Esports

Bukan Tim Sembarangan! T1 Amankan Tiga Besar WePlay AniMajor

Billy Rifki
12/06/2021 16:34 WIB
Bukan Tim Sembarangan! T1 Amankan Tiga Besar WePlay AniMajor
youtube, twitter

Peluang T1 menjadi juara WePlay AniMajor kian besar usai kemenangan mereka dini hari tadi kontra Quincy Crew (12/6). 23savage dan kawan-kawan berhasil menang dengan skor 2-1 sekaligus mempertahankan posisi mereka di uoper bracket.

Banyak yang mempertanyakan kemampuan sebenarnya dari T1, apalagi mereka baru main sekali kontra Aster. Kekuatan mereka mendapat ujian yang cukup rumit dari Quincy Crew. Seperti apa permainan T1 di upper bracker round 2 kontra Quincy Crew? Berikut ringkasannya!

Yamisok Nobar

GAME 1

Quincy Crew coba memainkan game objekftif dengan Luna sebagai carry. T1 membalasanya dengan1 hero yang bisa melambatkan tempo seperti Treant Protector dan Nature Prophet.  Opsi spilt push dipilih guna memberikan waktu bagi Spectre 23savage dapat farm memadai.

T1 berhasil menjaga selisih net worth sekitar 4.000-7.000 gold saja sepanjang 30 menit lebih pertandingan. Namun, lama-lama pertahanan mereka bocor juga akibat serangan tiba-tiba yang gagal dan berhasil mematikan 23savage dan Karl.

Kuku dan 23savage tak mampu mengejar ketertinggalan farm dan T1 dalam posisi tertekan ketika harus menjawab serangan QC. Ketika tower tier 3 milik T1 runtuh, QC langsung mengambil kesempatan mengakhiri pertandingan dan T1 tak mampu mempertahankan base.

GAME 2

Quincy masih percaya strategi carry Luna mereka bisa memberi hasil positif. T1 kali ini tak main pasif dan mengadu core late game dengan opsi yang lebih seimbang, Terrorblade. Sayangnya, early game 23savage agak runyam akibat tekanan konstan yang diberikan pemain QC kepadanya.

Untungnya, rotasi dari Karl menggunakan Doom berhasil memberikan keuntungan untuk tim dan 23savage berhasil merebut top networth di menit ke-22. Ketika TB sudah dirasa kuat, T1 berani melakukan smoke gank ke hutan QC dan berhasil menciduk hero-hero penting lawan. Satu war penting di menit ke-30 meratakan 4 pemain QC dan memberikan tiga buah kill untuk 23savage.

T1 berhasil memancing buyback dari QC ketika mereka melihat Roshan, Quinn yang terburu-buru buyback bisa dimatikan kembali sehingga mempermudah upaya T1 menghancurkan markas QC.

GAME 3

Giliran QC yang memainkan hero pusher di game 3 dengan Broodmother dan Nature Prophet dalam line up mereka. Sementara T1 mengandalkan Snad King dan Winter Wyvern sebagai alat wave clear.

Early game T1 cukup suram dengan laning yang kuat dari Broodmother. 23savage terpaksa meninggalkan lane dan memberikannya pada Karl dan Xepher. Sayangnya, QC tak berhasil mendapatkan lebih banyak objektif maupun memperkuat snowball mid game mereka. Satu war yang tergesa-gesa di area marksa T1 berbuah blunder untuk QC karena kombo maut dari Sand King dan Xepher berhasil mendapatkan kill streak dari Quinn Windranger dan Broodmother.

QC mulai kehilangan dominasi saat T1 memaksa teamfight. Dengan komposisi hero yang lebih baik untuk war, T1 mampu mengeksekusi combo-wombo yang indah dan meratakan Quincy Crew. Yawar coba melakukan split push untuk mencuri kemenangan secara sembunyi, sayangnya, T1 punya posisi lebih menguntungkan untuk menang duluan dan Yawar terlambat mempertahankan basenya.

T1 berhasil lolos ke final upper bracket yang akan berlangsung 13 Juni esok melawan PSG.LGD. Setidaknya, T1 sudah mengantongi hadiah sebesar $75.000 USD. Siapa MVP pertandingan T1 vs Quincy Crew menurut kalian?