Esports

Buat Ulah di DPC, Virtus Pro Resmi "Dipulangkan" dari Playoff DPC!

Dandesignlab
01/05/2022 09:07 WIB
Buat Ulah di DPC, Virtus Pro Resmi "Dipulangkan" dari Playoff DPC!
Virtus Pro

Seluruh tim DPC Eropa Timur telah memulai lanjutan tur musim semi pasca ditundanya akibat invasi Rusia yang sedang berlangsung di Ukraina. Pertandingan ini akan menjadi penentuan tim untuk memperebutkan undangan ke Stockholm Major. Namun, salah satu pemain Rusia, Virtus.Pro, tampaknya telah membuat sebuah ulah dalam pertandingan yang diduga mendukung perang. Buntut dari tindakan tersebut, timnya terpaksa didiskualifikasi dari turnamen.

Selama pertandingan Virtus Pro melawan Mind Games, sang midlaner Ivan "Pure" Moskalenko telah menggambarkan sebuah bentuk yang memicu konflik di minimap ketika permainan sedang dihentikan di tengah pertandingan. Simbol yang dia gambar merupakan bentuk huruf Z yang secara aktif digunakan oleh pemerintah Rusia sebagai simbol militer dan kampanye propaganda yang mendukung perang. 

Simbol tersebut terlihat jelas di minimap selama beberapa detik sebelum akhirnya salah satu dari rekan timnya menutupinya dengan sebuah garis untuk mendistraksinya dengan cepat. Sayangnya, hal tersebut telah terekam dan ditunjukkan oleh para caster.

Hal inipun segera memicu kemarahan dari para penonton dan penggemar Dota di seluruh dunia dengan komentator Ukraina Vitalii “v1lat” Volochai dan seluruh komentar yang menyerukan seluruh pemain Rusia tersebut. Netizen pun meminta kepada pihak turnamen untuk melarang Virtus.Pro bertanding dari acara tersebut.

Roster Virtus.Pro sudah bersaing dalam DPC dengan nama netral Outriders. Nama tersebut terpaksa digunakan oleh roster untuk menghindari nama asli dari Virtus.Pro yang telah dilarang oleh pihak turnamen akibat memiliki ikatan yang jelas kepada pemerintah Rusia melalui ESForce dan Grup VK.

Dalam sebuah video yang dirilis oleh Virtus.Pro, pemain tim mengklarifikasi bahwa gambar tersebut murni insiden. Disisi lain, mereka tidak meminta maaf dengan sungguh-sungguh atas tindakannya.

“Ketika kami menyadari apa sebenarnya gambar saya, kami mencoba menutupinya,” kata Pure.

“Saya tidak bermaksud menyinggung siapa pun, itu semua terjadi secara tidak sengaja. Damai untuk semua.”

Kurangnya permintaan maaf dan beberapa attitude yang ditunjukkan pada tanggapan tersebut nampaknya masih belum menenangkan para netizen. Beberapa pemain, kepribadian, dan bahkan akun meme telah menyebut pernyataan tersebut sebagai basa-basi.

Pendiri Beyond The Summit, David “GoDz” Parker, mengonfirmasi bahwa penyelenggara turnamen sedang melihat situasi dan mendiskusikan bagaimana untuk menindaklanjuti hal tersebut dengan Valve. Dan akhirnya, Outriders telah didiskualifikasi secara menyeluruh dari Regional Playoffs. Sementara Mind Games telah menerima kemenangan forfeit. Semua pertandingan lain yang akan menampilkan roster Virtus.Pro juga dibatalkan.

Bahkan, dengan keterlambatan tindakan yang diambil penyelenggara untuk menyatakan Outriders didiskualifikasi telah membuat komunitas menganggap bahwa Valve kurang memiliki dukungan untuk Ukraina meskipun memiliki sejarah di negara tersebut.

Seperti yang dikatakan oleh caster Kyle Freedman, Valve tampaknya tidak melakukan apa pun untuk mendukung Ukraina selain memberi tim EEU kesempatan untuk lolos ke Major. Sementara itu, perusahaan seperti Epic Games , Sony, Microsoft, Riot Games , dan banyak pembuat konten dan pengembang game di seluruh dunia telah mengumpulkan lebih dari $200 juta untuk upaya kemanusiaan di negara tersebut.

"Situasi ini tidak 'kompleks' atau sulit untuk dipahami," kata Freedman.

“Jika Rusia berhenti berperang, tidak akan ada lagi perang. Jika Ukraina berhenti berperang, tidak akan ada lagi Ukraina.”