Esports

Terciduk Atur Skor, Dragon Gate Team 'Ditendang' dari LMS

Rendy Lim
25/04/2019 14:10 WIB
Terciduk Atur Skor, Dragon Gate Team 'Ditendang' dari LMS
League of Legends Masters Series

Sepandai-pandainya tupai melompat, pasti akan terjatuh jua! Tampaknya peribahasa tersebut cocok untuk menggambarkan kondisi tim League of Legends yang bertanding di region LMS, Dragon Gate Team (DG). 

Dragon Gate Team ditendang secara permanen oleh Garena dari League of Legends Masters Series (LMS) setelah ketahuan melakukan tindakan curang, yakni pengaturan skor pertandingan (match fixing) guna mengeruk keuntungan berlipat dari taruhan (betting).

Liu “JGY” Yang

Keputusan yang diambil oleh Riot Games antara lain melarang pemilik Dragon Gate Team, Hu Wei-Jie, untuk membuat tim LoL lagi selamanya. Selain itu, jungler Liu “JGY” Yang menerima hukuman tak boleh bermain (suspend) selama 18 bulan di ranah LoL pro maupun amatir. Sedangkan, sang pelatih Fan “yoga” Jiang-Peng dan manager Li “xiaoyu” Xin-Yu terkena suspend selama 12 bulan.

Top laner Dragon Gate TeamHuang “2188” Jin-Long merilis pernyataan di Facebook tentang permasalahan match fixing. Huang mengungkapkan bahwa Liu “Soul” Kai, AD Carry tim DG diminta untuk melakukan throw dalam match dan dibayar 750 USD tiap pertandingan. Setelah menolak permintaan tersebut, posisi AD carry Soul digantikaan oleh Jiang “YuLun” Yu-Lun.

Huang juga menyatakan bahwa dia mengajak pemilik tim Hu Wei-Jie untuk makan malam bersama Soul dan merekam pembicaraan mereka. Dalam makan malam tersebut, jungler Liu “JGY” Yang terungkap telah terima tawaran match-fix dan itulah yang menyebabkan performa buruk dari JGY.

Pelatih utama tim DG, Yoga juga memaksa timnya untuk memilih hero yang mereka tidak pernah gunakan saat melawan Alpha Esports dan ahq di minggu terakhir LMS. Investigasi kecurangan ini sudah dilakukan oleh Garena berdasarkan bukti rekaman, chat, video, dan melakuakan wawancara ke para pemain DG. Selanjutnya, bukti dari investigasi tersebut diberikan kepada Riot Games.

Liu “JGY” Yang

Meskipun mereka sebenarnya masih menyisakan satu pertandingan di Promotion Tournament, namun karena Dragon Gate Team resmi didepak dari LMS, maka SuperEsports sang juara ECS Spring 2019 yang berhak naik tingkat dan berlaga di LMS musim berikutnya.

Kasus ini membuat region LMS berada di posisi yang sangat buruk. Padahal sebelumnya, region LMS terkenal memiliki reputasi yang baik. Hanya saja, pemasukan dana dari investor terus menurun dan banyak pemain berbakat yang pindah ke region lain, membuat LMS kian tertinggal jauh dalam scene profesional LoL.

Bagaimana pendapatmu, sobat esports?