 150 Circuit Point, sementara Fnatic diganjar cukup besar atas performa impresif mereka sekaligus raih circuit point pertama mereka dari ajang ini.

DOTA Summit 8 PrizePool:

  • 1st place: $120,000 + 150 DPC - Virtus.Pro
  • 2nd place: $60,000 +90 DPC - Fnatic
  • 3rd-4th place:  $36,000 +30 DCP – OG/ Kinguin
  • 5th place: $18,000 - CompLexity
  • 6th-7th place: $9,000 – OpTic Gaming/ Evil Geniuses
  • 8th-9th place: $6,000 – LGD Gaming/ Sacred