GoPay Pesta Gamer

Membahas Bedanya Meta Rank Match & Turnamen Sekelas M2

Billy Rifki
26/01/2021 17:12 WIB
Membahas Bedanya Meta Rank Match & Turnamen Sekelas M2
Esports.ID

Gelaran M2 Mobile Legends World Championship tak cuma jadi hiburan menarik yang menemani kalian di rumah. Untuk player yang ingin meningkatkan skill serta pemahaman agar jadi mahir di game ini, turnamen sekelas M2 memberikan banyak ilmu dan informasi dengan analisa dan telaah yang tepat.

Salah satunya adalah proses drafting di mana dua tim akan menentukan hero apa yang mereka gunakan dan larang, sembari mensinergikan kemampuan tiap hero dalam playstyle yang ingin mereka eksekusi. Ada perbedaan signifikan ketika kalian drafting di ranked match bersama party atau solo, dibanding tim peserta M2 yang cenderung unik dan tak terduga ketika menentukan komposisi hero.

Untuk mengetahui lebih dalam mengenai perbedaan drafting antara pemain di ranked match dan di turnamen, kita akan pisahkan pembahasan menjadi beberapa poin.

- HERO META TAK SELALU DIPILIH

Pola pikir pemain di ranked match adalah mengamankan semua hero meta dan berharap musuh memakai hero-hero lemah atau sisaan yang dianggap kurang kuat. Misalnya, untuk season saat ini Benedetta, Mathilda, Esmeralda atau Brody adalah hero wajib pick atau ban.

Namun, dari sudut pandang pemain pro di M2, mereka kadang dengan sengaja melepas hero-hero meta untuk meng-counternya. Counter pick adalah startegi lumrah dalam MOBA, di mana suatu tim akan memilih hero yang punya skill spesifik untuk melawan hero tertentu.


Alice, Salah Satu Hero Andalan Turnamen yang Kurang Jadi Pilihan di Ranah Public Match

Misalnya, Bren Esports gemar sekali menggunakan Baxia sebagai sidelane untuk meng-counter Yu Zhong, Lapu-lapu dan Esmeralda. Alasannya, Baxia punya pasif yang mengurangi kemampuan regen dari lawan. Alhasil, hero dengan kemampuan lifesteal atau regen tersebut lebih mudah dikalahkan meskipun sudah dilepas ke musuh.

Contoh lainnya adalah Diggie, hero andalan Burmese Ghouls yang sebenarnya sudah dilupakan oleh banyak player. Namun di tangan mereka, Diggie adalah hero yang sangat berbahaya

- DRAFTING BUKAN UNTUK MENGAMANKAN HERO META, TAPI MENGEDEPANKAN SINERGI

Drafting adalah proses penting dalam satu match MOBA seperti Mobile Legends. Hero yang kalian pilih tak cuma harus kuat, namun saling menguatkan dan punya sinergi baik dengan hero lainnya.  Ambil contoh di beberapa pertandingan Bren Esports, mereka kerap menggunakan Pharsa sidelane sebagai sumber burst damage saat teamfight.

Namun, Pharsa rentan disergap lawan bila tak dilindungi teman-temannya, oleh karena itu, Bren juga melengkapi draftnya dengan Silvanna untuk menahan gerakan initiator lawan, serta Baxia, untuk menutup hero musuh yang mencoba masuk ke arah Pharsa.


Dari Sekian Banyak Hero Mobile Legends, Tim Harus Menentukan Komposisi Terbaik Sesuai dengan Sinerginya

Selain itu, Pharsa juga bisa melindungi hyper carry mereka dari incaran assassin musuh, terutama ketika memakai MM seperti YSS atau Claude. Pharsa memiliki skill cc yang menyebabkan efek stun yang bisa digunakan untuk menghentikan lawan ketika terlalu dekat dengan hyper. Setidaknya, memberi waktu yang singkat untuk core dari Bren menjauh, atau malah melawan balik. Secara naluri, ketika Pharsa melakukan ulti maka musuh akan menjauh sampai ledakan Feathered Air Strike selesai.

Tim juga harus memikirkan apakah komposisi hero mereka punya cc, burst damage atau movement speed yang cukup saat menyerang, punya kemampuan bertahan yang kuat saat diserang atau bisa menghabisi minion dengan cepat.

