Esports

Moonton Menangkan Gugatan Atas Tencent, Akhir Tuduhan Plagiat?

Billy Rifki
11/10/2022 09:00 WIB
Moonton Menangkan Gugatan Atas Tencent, Akhir Tuduhan Plagiat?
press release

Gugatan MOONTON Games kepada Tencent karena dianggap telah mengarang dan menyebarkan informasi palsu alias dugaan penjiplakan berhasil dimenangkan oleh developer Mobile Legends tersebut.

Tuduhan yang dilakukan Tencent dianggap sebagai perilaku yang menyebabkan kerusakan serius pada reputasi bisnis MOONTON Game dan harus bertanggung jawab secara hukum.

Menurut Jaringan Dokumen Penghakiman China, MOONTON Games menuntut balik Tencent untuk sengketa pencemaran nama baik dan baru-baru ini telah selesai.

Pengadilan Kekayaan Intelektual Shanghai menemukan bahwa Tencent melakukan fitnah komersial dan memerintahkannya untuk memberikan kompensasi kepada MOONTON Games atas kerugian ekonomi dan biaya sebesar 220.000 yuan atau sekitar 514 juta Rupiah.

Sebagai tambahan, Tencent juga harus mengklarifikasi fitnah komersial dalam kasus tersebut secara tertulis.

Adapun penguat posisi MOONTON dalam sidang tersebut adalah kesuksesan mereka meraih kapital tinggi di pasar Asia Tenggara. MOONTON Games didirikan pada tahun 2014 dan telah mencapai hasil yang luar biasa.

Mobile Legends: Bang Bang yang diluncurkan pada Juni 2016 melampaui “Honor of Kings” Tencent di pasar MOBA Asia Tenggara dan menjadi game dengan jumlah player terbanyak di negara dan wilayah tersebut. Diperkirakan ada sekitar 100 juta lebih pemain MLBB pada bulan Juni tahun ini.

Pada bulan Maret 2021, MOONTON Games diakuisisi oleh cabang ByteDance, Nuverse.

Berikut adalah kronologis kemenangan gugatan MOONTON atas Tencent.

Pada tahun 2019, MOONTON Games menggugat Tencent karena persaingan tidak sehat.

MOONTON menggugat Tencent karena mengarang dan menyebarkan informasi palsu yang tidak sesuai dengan fakta dan menghambat kerja sama antara penggugat dan mitra terkait.

Pada Oktober 2020, Pengadilan Rakyat Distrik Pudong Shanghai membuat keputusan tingkat pertama setelah persidangan, menemukan bahwa Tencent melakukan pencemaran nama baik komersial.

Pengadilan menyatakan bahwa Tencent melakukan penyebaran informasi yang menyesatkan kepada MOONTON Game di Indonesia memanfaatkan persaingan antara fanbase game seluler kedua belah pihak di pasar Indonesia yang sangat sengit.

Sikap ini juga dimaksudkan untuk merugikan pesaing dalam hal reputasi bisnis dan komoditas, menghancurkan keunggulan kompetitif terutama saat MPL Indonesia akan segera dilaksanakan.

Setelah putusan itu, terdakwa Tencent mengajukan banding ke Pengadilan Kekayaan Intelektual Shanghai.

Hasilnya diputuskan pengadilan tingkat kedua menolak banding Tencent dan membuat keputusan akhir yang mendukung keputusan awal yang memihak MOONTON.

Polemik antara MOONTON Games dan Tencent telah berlangsung selama bertahun-tahun.

Pada tahun 2018, Xu Zhenhua, pendiri MOONTON, dihukum untuk memberi kompensasi kepada Tencent sebesar 19,4 juta yuan atau 41 miliar Rupiah karena melanggar perjanjian non-bersaing.

Riot Games yang juga anak perusahaan dari Tencent turut menggugat game MOONTON Mobile Legends: Bang Bang karena diduga menjiplak League of Legends.

Setelah itu, Tencent membawa MOONTON Games dan Xu Zhenhua ke pengadilan lagi dengan alasan Mobile Legends: Bang Bang menjiplak dan melanggar Honor of Kings.

Apakah dengan hasil ini artinya MLBB sudah bersih dari tuduhan plagiarisme?