Deretan Atlet Pro yang 'Kecanduan' Game Call of Duty

Billy Rifki
02/12/2017 11:58 WIB
Deretan Atlet Pro yang 'Kecanduan' Game Call of Duty
Google Images

Bermain game merupakan hobi yang sulit hilang dari sesorang, terlepas dari usia yang makin matang ataupun kesibukan yang menghinggapi mereka. Seseorang berjiwa gamer sejati akan selalu menyempatkan waktu untuk memainkan game kesukaannya. Hal ini bisa kita temui pula pada sosok atlet-atlet profesional berikut yang masih setia memainkan game favorit mereka, Call of Duty. Padatnya jadwal bertanding dan latihan setiap harinya tidak menghalangi mereka untuk bermain bahkan kongkow bersama atlet lain sambil mabar (maen bareng) FPS 'candu' tersebut.

Yamisok Nobar

1. Alejandro Villanueva, seorang offensive tackle dari Pittsburgh Steelers. Sebelum menjadi seorang atlet, ia adalah mantan prajurit militer Amerika. Kiprah militernya cukup cemerlang dan dianugrahi medali keberanian karena aksinya menyelamatkan sesama prajurit dari gempuran peluru yang mengepung pasukannya saat tugas di Afghanistan.

Ketika tidak sedang menjalankan kewajiban militernya, Villanueva bersama rekan prajurit lainnya lebih sering menghabiskan waktu dengan bermain Call of Duty sebagai hobi 'pelarian' favorit prajurit Amerika yang tergabung dalam 75th Ranger Regiment. Villanueva menceritakan bagaimana suatu ketika saat pasukannya diberangkatkan ke zona misi, sembari menunggu untuk di-briefing mereka akan bergegas menuju tenda peristirahatan untuk memainkan COD, sebuah game bertemakan peperangan yang notabene segera mereka lakukan dengan sungguh-sungguh beberapa saat kemudian.

Rampung kuliah dan begitu masa pelatihannya di West Point selesai, ia membeli konsol game dan mulai bermain CoD. Menurutnya, bila sesorang mengaku sebagai pemain hebat, mereka harus membuktikannya baik itu di lapangan sebagai atlet maupun sebagai gamer saat memainkan CoD. Karena konsistensi permainan mereka akan terlihat sendiri saat bermain, dan itu tidak bisa ditutupi.

Villanueva mengakui bahwa dirinya adalah tipe pemain CoD yang tidak egois namun kurang sabar, dimana ia akan berdiri paling depan berkonfrontasi dengan musuh sambil berlarian dengan gila sambil berharap rekannya di belakang mampu memanfaatkan kesempatan membunuh lawan. Villanueva beruntung terpilih menjadi salah satu karakter model yang dipampang dalam game mode terbaru dari Call of Duty : World War II, Headquarters.

2. Justin Bour (Baseball, First Baseman, Miami Marlins) adalah seorang atlet baseball profesional dan penggila game yang sudah bermain di berbagai macam konsol seperti Super Nintendo, N64, XBOX, dan PlayStation. Sejak menjajal COD, ia langsung ketagihan. Justin menuturkan bahwa pekerjaan sehari-harinya sebagai atlet dan kegemarannya bermain game memiliki banyak kemiripan serta sangat berkaitan.

Gamer COD harus memiliki kesabaran dalam mengambil tindakan atau keputusan, yang mana gegabah berarti mati. Begitupun di baseball, sebagai atlet, ia harus terus berlatih untuk tetap tajam dan terasah, dengan begitu tangkapan maupun pukulannya akan selalu pada performa terbaik. CoD pun mengajarkannya untuk bangkit dari kesalahan dan kekalahan, karena kita harus menyadari bahwa tidak semua pertandingan bisa dimenangkan. Namun, kita selalu punya kesempatan untuk bangkit dan memikirkan strategi terbaik untuk keluar sebagai pemenang di partai selanjutnya.

Ketika sedang tidak bertanding atau berlatih, Justin selalu membawa koper penuh berisikan perlengkapan game plus TV untuk kebutuhan gaming on the go-nya, dan meluangkan waktu untuk bermain sesaat begitu sampai di hotel.

