Esports

Arungi Format Panjang Bak Maraton, Pratinjau Tim Mana Paling 'Keras' di MDL Macau

Billy Rifki
06/12/2017 16:34 WIB
Arungi Format Panjang Bak Maraton, Pratinjau Tim Mana Paling 'Keras' di MDL Macau
gosugamer

Dua hari lagi jelang perhelatan MDL Macau, tepatnya tanggal 8 Desember, berlokasi di 'Las Vegas Asia' tim-tim DOTA 2 terbaik bakal mempertaruhkan gengsi demi kucuran uang hadiah dan Circuit Point tambahan menuju TI. Ketatnya persaingan di Major Turnamen membuat poin-poin dari Minor sangat bermakna bagi tim-tim yang masih cari performa terbaik guna mendapatkan point, minimal mencegah mereka untuk tertinggal lebih jauh.

Berbeda dengan format minor lainnya, dengan hadirkan 9 tim peserta maka format MDL Macau disesuaikan menjadi Round Robin ala marathon berformat BO1. Hanya berlangsung 3 hari, ke-9 tim akan lalui pertarungan panjang hingga total 18 pertandingan selama dua hari pelaksanaan. Sementara babak playoff serta grand final berlangsung di hari terakhir, dimana 4 tim teratas melaju ke babak playoff, dan sisanya mengakhiri perjalanan mereka. Uniknya, tim berperingkat teratas mendapat keistimewaan untuk dapat memilih calon lawan mereka di playoff dari peringkat 3 atau 4.

Yamisok Nobar

PREVIEW dan PREDIKSI

1. Virtus.pro

Ditinggal oleh sang kapten, Solo, sepanjang sisa tahun ini bukan berarti VP menjadi lebih lemah. Penggantinya, ArtStyle, adalah veteran DOTA 2 yang kaya pengalaman dan miliki kemampuan memimpin sama hebatnya dengan Solo. Mantan punggawa Na’Vi ini juga pernah sabet juara TI pertama, hal yang masih kurang di lemari trofi VP. Mendapatkan arahan dari ArtStyle langsung dalam permainan akan perbaiki komando dan kordinasi member VP lainnya.

Hadapi LGD di game pertama, VP tetap diunggulkan terlepas hasil mengecewakan di DreamLeague Major. Alasannya, karena LGD alami momen lebih memalukan pada gelaran Perfect World Masters dengan menjadi satu-satunya wakil Cina yang gagal lolos Group Stage, bahkan tidak mampu raih satu kemenangan pun. VP harus pastikan kemenangan di laga ini karena selanjutnya sudah menunggu dua laga berat versus OG dan LFY.

Tim OG yang masih cari tempat untuk pembuktian berpotensi untuk mengeksploitasi pertahanan VP, terlebih bila VP sudah goyah selepas berhadapan dengan LGD. Kemudian masih harus menahan laju LFY yang mampu naik podium di Perfect World Masters, meski belum setara persaingan kekuatan di Eropa, namun kepercayaan diri tim-tim asal negeri tirai bambu menunjukkan tren kebangkitan, dan VP wajib waspada.

Di hari kedua, VP bisa sedikit istirahat karena hanya jalani 1 pertandingan lawan VG.J Storm, yang kekuatannya masih jadi misteri. Bila menilai dari kemampuan dan pengalaman tim, VP harusnya bisa raih kemenangan hadapi tim 'rookie' dari Amerika Utara ini.

Keesokan harinya, VP jalani laga panas hadapi Na’Vi yang mampu mereka jungkalkan di DreamLeague. Artstyle yang lama berseragam Na’Vi dan miliki keuntungan saat menghadapi tim yang ia kenal luar dalam. Dilanjutkan partai melawan tim penerima 'surprise invite' EHOME, yang juga masih misterius sepak terjangnya karena hanya sedikitnya laga kompetitif yang mereka jalani.

Namun, Cty sang midlaner sempat magang di Secret walau hasilnya kurang memuaskan. Buta peta kekuatan bisa jadi sandungan bagi VP di laga lawan EHOME. Lawan berikutnya adalah Infamous, yang jadi pesakitan di DreamLeague 8, dan bila berkaca dari performa mereka di sana, belum saatnya VP terjegal tim Peru tersebut.

