Komparasi Statistik Enam Region MPL Jelang M3

Billy Rifki
30/11/2021 13:33 WIB
Komparasi Statistik Enam Region MPL Jelang M3
instagram

Memasuki bulan Desember, M3 kian dekat bergulir. Ke-16 tim dipastikan sudah tiba di lokasi acara yakni Singapura. Banyaknya peserta M World Series kali ini membuat potensi kejutan makin besar. Meski begitu, tim-tim dari ranah MPL juga tetap diunggulkan bakal jadi calon juara terutama dari MPL Filipina dan MPL Indonesia.

Menebak gaya main tim non-MPL agak sulit karena data mereka belum terdata dengan baik. Namun, dari enam MPL yang sudah ada saat ini kita bisa membandingkan region mana yang punya statistik lebih baik dari pesaingnya!

Yamisok Nobar


Source: Instagram MPL Indonesia

HERO POOL

Hero pool bisa diartikan fleksibilitas tim dan pemain menggunakan berbagai variasi hero Mobile Legends yang tersedia untuk keuntungan drafting mereka. Untuk memiliki hero pool yang banyak, tim tersebut harus berani dan memiliki gaya main yang tak selalu berpaku pada meta.

Misalnya dari tiga region teratas dengan hero pool terbanyak yakni Indonesia, Filipina dan Malaysia. Ketiganya punya keunikan dalam memilih hero. MY pernah mempertontonkan aksi Hylos dan Akai jungler, sementara PH yang diwakili Blacklist International punya Estes-Bane atau Aldous yang jadi andalan mereka. Sementara tim Indonesia juga tak kalah unik dengan pick macam Kadita, Belerick sidelane, Baxia jungle dan lain-lain.


Source: Instagram MPL Indonesia

RATA-RATA WAKTU BERMAIN

Rata-rata waktu bermain berarti kisaran berapa lama satu pertandingan di MPL tersebut terjadi. MPL Singapura menjadi MPL dengan average game time tertinggi yang artinya rata-rata satu pertandingan di sana memakan waktu lebih lama dari MPL yang lain.

Rata-rata waktu bermain juga menunjukkan gameplay dari tiap region. Misalnya, MPL Indonesia berada di tengah-tengah dari aspek waktu bermain. Ini karena tim MPL Indonesia menitikberatkan pada pengambilan objektif dan teamfight. Sementara tim dari MPL Singapura masih menitikberatkan pada rotasi dan war-war kecil untuk mencari keunggulan.

MPL PH termasuk sebagai region dengan durasi match terlama. Kita bisa melihat sengit dan meratanya persaingan di sana membuat pertemuan semua peserta MPL PH begitu menarik dan penuh aksi.


Source: Instagram MPL Indonesia

TOTAL ASSISTS

Jumlah assist menunjukan seberapa besar tiap region MPL menitikberatkan pada kemampuan bertempur secara tim maupun agresifitas mereka melakukan rotasi. MPL Indonesia memimpin dengan selisih cukup jauh dibanding peringkat kedua yakni MPL MY. Ini dikarenakan mayoritas tim Indonesia mengandalkan duo support dan roamer untuk memulai serangan.

Misalnya Facehugger dan Kadita di Aura Fire yang jadi nyawa permainan tim berlogo api tersebut. Di RRQ Hoshi misalnya ada Clay dan Vyn yang harus terus perform untuk menghasilkan big play. Lalu Kiboy dan Drian yang berkontribusi besar mempersembahkan gelar MPL S8 dan MPLI untuk ONIC Esports karena aksi mereka melakukan inisiasi sekaligus mencegah musuh masuk ke arah hutan.

Sementara kalau melihat di MPL region lain, sosok sidelane atau core masih jadi tumpuan utama untuk menciptakan permainan. Alhasil, torehan assist mereka pun jadi tak begitu tinggi.


Source: Instagram MPL Indonesia

TOTAL KILLS

Statistik jumlah kill tertinggi menandakan dua hal. Satu, region tersebut memiliki tim yang bermain sangat agresif atau peserta di MPL tersebut belum terlalu mengedepankan playstyle objektif. MPL MY menduduki peringkat satu sebagai tim dengan total kill tertinggi, sementara Indonesia berada tipis dibawahnya.

Namun, pemain Indonesia punya torehan individu yang lebih mentereng yakni sebagai pemegang jumlah savage terbanyak. Tim dari region Filipina sendiri tak terlalu mementingkan jumlah kill karena gaya bermain mereka sangat terpaku dengan gameplay andalan yang mementingkan momentum ketimbang adaptasi gaya main.

Itu dia beberapa perbandingan statistik antar negara MPL yang mengikuti M3 mendatang. Apakah statistik tersebut bakal jadi jaminan bagi tim Indonesia untuk jadi juara dunia Mobile Legends lagi?