OG Persulit Peluang Secret Lolos Major DPC Season 2

Billy Rifki
10/05/2021 09:55 WIB
OG Persulit Peluang Secret Lolos Major DPC Season 2
liqupedia, twitter

Menuju akhir dari babak grup regional league DOTA Pro Circuit (DPC) Season 2, region Eropa mempertandingkan laga besar antara Secret melawan OG. Secret yang dikenal akan dominasinya diberbagai turnamen sebelum DPC, dihadapkan dengan OG yang diperkuat kembali oleh Dewa DOTA 2, Ana.

Laga di minggu ke-4 DPC ini berlangsung sengit sesuai ekspektasi. Gaya main Secret dan OG yang barbar dan spontan memberikan hiburan menarik bagi penonton di rumah. Kedua tim berjuang mendapatkan spot aman menuju ke Major ke-2 alias kesempatan terakhir mereka untuk menembus The International.

Yamisok Nobar

REKAP PERTANDINGAN

OG memainkan hero yang cukup unik di match pertama, menggabungan dua hard carry seperti Juggernaut dan Drow Ranger dalam satu komposisi tim. Secret tentu tak menyiakan kesempatan ini dengan memilih draft dengan agresi tinggi sejak early macam Ember Spirit dan Bloodseeker.

Namun, OG berhasil menahan serangan Secret sampai itemisasi mereka terkumpul. Daya gedor OG terutama saat merobohkan struktur sulit dibendung Secret yang terlalu mengandalkan pick off. Saksa memainkan peran penting di game ini dengan Clockwerk-nya, secara konsisten terus memisahkan pemain Secret dengan Cog serta ultimate Hookshot.

Kedua tim bolak-balik mengambil keunggulan, terutama ketika kontestasi Roshan di depan mata, baik Secret dan OG enggan bertarung setengah-setengah. Secret nampaknya lupa dengan karakteristik OG yang gemar bermain dengan buyback meski harus mengorbankan core utama seperti Ana dan Topson demi kemenangan telak di teamfight. OG pun mengantongi gamer pertama di menit ke-55.

Pada game 2, OG memilihkan hero andalan Ana, Phantom Lancer disokong oleh disable dari Lion dan sustain menyebalkan dari Dazzle. Topson seperti biasa, dipilihkan hero tak lazim macam Snapfire untuk di midlane guna mengcounter Phoenix dari Yapzor semata.

Secret kini ingin menguasai teamfight dengan memilih Zeus, Warlock dan Mars selain kehadiran Supernova dari Phoenix. Namun OG tampak punya jawaban untuk memincangkan kekuaan tempur Secret dengan burst damage tinggi dari Lion plus strategi minus armos Alchemist, Dazzle dan item penunjang seperti Solar Crest.

Kombo wombo Secret sempat bekerja beberapa waktu, namun OG juga membandel seperti biasanya. Ketergantungan Secret terhadap ultimate dimanfaatkan baik oleh OG untuk terus menggedor pertahanan mereka.

Ana sampai mengeluarkan gerakan khasnya yakni fountain farming saat Secret tak punya daya lagi bertahan dari strategi OG. Hasil ini membuat Secret kian sulit menembus empat besar untuk setidaknya masuk ke wild card Major. Mereka menyisakan dua pertandingan lagi melawan Liquid dan Brame.

Sementara OG bisa lega karena salah satu ujian tersulit mereka sudah terlewati. Meski, Notail dan kawan-kawan harus tetap hati-hati karena sisa laga selanjutnya ada Nigma dan Liquid yang menanti.

Alliance dan Liquid masih nyaman diperingkat 1 dan 2 klasemen sementara regional league Eropa. Meski poin mereka cukup jauh, satu kemenangan lagi di babak grup akan memastikan mereka lolos ke Major season 2.

Apakah mungkin Secret bakal gagal melaju ke Major?