TNC, perwakilan SEA yang menantangnya di partai penutup, dipastikan bermain agresif walau hadapi tim kuat macam VP. Laga mungkin berjalan ketat dan panjang, VP harus pastikan tidak banyak beri nafas untuk tim asal Filipina ini bila tidak ingin kuras tenaga mereka sebelum pertandingan babak playoff.

Digadang sebagai salah satu tim terkuat saat ini, VP berpeluang besar lolos dari penyisihan grup, namun faktor kelelahan bisa dialami member selain Solo yang sudah lebih dulu mengambil 'cuti'. Kami prediksikan VP, yang juga gunakan Minor ini sebagai trial bagi ArtStyle, untuk dapat akhiri turnamen di peringkat 2 - 3.

2. LGD Gaming

Dapatkan jatah direct invite merupakan keuntungan bagi LGD, karena melalui qualifier mereka hanya bercokol di peringkat ke-5. Harus hadapi 'saudara sedarah' di match pertama, tampaknya LGD bakal tergelincir karena LFY jauh lebih diunggulkan bila merunut pencapaiannya belakangan ini. Dimana LFY merengkuh juara DOTA 2 Professional League untuk memastikan lolos ke MDL Macau.

Dua laga selanjutnya juga tanjakan terjal bagi LGD, mengingat Na’Vi dan VP bukanlah tim yang bisa mereka harapkan tergelincir sendiri. Tren performa Na’Vi sedang naik dan mampu imbangi VP di beberapa pertemuan. Bila ingin menang, LGD harus tampil 100x lebih baik dari yang mereka tunjukkan belakangan ini. Manfaatkan keberanian Na’vi melakukan hal-hal beresiko serta mengeksploitasi kelengahan VP yang suka jumawa saat unggul bisa menjadi cara terbaik bagi LGD untuk menyingkirkan keduanya.

Laga selanjutnya mulai memberi harapan bagi LGD, untuk melampaui hadangan TNC, Infamous, dan EHOME dan kesempatan dulang poin maksimal. Saat ini, TNC masih nampak sedikit lebih kuat, dan LGD harus buktikan reputasi mereka sebagai tim disegani di Cina, bukan tim medioker apalagi penghuni juru kunci.

Infamous terus-terusan tuai hasil buruk dan mungkin sudah pengaruhi mental tandingnya, sehingga terbuka peluang bagi LGD untuk memanfaatkannya dalam format tanpa ampun kali ini. EHOME juga butuh waktu adaptasi guna cari irama main terbaik, setelah hanya mampu menang 1 game hadapi VG.J Storm di qualifier The Summit 8. Sementara hasil paling lumayan adalah saat menjadi runner-up The Major League, itupun hadapi tim-tim tier 2 dari region SEA.

Dua pertandingan terakhir, versus OG dan VGJ.Storm, LGD lebih baik tidak memaksakan kemenangan lawan OG untuk tarung habis-habisan dan kalahkan VGJ.Storm di partai berikutnya, sembari berharap poin mereka cukup untuk lalui grup stage.

LGD masih belum meyakinkan untuk jadi pesaing serius, tampil 'konsisten' sebagai tim papan bawah sepanjang gelaran Pro Circuit sejauh ini, kami prediksikan LGD mungkin hanya akan menuai 1 atau 2 kemenangan yang mana tidak cukup untuk loloskan mereka ke playoff.

3. EHOME

Bisa ikuti turnamen minor secara gratis pasti tidak ingin disia-siakan EHOME yang kesulitan tembus scene DOTA 2 di Cina karena permasalahan dengan instansi eSports di sana. Namun apakah kemampuan mereka cukup sebagai pesaing karena hanya nama besar dan reputasi bukan jaminan menjadi juara di turnamen Pro Circuit.

