IES Ligagame

Punya Jiwa Barbar? Ini 5 Fighter Mobile Legends Pilihan di S17

Billy Rifki
01/07/2020 12:12 WIB
Punya Jiwa Barbar? Ini 5 Fighter Mobile Legends Pilihan di S17
Esports.ID

Role fighter ibarat semen yang menguatkan komposisi suatu tim. Bertugas untuk mempertahankan lane dalam posisi kalah jumlah sekaligus memberi tekanan untuk core lawan bukan suatu perkara mudah.

Namun, kesuksesan permainan fighter bakal berdampak signifikan bagi kemenangan tim. Tak jarang, carry musuh yang tertekan kesulitan farm sehingga mempermudah sekutu menguasai permainan. Nah, kalau kalian adalah tipe orang yang suka kehidupan penuh resiko, bandel dan berjiwa barbar, berikut adalah 5 hero fighter terbaik di season 17 Mobile Legends!

- Uranus

Tak laku sebagai tank karena kurangnya crowd control membuat Uranus bertransisi jadi offlaner paling tangguh. Kemampuan regenerasi dan clear wave mumpuni jadi ciri khas sang Celestial Defender yang menakutkan di early game.

Sudah banyak beredar gaya permainan Uranus yang agresif sejak detik pertama pertandingan dimulai. Ia mampu kontestasi buff melawan 2 hero sekaligus, mencuri pukulan terakhir untuk buff lalu mendapatkan double kill. Bagai mahluk tak berdosa, ia kembali menuju lane karena darahnya lekas memulih seperti semula.

Meski minim crowd control, ketahanan dan mobilitas Uranus jadi kunci mengapa hero ini begitu populer sebagai offlaner. Ia bisa menusuk ke belakang pertahanan musuh di mana mage dan support biasanya menahan posisi. Mengganggu alur serangan mereka sembari sukarela menerima beberapa skill maut tanpa  khawatir terbunuh.

Uranus pun tak butuh banyak item. Oracle dan Brute Force Breastplate jadi item wajib untuk dikantongi untuk equipment core. Untuk sepatu bisa disesuaikan dengan keadaan musuh apakah banyak kerusakan fisik atau magic. Uranus pun tak mesti selalu beli Enchanted Talisman walau bonus cooldown reduction, mana regen dan magic powernya lumayan, namun semakin cepat kalian membeli item tanky, makan makin sulit kalian dibunuh lawan.

- Thamuz

Seperti Uranus, sidelane sangat identik dengan hero berapi berikut ini. Sabit berputarnya adalah salah satu alat zoning musuh terbaik karena menjaga lawan menjauh dari jangkauan geriginya. Thamuz pun piawai memusnahkan minion dalam waktu singkat, membuat pergerakannya lebih cepat untuk mengadu pukulan dengan musuh yang sibuk membabat monster hutan.

Dalam situasi 1 on 1, sebuah kesalahan fatal bagi musuh bertukar pukulan dengan Thamuz. Selain damage per second tinggi, ia juga menyemburkan lava bertipe true damage. Belum lagi penggunaan skill tanpa mana yang bisa ia ulang terus menerus, otomatis memperbesar peluang Thamuz unggul dalam pertempuran.

Meski tangguh, Thamuz rawan jadi samsak tinju musuh bila penggunaan Sycthe-nya meleset. Hero ini pun tak tanky-tanky banget tanpa kehadiran ultimate Cauterant Inferno yang memulihkan HP dan efek item spell lifesteal. Mengendalikan momen kapan harus barbar dan kapan mundur sejenak adalah kunci permainan Thamuz yang baik.

- X Borg

Membakar darah musuhnya sedikit demi sedikit, X Borg mungkin adalah penjaga lane terbaik saat ini. Keunggulan jarak membuat ia aman dari sergapan lawan, namun tetap dalam situasi mampu menyerang balik.

Ia punya armor tinggi yang harus dihancurkan lebih dulu, tanpa sadar, ketika armor X Borg terlepas, musuh dalam kondisi temperatur tinggi dan X Borg bisa mendaratkan true damage dalam radius lebih jauh. Ultimatenya pun masuk dalam kategori instant kill bila digunakan dengan tepat. Minimal, menghilangkan musuh seketika bila HP mereka hanya tersisa setengah.

