Esports

Lika Liku EVOS Esports Hingga Sukses Dominasi MPL S4

Rendy Lim
22/10/2019 14:35 WIB
Lika Liku EVOS Esports Hingga Sukses Dominasi MPL S4
Apakah Mobile Legends Pro League Season 4 adalah saatnya untuk EVOS Roar?

Kekalahan EVOS Esports pada grand final season pertama MPL mungkin bukan awal yang baik bagi tim ini, namun tidak berhenti di sana, harimau putih tetap maju menghadapi segala macam rintangan yang ada hingga kali ini mereka sukses bertengger di puncak klasemen regular season MPL ID S4. 

Season ini menjadi bukti keberhasilan EVOS dalam menghadapi berbagai masalah hingga akhirnya mengantarkan mereka menuju panggung utama Grand Final MPL ID S4 bersama dengan 5 tim lainnya untuk memperebutkan titel tim Mobile Legends terbaik serta hadiah lebih dari 300.000 USD, bertempat di Tennis Indoor Senayan pada 26-27 Oktober 2019 dan dipersembahkan oleh Xiaomi Blackshark dan disponsori oleh DANA. 

Sebelum hasil manis mereka di season 4, EVOS memiliki catatan pahit dari MPL ID S1 hingga S3. Pada regular season MPL S3, EVOS hanya mampu bertengger di posisi 6, di bawah ONIC, Aerowolf, SFI Critical, Louvre dan PSG.RRQ. Tim yang dahulu diperkuat oleh JessNoLimit ini bahkan tidak dapat mengamankan posisi 5 besar. Tidak hanya itu, hasil catatan dari 11 pertandingan hanya memberikan 5 kemenangan untuk tim harimau putih ini dengan winrate di bawah 50% secara keseluruhan. 

Meskipun lolos ke babak playoff, EVOS Esports harus kembali mengalami mimpi buruk akibat ditumbangkan oleh Alter Ego dalam match awal, membuat mereka pulang di hari pertama Grand Final. Kekalahan 2-0 di lower bracket memang tak disangka oleh banyak orang, apalagi EVOS saat itu dikenal sebagai organisasi esports besar yang memiliki komposisi roster bermutu. 

Lalu bagaimana akhirnya EVOS bisa tampil gemilang di Season 4? Untuk mengulik lebih dalam mengenai performa manis EVOS di season 4, Ade Setiawan Pamungkas selaku Data Analyst Mobile Legends dari EVOS Esports memberikan pendapatnya. 

Pemain yang menjadi pilar penting dari EVOS menjadi pembahasan pertama, absennya JessNoLimit , masuknya Rekt, hingga pemain baru seperti Luminaire tentu mengubah penuh komposisi pemain dibanding season pertama MPL. Tujuan reshuffle, ungkap Ade merupakan keputusan penuh dari manajemen dan target untuk memenangkan MPL ID season 4 menjadi prioritas. Ditambah lagi kebijakan MPL S4 yang memastikan minimal pemain dalam satu tim 6 orang dan maksimal 10 orang. 

Mencari chemistry yang tepat menjadi alasan utama terjadinya perombakan habis roster EVOS Mobile Legends. Selain itu, beberapa pemain memang memilih rehat dari ranah profesional hingga keinginan untuk melanjutkan kuliah. Mulai dari keputuskan hengkang dari JessNoLimit yang memilih fokus pada konten Youtubenya hingga mantan pelatih EVOS, Gemik yang menjabat di MPL ID S3 juga mengundurkan diri dari posisi hangatnya. 

Ade menjelaskan bahwa pada MPL ID S3 persoalan yang paling kelihatan adalah persiapan yang jauh dari kata matang. Kesalahan-kesalahan kecil masih terus diperbuat dan harus dibenahi mulai dari internal tim. Evaluasi juga telah dilakukan dan review secara mendalam dari segi performa serta mentalitas para pemain, sehingga EVOS bisa lebih sigap jika hal serupa kembali terjadi kedepannya. 

Roster Mobile Legends EVOS saat ini mungkin bisa dikatakan cukup segar meskipun Rekt dan Donkey memang sempat memperkuat tim ini di awal pembentukannya. Nama-nama baru seperti Muhammad 'Luminaire' Ichsan, Muhammad 'Wann' Ridwan menghadirkan pembeda di sisi keseimbangan tim, hingga sosok pelatih baru EVOS, Bjron 'Zeys' Ong berhasil menghadirkan strategi berbeda yang ampuh. 

Meskipun begitu, dalam hal pembahasan strategi, tidak ada kiat ataupun formula khusus dibalik cemerlangnya performa EVOS. Karena dari segi statistik, EVOS gagal menempati posisi teratas baik untuk total kill maupun assist selama delapan pekan regular season. Untungnya dari segi GPM, EVOS mencatat posisi kedua terbaik dengan selisih satu angka dengan RRQ di 641 Gold per Minute (GPM). Hal ini membuat EVOS sepertinya lebih mengutamakan objective seperti tower dan turtle dibanding pertarungan tanpa henti. 

Catatan statistik juga memperlihatkan tim ini paling rajin kedua dalam urusan membunuh Turtle, menorehkan permainan early yang solid dan memberikan efek snowball hingga akhir pertandingan. Berkaca dengan pertanyaan serupa, saat disinggung soal strategi alternatif untuk babak Grand Final, Ade mengatakan bahwa EVOS sudah menyiapkan kejutan untuk babak playoff. 

Mengantongi win rate 72% selama regular season ditambah taktik rahasia yang belum ditunjukkan membuat EVOS seakan menyalakan sinyal perang kepada tim-tim lainnya. Namun meski berada di posisi favorit, EVOS tidak merasa di atas angin,  karena setiap tim pasti memiliki titik lemah dan termasuk EVOS yang sudah berbenah diri dengan Bjron dengan mengarahkan pemainya. Peran penting saat ini ada di pemain itu sendiri, komitmen untuk menang dan chemistry yang kuat bisa membuat EVOS seakan tidak memiliki titik lemah dan dapat berkembang dengan sangat pesat.

Keuntungan satu kemenangan dibabak playoff memang sedikit meringankan beban EVOS, namun tim ini tetap harus waspada dengan tim yang berhasil mengalahkannya di babak regular season. Tercatat beberapa tim berhasil membungkam EVOS, mulai dari Aura Esports di pekan ketiga, hingga Alter Ego yang mengalahkan EVOS dua kali di pekan kedua dan keenam. 

Untungnya, EVOS tidak akan bertemu Alter Ego lebih awal karena bracket playoff yang akan mempertemukannya dengan pemenang antara Aura atau ONIC. Disisi lain, Alter Ego akan berhadapan dengan Bigetron dan pemenangnya akan menjamu sang jawara MPL ID Season 2, RRQ. 

Mampukah EVOS mengubur kutukan runner-up selama kiprahnya digelaran MPL Indonesia? Akankah analisa dan strategi tim lain justru lebih manjur dalam mematahkan prediksi banyak orang? Ataukah ini saatnya tim underdog yang mengambil perhatian di panggung utama Grand Finals MPL ID Season 4

Saksikan langsung Grand Finals MPL ID S4 di Tennis Indoor Senayan pada tanggal 26 dan 27 Oktober 2019 yah Sobat Esports, selain acaranya gratis, kamu juga bisa mendapatkan hadiah berupa diamonds selama cara untuk penonton yang beruntung.