IES Ligagame

Tencent Putuskan Tim Thailand Tak Bersalah Di Isu "Teaming" PMWL

Rendy Lim
27/07/2020 10:36 WIB
Tencent Putuskan Tim Thailand Tak Bersalah Di Isu "Teaming" PMWL
Tencent sudah selidiki lebih dalam nih dan menyatakan mereka ga bersalah, bagaimana menurutmu?

Hari pertama pada minggu kedua Super Weekend PUBG Mobile World League (PMWL) diwarnai dengan kontroversi yang cukup besar. Dua tim Thailand dianggap melakukan 'Teaming' atau kerjasama, membuat komunitas PUBG Mobile menuntut adanya tanggapan serta hukuman dari Tencent kepada mereka. 

Namun, berdasarkan investigasi mendalam yang dilakukan oleh Tencent, tidak ditemukan kesalahan yang diperbuat oleh kedua tim. Akhirnya, baik King of Gamers (KOG) dan VALDUS The Murder dinyatakan tidak bersalah dan tidak akan dijatuhkan hukuman sama sekali. 

Isu teaming antar kedua tim terjadi pada game pertama di Erangel. Saat itu King of Gamers berhasil mendapatkan tiga knockouts pada pemain Valdus. Hanya tersisa satu pemain, bahkan lokasinya ketahuan karena smoke grenades yang dilempar untuk melindungi teman-temannya, ini bisa menjadi squad-wipe untuk KOG yang pemainnya masih utuh. 

Sayangnya, KOG memilih untuk memutar menjauh dibanding menyelesaikan semua kill. Saat menjauh dari posisi tersebut, KOG memang membunuh satu pemain, namun membiarkan sisanya. Hal tersebut membuat Manun 'aRMJoNe' Yaepsungnoen, satu-satunya anggota Valdus yang selamat dapat menghidupkan dua temannya. 

Tindakan KOG menimbulkan spekulasi bahwa mereka membiarkan Valdus untuk hidup. Fans menyebutkan alasannya adalah karena sama-sama berasal dari region Thailand.  

PUBG Mobile Esports official melakukan investigasi dan menyatakan bahwa pemain dari kedua tim tidak bersalah. Pengumuman ini diberitakan pada streaming PMWL East Thailand Stream kemarin. Caster Thailand menyebutkan kalau pihak official telah menginvestigasi kamera dan microphone kedua tim saat kejadian dan tidak menemukan indikasi kedua tim telah melakukan kecurangan. 

Besar kemungkinan KOG melakukan rotasi dari tempat tersebut untuk menghindari terkena knock-out di early game. Mereka tampaknya takut akan kehadiran pihak ketiga jika tergesah-gesah memastikan kill ke pemain Valdus. Bagaimana pendapatmu Sobat Esports, sudah puas dengan keputusan Tencent?