W33 Punya Cara Anti-Mainstream Untuk Hadapi Meta DOTA 2.

Billy Rifki
25/11/2020 10:29 WIB
W33 Punya Cara Anti-Mainstream Untuk Hadapi Meta DOTA 2.
vpesports.com

Meta selalu jadi detil penting yang diperhatikan oleh pemain MOBA, termasuk player di DOTA 2. Kependekan dari most effective tactics available yang bisa diartikan juga sebagai strategi paling auto-win yang sebaiknya kalian gunakan di patch atau update saat itu.

Tiap pemain pasti memiliki permasalahan dengan meta, bahkan pemain profesional sekalipun. Ada yang saking nyetelnya, permainannya meningkat drastis. Ada juga yang kesulitan adaptasi, ia tersingkir dari persaingan papan atas. Aliwi Omar alias W33 misalnya, midlaner andalan tim Nigma ini punya trik khusus untuk mengatasi perubahan meta di DOTA 2.

Yamisok Nobar

Meta akan selalu berubah tiap saat, alih-alih mempelajari meta ketika patch sudah dirilis, W33 memutuskan belajar sebelumnya agar ia tetap terdepan dan nyetel dengan perubahan meta. Misalnya, alih-alih mempelajari hero yang bakal meta, W33 akan memilih opsi potensial yang menjadi counter dari hero tersebut.

"Ketika patch baru keluar, itu akan menjadi pekerjaan berat karena aku akan mencoba banyak hero. Aku mencoba semuanya, aku hanya ingin berada di depan sepanjang waktu. Setidaknya, itu yang aku coba lakukan selama ini. Aku memperhatikan hero apa yang orang-orang gunakan, hero meta dan ketimbang menggunakan hero tersebut, aku memilih memainkan hero counternya. Aku akan mendapat banyak kekalahan, tentunya, karena memang seperti itu jalannya. Kamu mencoba hero baru, kamu menguji meta seperti apa, kamu akan kalah sampai kamu menemukan cara untuk jadi lebih baik. Tapi, pada akhirnya semua akan terbayarkan, itu selalu terjadi," ucap W33 dalam interview saat turnamen EPIC League.

Banyak pemain yang casual ataupun yang pro lebih memilih memainkan hero meta dan berebut jadi yang paling berbahaya di hero tersebut. Padahal, sejarah membuktikan bahwa kunci kemenangan dari beberapa tim jawara TI adalah mereka tak pernah 100% menyamai meta. Wings Gaming, OG, Alliance sebagai contoh tim yang lebih memilih menguasai gaya permainan sendiri, dengan hero khas mereka masing-masing untuk menciptakan gaya main paling berbahaya di meta periode mereka.

Falsafah yang W33 terapan sejatinya juga berlaku di game MOBA lain, karena persoalan tentang adaptasi meta juga menghampiri mereka sesekali. Daripada kalian repot-repot rebutan hero meta, mending memilih counter heronya seperti W33, setuju Sobat Esports?