Eksibisi PON Esports

Juara TI10 Dapat $18 Juta USD, Habisin Duitnya Gimana Yah?

Billy Rifki
08/10/2021 13:00 WIB
Juara TI10 Dapat $18 Juta USD, Habisin Duitnya Gimana Yah?
twitter

The International 10 DOTA 2 telah bergulir, turnamen esports dengan prize pool atau hadiah terbesar di dunia ini telah menyiapkan $40 juta USD untuk ke-18 peserta yang hadir. Sebagai informasi, urutan terakhir TI10 masih bisa pulang membawa $100.000 USD atau sekitar 1,4 miliar Rupiah, sementara juara pertama berhak membawa pulang $18 juta USD atau senilai 255 miliar Rupiah.

Uang sebanyak ini tentunya bisa digunakan untuk mewujudkan berbagai impian. Misalnya membeli rumah, motor dan mobil mahal. Seperti yang dilakukan jawara The International 2018 dan 2019, Notail dari tim OG, ia membangun istana megah sebagai fasilitas pera pemain dan staf OG tinggal dan berlatih. Sekilas punya uang berlimpah sangat menyenangkan, tapi bisa jadi kalian bingung mau beli apa Nah, 5 cara ini bisa kalian lakukan untuk habisin duit $18 juta USD!

Yamisok Nobar

- BERANGKATIN 12.000 ORANG NAIK HAJI PLUS

Uang segitu banyak tentu akan lebih berkah bila kalian habiskan untuk sedekah. Tak cuma bisa memberangkatkan diri sendiri dan orangtua ke tanah suci, kamu bisa mengajak sampai 12.000 kenalan untuk naik haji sama-sama. Kamu juga tak perlu menunggu antrian bertahun-tahun karena bisa langsung pesan untuk haji plus yang biayanya sekitar 150-180 juta Rupiah per orang.

- BELI 9 SLOT MPL INDONESIA

Kalau kalian punya impian jadi pemilik tim esports dan berkompetisi di salah satu turnamen terbesar Indonesia, uang 255 miliar Rupiah bisa kalian investasikan untuk mendaftar di franchise league MPL Indonesia. Kabarnya, fee untuk mengikuti MPL telah meningkat dari $1 juta USD menjadi $2 juta USD atau sekitar 30 miliar Rupiah. 

- BAGI SKIN ALOK KE 500.000 RIBU PEMAIN FREE FIRE

Mungkin kalian kesal ketika melihat kolom komentar di YouTube atau Instagram dipenuhi kalimat, "bang, bagi skin Alok bang". Dengan uang 255 miliar Rupiah, kalian bisa give away 500.000 skin Alok agar tak ada lagi bocil Free Fire yang terus-terusan minta skin di sosial media. Harga skin Alok sendiri berkisar antara 500.000 Rupiah atau sekitar 2730-3349 Diamond Free Fire

- BELI STOK INDOMIE BUAT SEUMUR HIDUP

Punya banyak duit tak berarti kalian akan melupakan jati diri sebagai pecinta Indomie seleraku. Dengan uang 255 miliar Rupiah, kalian bisa beli stok Indomie mungkin untuk seumur hidup. Jadi ketika uang menang TI10 sudah habis, kalian masih bisa makan enak dan kenyang.

Harga 1 dus Indomie goreng sekitar Rp 106.800 berisi 40 bungkus, bila dalam sebulan kalian menghabiskan satu dus Indomie, berarti butuh 12 dus Indomie dalam setahun. Anggap saja kalian akan hidup untuk 50 tahun ke depan, maka kamu butuh 600 dus Indomie dengan total harga 64 jutaan Rupiah saja. Wah masih sisa banyak banget uangnya, makanan sudah terjamin, uang kalian masih bisa dipakai untuk yang lain.

- BELI PULAU

Setelah menang TI10 kalian pasti ingin berlibur, mengasingkan diri dari dunia kompetisi ke pulau terpencil dikelilingi pantai biru. Nah, uang 255 miliar Rupiah juga lebih dari cukup loh untuk membeli pulau. Misalnya pulau Iguana di Nikaragua, daratan seluas 19,1 KM ini dikelilingi oleh pohon kelapa dan pisang. Sudah aja tempat peristirahatan seluas 5 hektar yang dilengkapi dengan tiga kamar tidur, bar, ruang tamu sampai kamar staf di sisi lain pulau. Harga Iguana Island cuma 9,2 miliar Rupiah atau 472 ribu Poundsterling.

Sementara, untuk pulau di Indonesia berdasarkan peraturan pemerintah, kalian cuma bisa menguasai 70% pulau sementara 30% dikuasai negara. Dari 70% itu, kalian harus menggunakan setengah dari total luas pulau sebagai area konservasi atau ruang terbuka hijau. Kalian juga harus memiliki izin usaha seperti perikanan dan produksi garam. Jadi sembari berlibur kalian bisa jadi penambak ikan juga.

Itu dia cara menghabiskan duit 255 Miliar Rupiah untuk pemenang The International 10. Tentu ini hanya saran dan pemenang TI10 bisa menggunakan uang tersebut sesukanya. Kalau Sobat Esports punya uang segitu, mau dihabiskan untuk apa?