X Borg cocok dalam banyak situasi tempur. Ketika perang panjang di mana musuh dan kalian tarik ulur serangan, X Borg secara konstan memberikan damage untuk frontliner lawan, melemahkan mereka bertahap. Ia pun bisa mengendalikan kerumunan dengan skill Fire Stake, mendekatkan minion ke arahnya atau musuh yang salah langkah masuk dalam jangkauan turret. Ini mempercepat proses eliminasi creep dan membuka kesempatan inisiasi untuk rekan tim.

X Borg terbilang stabil dalam tiap fase permainan. Kuat di early namun tetap relevan untuk mid dan late game. Itemisasi sederhana dari hero ini pun cocok bagi tim yang ingin aktif melakukan pertempuran objektif sesering mungkin.

- Chou

Beberapa kelemahan hero di atas adalah tak punya skill lock down handal. Beda cerita dengan ahli bela diri satu ini. Chou terkenal sebagai counter banyak hero lincah, yang beberapa menjadi meta di season 17. Tak ayal, keberadaan hero ini selalu sesuai zaman karena kemampuannya yang unik.

Meski kerap ditugasi jadi support atau tank, untuk posisi sidelane, Chou tak kalah berbahaya. Cicilan damage Jeet Kune Do plus imunitas spell dari Shunpo membuatnya piawai keluar masuk pertempuran. Ultimatenya pun mengerikan karena bisa mengarahkan musuh ke posisi dilematis, yakni tertendang ke arah turret atau menjauh dari proteksi rekannya.

Maksimal, eksekusi sukses dari The Way of Dragon menyediakan durasi stun selama 4-5 detik. Ini waktu yang sangat cukup untuk mengeliminasi hero gesit macam Gusion, Ling, Claude atau Hayabusa. Tak cuma punya cc, Chou pun tukang gebuk mengerikan. Kombonya bisa mengeliminasi musuh dari darah full sampai habis, tak jarang ia jadi carry yang memenangkan game dari situasi sulit.

- Masha

Cepat, sakit dan menyebalkan. Itulah Masha. Meski bermain dalam satu tim, Masha adalah hero yang sangat berorientasi objektif. Pukulan cepatnya mampu meruntuhkan turret dalam beberapa detik saja. Ia pun bisa menyelinap ke arah buff musuh di level 1 andai lawan memutuskan main hyper carry.

Tak mudah mengejar Masha, sama seperti kesalahan bila hero biasa mengira sanggup menaklukan sang Tribal Hunter. Masha dengan senang hati bertukar pukulan karena lapisan darahnya bersinergi dengan kecepatan pukul, plus ditambah lifesteal pasif juga item dari Demon Hunter Sword atau Queen's Wings.

Kecepatan gerak Masha bisa menjangkau core musuh dari belakang pertahanan, atau mengincar pemilik burst damage lebih dulu agar situasi perang lebih menguntungkan. Keistimewaan lain Masha adalah kemampuan untuk solo Turtle atau Lord di detik-detik krusial. Hal ini sulit dilakukan oleh fighter lain.

Tentu, ada hero lain seperti marksman atau assassin juga bisa solo Lord di 30 menit pertandingan, tapi karena peran fighter biasanya kurang diawasi musuh, terlebih Masha begitu gesit untuk perhatikan hanya dari minimap, maka resiko pencidukan Lord atau undangan perang terbuka jadi lebih kecil.

Meski tampaknya seru untuk membuai nafsu membunuh kalian dengan hero ini, lebih baik fokus untuk objektif saat push rank memakai Masha karena ia tercipta untuk itu.

Itulah beberapa hero fighter terbaik yang bisa kamu gunakan untuk push rank di season 17. Kelima hero di atas menyediakan beberapa kelebihan dan juga kekurangan. Mereka pun tak selalu menjanjikan kemenangan karena dalam beberapa situasi mungkin permainan musuh lebih baik.

Siapa fighter favorit kalian sobat Esports?