Esports

Menyusul SSG, Longzhu Gaming Juga Diakuisisi

Rendy Lim
08/01/2018 11:12 WIB
Menyusul SSG, Longzhu Gaming Juga Diakuisisi
Longzhu Gaming / Kingzone

Hari ini (8/1), terbit pengumuman bahwa Longzhu Gaming, salah satu tim League of Legends unggulan asal Korea Selatan, resmi diakuisisi oleh Kingzone, perusahaan eSports asal Cina. Akuisisi ini dikonfirmasi ‘Plufriend’ selaku CEO Longzhu, via Weibo.

Longzhu Gaming pun mengganti nama timnya menjadi Kingzone DragonX, disertai dengan logo tim baru. Hal yang masih dipertahankan dari logo sebelumnya adalah naga berwarna biru yang menjadi ciri khas Longzhu Gaming.

“Saya sangat puas, masih dapat mempersatukan tim bersama, dan saya benar-benar senang bisa bekerja sama dengan player dalam tim,” ungkap Kang Dong-hoon, pelatih kepala dari Kingzone Dragon X, memberikan pendapatnya tentang akuisisi ini. “Proses akuisisi ini tidaklah mudah, namun saya ingin berterima kasih kepada Kingzone dengan keputusan mereka. Berikutnya, saya juga berterima kasih kepada mereka yang menginvestasi ke dalam tim untuk kami kembangkan. Kami akan melakukan yang terbaik untuk menjadi tim yang lebih baik”.

Akuisisi ini merupakan imbas dari permasalahan akibat Longzhu TV yang memiliki masalah konflik kepentingan pada bulan Juni tahun lalu. Sunning Commerce Group, perusahaan asal Cina tersebut membeli Longzhu TV pada November 2016, namun juga memiliki tim tersendiri dalam League of Legends yakni Suning Gaming. Ketika lolos ke kualifikasi LPL Summer 2017, Suning terkena masalah yang melarang perusahaan memiliki lebih dari 1 tim yang bertanding pada major regional league.

Keputusan yang diambil oleh Suning dan Longzhu TV adalah menjual Longzhu Gaming, setelah 6 bulan berjuang untuk mempertahankan kedua tim tersebut untuk tetap di bawah asuhan mereka. Berkat akuisisi ini, Longzhu Gaming akan menjadi tim kedua dalam LCK yang mendapat akuisisi di tahun ini, menyusul jejak Samsung Galaxy Gaming yang telah terlebih dahulu diakuisisi oleh KSV.