Esports

Langgar Kode Etik, Dua Pemain Oxtrade IFeLeague 1 Dapat Sanksi Tegas!

Michael
18/11/2021 14:34 WIB
Langgar Kode Etik, Dua Pemain Oxtrade IFeLeague 1 Dapat Sanksi Tegas!
Ady Qwa (Madura United) dan Eky Ramadhan (Persik Kediri)

Indonesian Football e-League selaku penyelenggara Oxtrade IFeLeague 1, memberikan sanksi kepada pemain dari Madura United yaitu Adyatma Priady, dan pemain dari Persik Kediri yaitu Eky Ramadhan mendapatkan sanksi dari pihak klubnya.

Berdasarkan hasil investigasi dari operator Oxtrade IFeLeague 1, telah ditemukan bukti lengkap bahwa pemain Madura United yaitu Adyatma Priady (Ady QWA) melakukan pelanggaran kode etik terhadap regulasi atau Rules of The Game dari Oxtrade IFeLeague 1, tentang tugas dan kewajiban pemain pada masa periode liga berlangsung.

Berdasarkan Surat Keputusan No.01.010/SK/SVI/X/2021, pihak operator memberikan sanksi kepada klub Madura United berupa pengurangan poin sebanyak 6 (enam) poin dan mewajibkan klub untuk melakukan pergantian pemain disisa Matchweek yang akan berjalan.

Sedangkan, berdasarkan Surat Keputusan No.01.020/SK/SVI/X/2021 yang diberikan oleh pihak operator kepada klub, pihak manajemen Persik Kediri memutuskan untuk mengakhiri kontrak Ekki Rahmadan Diharja sebagai pemain representatif dari Persik Kediri. Hal ini dikarenakan pemain yang bersangkutan tidak memenuhi kewajiban sesuai dengan kontrak antara Persik Kediri dengan Player, oleh sebab itu, pihak manajemen memutuskan untuk mengganti pemain yang akan merepresentatifkan Persik Kediri di sisa Matchweek yang akan datang.

Meski belum mendapatkan secara detail pelanggaran kode etik apa yang dilakukan kedua pemain tersebut, namun setelah melihat tayangan ulang di youtube, terlihat bahwa Eky (Persik Kediri) seperti tidak berniat untuk memenangkan pertandingan. Hal ini juga diperkuat komentar beberapa penonton setia Oxtrade IFeLeague 1 yang menduga adanya "main mata" diantara kedua pemain. 

Hal tersebut merupakan langkah dari operator untuk menciptakan kompetisi yang menjunjung tinggi sportifitas, serta bentuk respon dari operator atas pelanggaran yang terjadi, agar hal seperti ini tidak terulang kembali.