Hadapi OG dan LFY di hari pertama, ajang pembuktian bagi EHOME tunjukan kekuatan mereka. Bila mampu curi poin dari OG, EHOME dipastikan bisa melaju dengan lebih percaya diri hadapi pertandingan selanjutnya. Walaupun kalah, bila EHOME tunjukan potensi sebagai ancaman, setidaknya bisa beri harapan masih ada kesempatan menang jika lawan tim yang lebih lemah dari OG.

Meski LFY merupakan salah satu tim terkuat Cina saat ini di bawah Newbee dan ViCi Gaming, namun semua tim Cina saat ini alami masalah konsistensi dan EHOME bisa manfaatkan itu untuk menjegal LFY. Di seri kedua adalah saatnya EHOME tancap gas, hanya hadapi Infamous dan VGJ.Storm, EHOME wajib hindari label tim pesakitan dengan rebut kemenangan. Diakhiri melawan Na’vi, EHOME baiknya ambil pembelajaran untuk pendekatan terbaik hadapi tim dari barat walau harus terima kekalahan untuk persiapan hadapi VP.

Jumpa VP dan LGD, EHOME punya keunggulan sebagai tim kejutan, gaya permainan mereka belum tertebak dan match sebelumnya akan jadi penilaian apakah tim ini mampu beri perlawanan ke VP. Bila kalah, partai selanjutnya sedikit ringan. Sayangnya sejarah tidak berpihak karena LGD mampu kalahkan EHOME 2-0 pada pertemuan terakhir di kualifikasi The Summit.

Partai terakhir adalah melawan TNC, tim asal SEA yang tidak bisa diremehkan, karena didukung permainan solid walaupun pamornya masih setingkat di bawah Fnatic dan Mineski. Masih sering tergesa-gesa mengambil keputusan di late game bisa jadi opsi bagi EHOME untuk mengulur pertandingan dan tuntaskan pertandingan saat konsentrasi TNC mulai menurun.

Meski hanya sedikit mengikuti turnamen tahun ini, EHOME mampu tuai hasil positif selama keikutsertaannya sehingga partisipasinya kali ini patut diwaspadai. Runner-up di The Major League tidaklah cukup membuktikan kapasitas Sang Raja menghadapi lawan yang miliki kesulitan jauh di atas competitor The Major League.

4. LGD.Forever Young

Mampu juarai kualifikasi DPL Top Season 4 di Cina, tegaskan LFY sebagai tim Cina terbaik yang ikuti minor kali ini. Prestasi mereka di turnamen sebelumnya juga menjanjikan dengan bertengger setidaknya di tiga besar. Bisa dikatakan bahwa tim LFY layak menjadi salah satu unggulan di MDL Macau.

LFY lalui hari pertama yang panjang mendapatkan jatah bermain 5 game. Bersua LGD, OG, EHOME, Na’vi dan VP. Hal yang paling penting dilakukan adalah menjaga stamina, mental dan konsentrasi. Manfaatkan keunggulan hadapi LGD, LFY harus bangun percaya diri untuk tatap pertandingan selanjutnya terutama untuk hadapi tiga tim barat. Untuk regional Cina, LFY hanya perlu waspadai Newbee dan VG, namun ketiadaan mereka otomatis memperkecil saingan mereka di turnamen ini yang hanya sisakan tim kuat macam VP.

Lawan OG akan jadi gambaran seberapa akurat pendekatan LFY menghadapi tim luar karena semakin cepat mereka mampu membaca gameplay lawan maka semakin mudah untuk mencari kelemahan mereka. Terutama OG yang agak kesulitan menemukan pijakan di patch saat ini. Navi dan VP akan jadi batu sandungan namun mereka wajib all-out raih kemenangan bila menilai series 2 LFY bisa istirahat dan baru akan tanding keesokannya melawan tim-tim mudah.

Hari kedua hanya bertemu TNC, Infamous dan VGJ.Storm, kesulitan LFY hanya datang dari TNC. Infamous dan VGJ.Storm harusnya bisa diatasi walau kedua tim punya potensi letupan namun akhir-akhir ini tim kuda hitam yang belum mampu jawab ekspektasi kejutan.

Sebagai salah satu tim unggulan, LFY diunggulan untuk menjuarai Minor ini. Namun mereka selalu gagal raih tempat pertama mengindikasikan mental mereka sering runtuh memasuki babak-babak akhir. Namun juara 2 adalah target minimal yang harusnya bisa dicapai.

