GoPay Campaign

Kebijakan Baru Donald Trump Buat Gamer Amerika Panik, Kenapa Yah?

Billy Rifki
11/08/2020 09:26 WIB
Kebijakan Baru Donald Trump Buat Gamer Amerika Panik, Kenapa Yah?
vpesports

Belum lama, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan kebijakan yang melarang transaksi dan penggunaan beberapa aplikasi keluaran perusahaan besar Cina (7/8). Salah satu produk yang paling disorot oleh Trump adalah TikTok dan WeChat.

Reporter khusus Gedung Putih Andrew Feinberg mengungkap dokumen pengesahan kebijakan eksekutif tersebut berupa arahan untuk semua pemerintahan federal yang berlaku 45 hari. 

Nama Tencent awalnya ikut terseret dalam pelarangan namun kemudian diklarifikasi kalau pelarangan Trump hanya mengikat pada TikTok dan WeChat saja. Komunitas gamer di sana pun sempat panik ketika sang Presiden mengeluarkan kebijakan seperti ini. Terkait pelarangan mikro-transaksi, pemain takut kehilangan layanan berlangganan yang sudah terlanjur mereka setujui atau tak lagi bisa membeli item-item in-game.

Tencent sendiri punya banyak keterlibatan dalam industri game di Amerika Serikat. Mereka merupakan pemilik dari beberapa studio game besar seperti Riot Games, Funcom, Grinding Gear Games bahkan punya saham di Epic Games, Ubisoft, Supercell dan Activision Blizzard.

Reporter dari Los Angeles Times, Sam Dean mengklarifikasi kemudian kalau sumber dari Gedung Putih mengatakan perusahaan video game yang dimiliki oleh Tencent tidak akan terpengaruh kebijakan eksekutif Donald Trump. Untuk sesaat, komunitas gamer di sana bisa bernafas lega, tapi dengan kebijakan tiba-tiba yang kerap Presiden mereka keluarkan, bukan berarti situasi bakal aman di masa mendatang.

Kebijakan ini mungkin terpengaruh oleh situasi politik yang memanas antara Presiden Trump dengan Cina. Kedua pihak kerap jadi pemberitaan terkait konflik sanksi yang diberikan kepada beberapa individu pemerintahan asal Cina. Sementara perwakilan negeri Tirai Bambu menilai keputusan Donald Trump merupakan bentuk intervensi atas urusan internal Cina.