Yamaha November

Chan 'WinteR' Litt Binn, Sosok Pelatih 'Serba-Bisa' dan Pemersatu di Mineski

Billy Rifki
31/12/2017 13:00 WIB
Chan 'WinteR' Litt Binn, Sosok Pelatih 'Serba-Bisa' dan Pemersatu di Mineski
Mineski.net

Bermodalkan kemampuan sebagai komentator, analis, player, coach, dan manajer, Chan 'Winter' Litt Binn merupakan sosok serbabisa yang pasti dikenal oleh para fans DOTA 2. Saat menjadi komentator dan analis, masukannya sangat tajam dan pemahamannya mendalam tentang dinamika dalam permainan. Hal ini pula yang memicu ketertarikan GoDz untuk mengajaknya bergabung dalam jajaran Beyond the Summit.

Article Banner IESF

Pria asal Malaysia ini terkenal dengan kemampuan drafting-nya semasa masih aktif menjadi player, dan momen paling memorable adalah saat WinteR menunaikan masa baktinya di Orange Esports dan MUFC, dimana keduanya berhasil ia antarkan untuk berlaga di TI2 dan TI3. Tak heran, mengingat sebelum beralih ke pro player DOTA 2, dirinya adalah pemain catur nasional, pemegang gelar juara catur junior yang telah mewakili Malaysia dalam berbagai kejuaraan tingkat ASEAN, di India, dan juga Vietnam.

Selain menjadi analis, saat ini Winter juga disibukkan dengan tugas melatih. Dan bukan sembarang tim, karena dia kini membawahi tim sekelas Mineski yang berisikan para pemain legendaris SEA. Meskipun tantangannya berat, apalagi untuk orang-orang yang membayangkan sulitnya bekerjasama dengan Mushi yang terkenal tempramen. Hasilnya, Mineski tampil menjanjikan bukan hanya di ranah SEA, namun juga gondol gelar juara di PGL Open Bucharest, bulan Oktober silam.

Dalam curhatannya yang terangkum dalam Mineski.net, WinteR menceritakan pengalamannya bergabung dengan Mineski adalah keputusan mudah karena tim ini sangat cocok dengan dirinya. WinteR pernah bermain dengan Mushi dan ninjaboogie sebelumnya dan mengenal iceiceice sejak masih bermain DotA. Selain bertugas memberi pemahaman, WinteR juga berperan memberi masukan dalam hubungan sosial para pemain. Dia memastikan fokus tim dalam berkompetisi tidak terganggu hal-hal yang mungkin terjadi di kehidupan nyata sehingga secara keseluruhan tiap pemain lebih bertanggung jawab pada kehidupan profesional mereka.

Dalam beberapa kesempatan, WinteR juga ambil alih tugas manajerial untuk tim Mineski, meskipun ia menyatakan sangat sulit melakukan keduanya, mengamati anak didiknya mengatur strategi selagi mengurus keperluan logistik tim selama melakukan perjalanan atau kebutuhan sehari-hari mereka.

Apa yang diterapkan WinteR di Mineski adalah menghindari sikap saling menyalahkan. Karena hal itu bisa mengganggu harmonisasi dalam tim. Daripada berkutat dengan mempersoalkan kekalahan atas salah siapa, WinteR mendorong anak didiknya untuk bersama-sama bermain lebih baik di pertandingan selanjutnya.

Meski begitu, tetap tugas seorang pelatih untuk menganalisa kekurangan dan kelebihan tiap pemain sehingga persiapan yang dilakukan WinteR biasanya dilakukan sebelum dan sesudah permainan. Walaupun Valve kini mengizinkan adanya orang keenam yang bisa ikut dalam proses drafting di panggung, namun hal itu tidak berpengaruh banyak. Tim biasanya telah memiliki strategi sahih sebelum memasuki pertandingan dan kehadiran WinteR di sana hanya menyediakan pandangan berbeda bila melihat lawan mungkin melakukan manuver-manuver nyeleneh dalam drafting.

WinteR dan kelima member Mineski merupakan sosok yang telah lama berkecimpung di DOTA 2. Dan wajar mereka semua memiliki pendapat kuat tentang sudut pandang bermain yang baik. Namun dalam keberagaman itu, kepercayaan tetap jadi hal penting dalam sebuah tim. Menemukan jalan tengah dan kompromi adalah hal terpenting dalam menemukan solusi. Bila ada satu pendapat yang tidak disetujui anggota lain, maka hal itu tidak berakhir baik. WinteR selalu mendorong jalan tengah yang bisa diterapkan oleh tiap member Mineski.

