Inovasi & Otentik Jadi Kunci Riot Games Buat Event Esports Ikonik

Billy Rifki
23/11/2021 14:57 WIB
Inovasi & Otentik Jadi Kunci Riot Games Buat Event Esports Ikonik
sportsbusinessjournal.com

Riot Games dikenal sebagai developer dan publisher untuk game esports populer macam League of Legends dan Valorant. Selain fokus mengembangkan game yang dicintai oleh banyak gamer, Riot punya keunggulan dari sisi entertainment yakni kerap menyajikan hiburan yang megah dan mewah diberbagai ajang turnamen resmi mereka.

Dimulai pada tahun 2014 saat mereka merilis lagu orisinil berjudul "Warriors". Berkolaborasi dengan grup band terkenal asal Amerika Serikat, lagu tersebut diperdengarkan pada World Championship atau Worlds 2014 di Korea Selatan. Lagu Warriors tak sekedar jadi musik di upacara pembuka saja, tapi lantunan lagu dari awal sampai akhir seakan mengiringi kisah perjuangan para peserta Worlds dan fans yang menyaksikan. Setelahnya, lagu-lagu "ciptaan" Riot menjadi ikon yang wajib ada di tiap penyelenggaraan event seakan hal ini setara dengan lagu wajib nasional untuk event Riot atau juga dianggap seperti tradisi.

Yamisok Nobar

Lagu tersebut tak datang sendiri, ada juga video musik yang tak kalah keren berbalut animasi khas League of Legends. Sampai League of Legends percaya diri membuat serial animasi Netflix berjudul "Arcane" yang dapat penilaian positif dari fans penggila LOL maupun sekedar penikmat film secara umum.

Tren adaptasi video game jadi serial memang bukan diinisiasi oleh Riot Games. Untuk kategori game esports, DOTA 2 sudah lebih dulu merilis Dragon's Blood. Namun, dengan gaya animasi yang mempertahankan tampilan League of Legends, serial Arcane dianggap lebih sukses menjawab ekspektasi penggemar. Menonton Arcane tak ubahnya melihat berbagai konten cinematic League of Legends di YouTube. Penuh aksi dan pertarungan sengit dengan alur cerita yang mudah dimaknai.

Menurut Toa Dunn, Pimpinan divisi musik dari Riot Games mengatakan kalau kunci sukses Riot Games adalah menghasilkan karya-karya yang organik sehingga banyak orang yang menantikan dan mengenali kalau Riot punya ciri khas tersendiri. " Ada sebuah ide tentang keaslian. Kami mempunya rumah produksi khusus musik tim musik, jadi musik-musik ini diciptakan oleh kami di Riot. Kita bukan sekedar fans atau pemain League of Legends, jadi karya kami harus otentik" ucapnya dikutip dari sportsbusinessjournal.com.

Di tahun 2018, Riot membuat gebrakan baru dengan menciptakan sekelompok "avatar" girl band Korea bernama K/DA yang berisikan empat champhion dari League of Legends. Salah satu lagu dari K/DA yakni POP/STARS merupakan konten Legue of Legends yang paling banyak ditonton sebanyak 474 juta kali ditonton. Lebih banyak dari video musik Warriors yang ditonton sebanyak 339 juta kali.

Jangan lupa kejeniusan Riot menghadirkan augmented reality berupa Elder Dragon pada Worlds Final 2017 serta para member K/DA yang tampil bersama sosok penyanyi asli di event Worlds 2018 dan opening ceremony Worlds 2020 di Shanghai. "Gimik" mahal tersebut sukses menciptakan ciri khas, orisinalitas dari Riot Games sebagai developer, publisher dan penyelenggara event esports.

Riot CEO Nicolo Laurent mengatakan masa depan dari gaming dan industri hiburan akan jadi pondasi yang saling membangun. Ia mencontohkan anaknya yang saat ini menyukai "Frozen" dan memiliki segala koleksi tentang karakter Disney tersebut. “Ku rasa saat kamu menjadi fans atas sesuatu, kamu melihat lebih jauh dari garis-garis tradisional produk tertentu. Aku punya beberapa anak dan mereka sedang dalam fase ngefans dengan "Frozen". Anak gadisku menonton semua film-nya, mengoleksi bonekanya, mendengarkan musiknya, kita pergi ke taman dan melihat atraksi musicalnya. Apa itu hiburan? Itu semua adalah bagian dari hiburan." ucap Nicolo

Dia menambahkan, ada garis kabur dalam masa depan dunia hiburan di mana pecinta esports bisa menikmati esports atau video game dari sisi turnamennya, juga dari film, musik dan segala hal yang berkaitan dengan produk atau IP tersebut. Ia bahkan yakin kalau film-film nantinya tak akan lagi mengadaptasi dari komik melainkan dari video game yang telah diwujudkan lewat Arcane.

Memang event-event di Riot wajib banget dinantikan karena selalu menunjukan hal baru namun sangat khas cita rasa Riot Games. Apalagi mereka tak cuma bisa menghasilkan game berkelas seperti League of Legends tapi juga musik dan film yang tak kalah bagusnya.