3. Karl-Anthony Towns (Basketball, Centre, Minnesota Timberwolves) mulai 'kecanduan' bermain CoD sejak keluarnya seri Call of Duty 3. Dia menuturkan bahwa Call of Duty adalah pelarian yang bagus bagi para atlet karena game ini memberikan kesempatan bagi pemain untuk jadi bintang permainan, yang juga didambakan oleh semua atlet saat bertanding. Dikenal sebagai atlet yang flexible dan versatile di lapangan, Karl juga mengadopsi gaya permainan sama dalam bermain Cod, namun ia mengaku lebih suka dengan tipe 'hit and run'. Dia ingin berada dalam pertempuran ketimbang mencari rasio kill, dimana pertempuran berakhir di tangannya.

Karl mengakui bahwa permainan basketnya bisa berkembang juga ada hubungannya dengan kegemarannya bermain CoD. Khususnya aspek kordinasi mata dan tangannya yang semakin terasah berkat permainan ini. Dalam CoD, semakin sering kita bermain maka makin terlatih untuk mengenali gerak-gerik lawan serta menyesuaikan tindakan secara tepat dan cepat. Dan ia menerapkan hal yang sama dalam permainan basket profesionalnya.

Sejauh ini, dia telah bermain dengan berbagai rekan atlet dan mengungkap bahwa Michael Phelps, sang perenang fenomenal dunia, adalah salah satu gamer CoD terbaik, dan mereka telah membentuk tim bersama. Demi kebutuhan hobi main gamenya, Karl selalu membawa perlengkapan konsolnya kalau-kalau ada waktu senggang.

4. Eric Ebron (Tight End, Detroit Lions) mulai tertarik CoD ketika masih menjadi rookie di SMA. Game ini tidak bisa dimainkan setengah-setengah. Agar jadi pemain bagus, butuh konsentrasi dan kewaspadaan penuh. Hal itu menurutnya juga sangat membantu dalam pekerjaannya sebagai atlet pro. CoD meningkatkan kewaspadaannya, ketelitian terhadap hal-hal kecil, dan insting yang tentunya juga krusial di dunia olahraga. Sebagai gamer, dia adalah tipikal pemain yang selalu bergerak mencari mangsa, tidak pernah berdiam di satu tempat.

Apa yang membuat Call of Duty sangat menarik bagi para atlet? De’Aaron Fox, point guard dari Sacramento Kings menyebutkan bahwa CoD adalah permainan yang berbeda, dan para atlet yang kerap merasa jenuh memikirkan pertandingan sehingga melihat CoD sebagai game yang mampu memberi nuansa lain bagi para mereka untuk sejenak melupakan aktifitas rutinya sehari-hari.

Banyaknya atlet olahraga profesional yang menggandrungi game ini dimanfaatkan dengan baik oleh Activision untuk menjadi sarana promosi dan kampanye positif bertujuan menarik fans mereka untuk bermain game miliknya. Melibatkan atlet seperti bintang LA Lakers, Kobe Bryant di 2010, sebagai atlet profesional pertama yang diikutsertakan jadi bagian kampanye iklan 'There’s A Soldier in All of Us' promo Call of Duty. Tahun-tahun berikutnya, deretan atlet profesional makin mengkilap dengan masuknya bintang NBA Kevin Garnett, Marshawn Lynch dari Seattle Seahawks, peraih medali emas olimpiade Michael Phelps, pegulat UFC Conor 'Notorious' McGregor, dan pembalap Formula 1 Lewis Hamilton.

Call of Duty adalah seri game keluaran Activision yang menuai sukses besar di kalangan gamer. Terjual lebih dari 250 juta kopi, atau setara dengan keuntungan 15 milyar dolar AS untuk sang pengembang sejak tahun 2003, saat game ini pertama kali dirilis. Saat ini, CoD telah keluarkan edisi terbarunya, Call of Duty: World War II, yang melibatkan para prajurit perang nyata sebagai karakter dalam game, yang juga penggemar garis keras serial COD.

Seri CoD terbaru ini telah menorehkan angkan penghasilan sekitar 500 juta dolar AS di minggu pertama penjualan, dan menjadikannya sebagai game dengan tingkat jaringan pengguna tertinggi pada konsol serta PC, sekaligus didaulat sebagai game dengan penjualan digital tertinggi sejak rilis perdana. Serupa dengan kebanyakan FPS lainnya, tujuan bermain game ini sangat mudah yakni, Membunuh atau Terbunuh! Arungi mode solo campaign maupun variasi mode yang lebih menantang secara multiplayer seperti Team Deathmatch, Search and Destroy, dan Capture the Flag.