  1. TNC

Bukan Fnatic atau Mineski, TNC buktikan masih ada tim kuat untuk diperhitungkan dari Asia tenggara. TNC bahkan berhasil kalahkan 2 tim tersebut untuk bisa lolos ke Main Event MDL Macau. Bila ada tim non-unggulan yang mampu berbicara banyak, TNC harusnya yang buktikan itu.

TNC baru bermain di seri kedua hari pertama, yang artinya mereka punya waktu sedikit mempelajari gaya bermain lawan-lawan mereka terutama macam Infamous, VGJ.Storm, LGD dan EHOME. Memastikan kemenangan atas mereka bisa jadi kunci meloloskan diri dari fase grup. Tim-tim besar juga punya kelemahan yang bisa dideteksi oleh TNC, namun masalahnya terletak pada ketenangan TNC yang harus diperbaiki agar tidak memberi terlalu banyak keuntungan ketika melawat ke VP dan LFY.

Tiga pertandingan awal merupakan pemanasan bagus hadapi Infamous, VGJ.Storm dan LGD. Namun memastikan konsentrasi dan niat menang tetap tinggi harus selalu terjaga, tergelinci satu pertandingan saja bisa pastikan TNC gagal capai target di minor kali ini. Karena selanjutnya 4 lawan berat siap menanti mereka: LFY, OG, Na’vi dan VP bukan tim yang mudah untuk dikalahkan. Peluang terbaik adalah mati-matian ketika hadapi OG yang terkendala temukan irama terbaik dan Na’vi yang tergesa-gesa dalam melakukan serangan. Pertandingan terakhir hadapi EHOME akan jadi penentuan lolos tidaknya TNC ke fase grup bila mereka gagal penuhi target ketika berjumpa lawan-lawan mudah.

TNC kemungkinan besar bisa selamatkan diri mereka dari grup stage, namun apabila gagal pun, mereka hanya berselisih tipis dari peringkat 4.

  1. VGJ. Storm

Sebagai debutan, VGJ.Storm berusaha meninggalkan kesan yang membekas di ajang ini. Tak perlu tampil incar sempurna, VGJ.Storm baiknya bermain lepas apapun hasilnya nanti. Berada di peringkat terakhirpun tidak membuat malu bagi tim debutan, dan berada di papan tengah adalah keberhasilan. Tak perlu berbicara target selain pertandingan pertama yang akan dijalani hadapi VP.

Langsung bertemu lawan kuat bisa jadi kesempatan emas untuk all-out tunjukan skill dan draft-draft nyentrik untuk kelabui prediksi lawan. Meskipun kalah namun strategi pemanasan tersebut akan jadi pertimbangan bagi lawan selanjutnya. Dilanjutkan dengan TNC, Infamous dan EHOME adalah saatnya pertaruhan. Sebagai tim, VGJ.Storm memang anak baru namun secara skill wakil Amerika Utara ini mampu imbangi, lolos dari North Amerika Qualifier adalah buktinya bahwa VGJ.Storm punya kapasitas untuk bersaing di scene Amerika Utara.

Empat pertandingan terakhir hadapi LGD, OG, LFY dan Na’Vi. VGJ.Storm mungkin punya kans gulingkan LGD, namun pertemuan melawan tim Cina akan selalu menjadi pengalaman yang menyulitkan. Meskipun VGJ.Storm harus mengakhiri turnamen ini tanpa kemenangan, namun pengalaman mengikuti MDL Macau lebih berharga untuk modal mereka di turnamen berikutnya.

  1. Infamous

Kecewa berat dengan penampilan DreamLeague 8 kemarin, belum ada tanda-tanda bahwa Infamous akan bangkit. Tampak kesulitan tunjukan keberanian khas tim Amerika Selatan, draft-draft Infamous mudah diprediksi dan terlalu kaku.