Seperti halnya Mushi yang terkenal keras kepala. Itu bukan karena sikapnya sekedar temperamental, namun ia adalah perfeksionis dalam bermain. Kemenangan adalah hal yang paling diinginkan Mushi dan ia tak segan untuk blak-blakan menyorot kesalahan rekannya bila ia merasa hal tersebut jadi faktor kekalahan. Namun bukan berarti ia anti-kritik, bila rekannya mampu menyampaikan kesulitan dan apa yang harusnya dilakukan lebih untuk membantu mereka, Mushi ikut berintrospeksi karena hubungan yang baik berjalan dua arah.

Sifat keras kepala Mushi-lah yang menjadikan dia pemimpin yang baik dalam permainan. Ia melihat garis besar dalam suatu game dan bertindak konsisten sesuai dengan pemikirannya. Begitu pula dengan Iceiceice yang terkenal dengan keberaniannya. Aksinya yang nyentrik terkadang sulit membedakan apakah ia sedang melakukan hal jenius atau sekedar nekad. Namun sikap seperti itu yang menjadi kunci bagi seorang pemain besar, orang yang berani mendorong kemampuan diri mereka sendiri di tiap kesempatan.

Jabz adalah salah satu kunci permainan Mineski saat ini. Ia serbabisa dan menerima kritikan dengan baik. Itulah yang menyebabkan level permainannya sangat meningkat sekarang. Namun kelemahannya, Jabz suka bermalas-malasan dan butuh dorongan untuk mengeluarkan kemampuan terbaiknya. Tak jauh berbeda, ninjaboogie juga sedikit 'lambat panas' dan mudah terpancing, namun dia mampu berperan sangat baik sebagai jembatan bagi tiap anggota Mineski. Dia mampu menjelaskan rencana dengan komunikasi yang baik ke tiap anggota Mineski sehingga eksekusi di permainan jadi lebih solid.

Berbeda dengan yang lain, NaNa (Moon) adalah yang terburuk dalam komunikasi. Sungguh menyulitkan untuk bermain dengan tim yang kurang ekspresif dalam menuangkan idenya, namun mungkin itu dikarenakan kendala bahasa yang kurang fasih. Meski begitu, NaNa menebusnya dengan sikapnya yang pekerja keras, kemauan belajar dan konsistensi dalam permainan. NaNa adalah member yang melihat replay pertandingan lebih banyak dari anggota lain. Dan terbukti bagaimana solidnya dia menjaga midlane dari Mineski dan sangat efektif ketika melakukan gank ataupun membuka ruang bagi Mushi melakukan farm.

Sejauh ini, WinteR telah bersama Mineski sejak PGL Minor, membantu dalam urusan draft dan masukan-masukan lain. Kebangkitan Fnatic agak menyandung langkah Mineski kembali kuasai takhta di SEA, namun WinteR telah menelaah bagaimana pentingnya perubahan patch baru dalam kuasai early game. Terutama faktor denied dan perubahan exp yang membuat tempo permainan di early jadi lebih cepat dan makin agresif.

Meskipun adaptasi patch baru harus dibayar mahal dengan kehilangan 3 online qualifier, diantaranya DreamLeague Major, Mineski berhasil mengamankan tiket ke Galaxy Battle Major. Ini pertanda bahwa Mineski telah menemukan sela terbaik untuk terapkan patch terbaru dan bersiap kembali unjuk gigi untuk raih poin maksimal di Pro Circuit selanjutnya.

WinteR menyarankan bagi pemain dan tim yang bermimpi untuk berhasil di dunia eSports adalah jangan mudah menyerah. Jangan terlalu mendengarkan cemoohan orang tapi tetap berusaha untuk memperbaiki permainan individu dan tim. Bersikap rendah hati tak peduli apapun skillmu saat ini, maka kamu akan belajar lebih cepat dari orang lain. Kerja keras akan selalu terbayarkan, termasuk di eSports. WinteR kini telah sukses dan memiliki Mineski Infinity, sebuah netcafe dengan kualitas tinggi di Kuala Lumpur, yang jadi sumber pendapatan pastinya.

Meskipun mengakui masih ada jiwa kompetitif dalan hatinya, namun WinteR akan bertahan menjadi analis, terutama melatih Mineski, karena opini dan sudut pandangnya jauh lebih berarti sebagai pelatih di Mineski.