Yamaha Desember

Imbas Tweet Kontroversial, CEO G2 Esports Mundur dari Jabatan

faizalkamill
24/09/2022 14:00 WIB
Imbas Tweet Kontroversial, CEO G2 Esports Mundur dari Jabatan
Carlos “Ocelote” Rodriguez

CEO dari G2 Esports, Carlos “Ocelote” Rodriguez, telah mengumumkan mundur dari kursi jabatan CEO per hari ini setelah terkena masalah akibat cuitan kontroversial. Masalah berawal ketika Carlos terlihat berpesta dengan Andrew Tate, terduga misogini, yang kemudian memancing reaksi negatif dari publik.

Carlos yang merespon publik dengan tweet yang dinilai kurang bijak pada akhirnya menerima kemarahan publik lebih besar lagi dan membuatnya kehilangan posisi di G2 Esports.

Taiwan Ecellence - Article Banner

"Kami tidak mendukung segala bentuk misogini," tulis G2 dalam pernyataan resminya. “Kami terus memprioritaskan mendorong inklusivitas dan mendukung komunitas game yang beragam.”

Andrew Tate dikenal kontroversial akibat ucapan-ucapannya yang dianggap misogini. Misogini sendiri adalah bentuk diskriminasi terhadap gender perempuan yang melibatkan kebencian. “Seorang misoginis akan memandang perempuan sebagai pihak yang memang pantas ditindas, disudutkan, dan dieksploitasi.” Andrew Tate juga dikabarkan menerima berbagai tuduhan tentang penipuan & kasus perdagangan manusia.

Respon Carlos yang terlihat menyepelekan hal ini menjadi awal dari amarah publik kepadanya serta organisasi G2 Esports. "Tidak akan ada yang bisa mengawasi persahabatan saya, saya bisa berpesta dengan siapa pun yang saya inginkan." tulis sang CEO dengan bahasa yang sedikit kasar.

Carlos telah menjabat sebagai CEO G2 Esports sejak didirikan pada tahun 2015. Perusahaan ini awalnya dibentuk dengan fokus pada League of Legends dan sejak itu telah berkembang ke berbagai esports di seluruh dunia.

Carlos mengumumkan pengunduran dirinya dari perusahaan dalam sebuah video yang diposting ke akun Twitter pribadinya hari ini.

"Saya bertanggung jawab penuh atas semua yang terjadi dalam beberapa hari terakhir," kata Carlos dalam video tersebut. "Dan percayalah ketika saya bilang bahwa saya merasa hancur karenanya."

Saat ini G2 belum menyampaikan siapa yang akan menggantikan posisi Carlos di posisi CEO perusahaan.