Di hari pertama, lawan-lawan mereka cukup seimbang, mulai dari TNC , EHOME sampai VGJ.Storm. Namun format BO1 memastikan hanya ada satu pemenang sehingga minim waktu adaptasi bagi Infamous kembalikan mental bermain mereka. Hari kedua tak lebih mudah, duo Cina, LGD dan LFY plus duo CIS Navi dan VP. Infamous akan jadi lumbung angka bagi keempat tim. Pertandingan terakhir versus OG juga rumit, walau mereka mungkin bisa sedikit sentil OG bila mereka masih punya kemauan bermain.

  1. OG

Salah satu tim papan atas yang belum rengkuh satupun circuit point, OG alami kesulitan di banyak kualifier maupun main event. Padahal OG selalu raih hasil positif walau sering tidak diunggulkan, namun cerita tampak berbeda tahun ini. Entah OG kesulitan dengan meta saat ini atau kohesi pemainnya belum matang semenjak pergantian Ana dengan Resolution, yang jelas Midas Mode akan jadi ajang titik balik perjalanan OG tahun ini.

OG akan tampil berturut-turut hadapi tim Cina EHOME dan LFY, walau mungkin mampu lewati hadangan EHOME, lawan LFY akan penuh tantangan. Bila berhasil pun lawan selanjutnya tidak kalah mematikan, VP telah menanti. Meski pertarungan terakhir kedua tim berakhir imbang di DreamLeague kualifier, namun VP tunjukan kematangan strategi menghadapi format turnamen panjang sementara OG banyak kehilangan angka di match pertama. Hal ini pertanda buruk untuk OG yang cenderung raih imbang dalam format BO2 atau comeback dalam BO3.

Hari pertama diakhiri dengan pertemuan lawan CIS lainnya yakni Na’Vi. Pertemuan kedua tim juga berimbang dengan saling mengalahkan 2-0 di Midas Mode dan 1-1 pada DreamLeague Qualifier. Namun lagi-lagi format BO1 menentukan sehingga tidak ada waktu gunakan strategi cadangan di MDL Macau.

Hari kedua bisa jadi momen OG bantai habis lawan, bertemu lawan yang relatif mudah seperti LGD, TNC, Infamous dan VGJ.Storm, OG hanya perlu waspadai TNC. Bila OG mampu raih 6 kemenangan, rasanya cukup untuk pastikan lolos ke fase grup sekaligus kandaskan peluang Na’vi atau VP agar pesaing menuju tangga juara makin terbuka.

  1. Natus Vincere

Mampu tampil di dua event pro circuit berturut-turut pertanda Na’vi bukan hanya comeback tapi juga mengalami peningkatan performa. Kompetisi di CIS/Eropa sangat ketat dan bisa lolos dari persaingan disana akan mempertebal mental dan percaya diri Na’vi menghadapi lawan-lawan kuat.

Serupa dengan OG, Navi akan back to back hadapi tim Cina LGD dan LFY. Performa Na’vi saat ini harusnya bisa menangkan laga lawan LGD dengan mudah dan mungkin sandung LFY dari persaingan juara. Kemudian dihadapkan dengan OG di series kedua, rival ini selalu berbagi angka dalam beberapa kali pertemuan dan akan sangat menentukan siapa yang bisa unggul lebih awal. Bila Navi tergelincir, laga lawan EHOME wajib dimenangkan untuk jaga harapan lolos ke grup stage.

Hari kedua rival sulit kembali menghadang, kali ini VP yang rajin cari masalah. Namun terakhir Na’vi harus akui keunggulan VP, balas dendam jadi misi Navi untuk samakan kedudukan pertemuan terakhir. Infamous, TNC dan VGJ.Storm akan jadi laga penutup. Untuk Na’vi, pertemuan dengan ketiga tim akan jadi yang pertama setidaknya dalam satu tahun terakhir. Hadapi lawan baru, Na’vi harus waspada terutama tangkal agresi early game yang dimiliki ketiga tim terutama TNC dan Infamous.

Bila Na’vi mampu kalahkan setidaknya satu rival berat seperti OG, VP atau LFY, Navi dipastikan aman melaju ke grup stage dan setidaknya amankan posisi 3 besar.

Makin penasaran nih kira-kira siapa yah yang bakal jadi juara MDL Macau?