- PEMAIN PUBLIC CUMA FOKUS DENGAN MIKRO, TIM PROFESIONAL MEMENTINGKAN MAKRO

Mikro dan makro game adalah dua sisi koin yang perlu kalian kuasai untuk menjadi player yang hebat. Mikro bisa digambarkan sebagai mekanik atau keahlian kalian ketika menggunakan hero tertentu, sedangkan makro adalah kemampuan kalian membaca permainan secara menyeluruh, mulai dari timing untuk rotasi, menentukan drafting sampai menciptakan momentum snowball agar musuh terkurung di markasnya.

Pemain public di rank cuma perlu menyelesaikan tugasnya, contoh, ketika memakai sidelaner tugas utama mereka adalah memenangkan lane dan menghancurkan turret, melakukan rotasi bila diperlukan dan menguatkan diri untuk team fight. Tim profesional yang ada di M2 melihat posisi sidelane sangat strategis, karena tak cuma mereka wajib menjaga lane, namun harus ada kemampuan lebih yang bisa mereka berikan.

Misalnya, RRQ Hoshi mengenalkan ke khalayak dengan Benedetta tank. Tentu, Benedetta tidak akan bisa menerima pukulan sebanyak tank murni, namun ia punya kelincahan untuk mengganggu ritme farm dan laning lawan. Ia juga bisa jadi carry cadangan ketika menit late game dimulai. Contoh lainnya adalah Baxia dari Bren Esports. Hero ini tak cuma kuat bertarung satu lawan satu dengan offlaner musuh, ia membuat sisi samping dari lawan jadi mati suri. Karena movement speed Baxia lebih cepat berkat skill Shield Unity, tanker satu ini bisa pindah lalu kembali ke lane sebelum sidelaner lawan memberi back up.

Lalu, apakah tim M2 tidak mementingkan mikro? Tentu saja tidak. Mereka adalah pemain-pemain terbaik di negaranya, yang sedang berkompetisi melawan pemain terbaik dari negara lain. Bisa dibilang, mikro dari setiap pemain di M2 sama kuatnya dan cuma kecil persentase mereka untuk memenangkan suatu match dan turnamen bila hanya mengandalkan mikro.

- HERO YANG MENDAPAT BUFF ATAU NERF TIDAK MENENTUKAN META

Biasanya, pemain publik akan mengedepankan hero yang sedang di buff berdasar update Mobile Legends terbaru. Seakan-akan hero yang mendapat buff akan menjamin kemenangan dan hero yang di nerf sudah tidak berguna.

Namun, untuk laga turnamen se-prestis M2, buff dan nerf bukanlah hambatan karena pemain pro selalu menemukan cara untuk memaksimalkan mereka. Lapu-lapu bisa dibilang contoh baik yang jadi meta di M2 untuk posisi sidelane. Meskipun terkena nerf, ia tetap sangat kuat bahkan jadi rebutan karena tidak adalagi rival yang setara dengan Lapu-lapu selain Yu Zhong atau Esmeralda.


Buff Baru Johnson Tak Membuatnya Laris di M2

Beberapa tim akhirnya menemukan kalau Baxia, Alice sampai Grock sidelane adalah jawaban dari kebutuhan menyaingi Lapu-lapu. Namun, ini bukti kalau nerf bukan berarti jelek. Adalagi contoh dari buff Johnson dan juga Alpha yang di atas kertas jauh lebih kaut dari sebelumnya. Tapi mereka tak mencatatkan sama sekali penampilan di M2 karena beberapa faktor. Mungkin skillset mereka tak sesuai dengan sinergi tim atau masih ada opsi hero lain yang lebih kuat ketimbang dua hero tersebut.

Itu dia beberapa perbedaan meta yang terjadi di M2 dan public match. Kalian mungkin mengira kalau ada tim yang sengaja melepas hero-hero meta ke musuh, padahal, itu adalah bagian dari strategi mereka untuk mendapatkan hero tertentu yang sesuai dengan sinergi gameplay tim.

Namun, tak bisa dibantah juga kalau ada hero yang kuat dan efektif untuk meningkatkan persentase kemenangan suatu tim. Biasanya, hero-hero inilah yang akan di banned atau ditukar dengan alternatif hero yang lebih berbahaya di kategori lain.