Esports

Coach Ewok ONIC G: "Valorant Indonesia Berpotensi, Tapi Masih Tertinggal"

Billy Rifki
03/06/2022 12:40 WIB
Coach Ewok ONIC G: "Valorant Indonesia Berpotensi, Tapi Masih Tertinggal"

ONIC G berhasil menjuarai ajang VCT ID Stage 2 - Challengers Indonesia. Tim Valorant yang diperkuat oleh Severine, Shiro, Ncslasher, Monyet dan Lmemore akan segera berlaga di VCT Challengers APAC (Asia Pacific) Playoff stage 2 demi memperebutkan tiket ke VCT Masters Stage 2.

Esports.ID sempat berbincang dengan pelatih ONIC G yakni Ewok untuk membahas peta kekuatan Indonesia dan perkembangan esports Valorant di tanah air. Sebagai pendatang, ia merasa pertumbuhan skena Valorant sudah cukup baik. Dengan lebih banyak turnamen, antusiasme fans akan lebih meningkat.

PT Media Esports Indonesia

"Aku rasa skena Valorant Indonesia berkembang cukup cepat. Aku akan sangat suka melihat lebih banyak pihak ketiga menyelenggarakan turnamen. Tapi bagus sekali apa yang terjadi saat ini seperti 1UP Organizer dan organisasi esportsnya sudah cukup baik. Semua berjalan sangat mulus. Aku rasa akan ada lebih banyak fans menonton turnamen Valorant," ujarnya.

Secara level kompetisi harus, Ewok melihat Indonesia masih perlu belajar meningkatkan pengalaman dan jam terbang. Walau mayoritas player Valorant Indonesia berasal dari gamer FPS lawas bahkan beberapa terbilang legenda di game mereka terdahulu, masih ada celah untuk meningkatkan kualitas player dan tim esports Valorant hingga setara dengan Eropa atau Amerika. Untuk saat ini, ia percaya potensi pemain di Indonesia masih bisa mengejutkan bila dapat kesempatan untuk tampil di kancah internasional.

"Aku rasa dari sudut pandang region lain, Indonesia masih dilihat cukup tertinggal. Tapi aku rasa ada potensi dan banyak tim yang kalau bisa kita lawan entah itu dari Amerika Utara atau Eropa sekalipun, kita pasti bisa memberikan perlawanan yang sengit kepada mereka," ujar pelatih asal Afrika Selatan tersebut.

Sebelum berkarir di Valorant, Ewok menekuni game Fortnite dan pemain hardcore DOTA 2. Bahkan, ia ingin sekali menjadi pelatih DOTA 2 dalam suatu titik dikarirnya nanti. Dari kedua game tersebut ia membawa beberapa pelajaran yang ia terapkan sebagai pelatih Valorant di ONIC G.

"Aku pernah bekerja dengan Fortnite sebelum jadi pelatih Valorant. Banyak adrenalin dan hal terjadi dalam Fortnite khususnya saat lat game. Kuncinya adalah tetap tenang dan lakukan apa yang sudah dipelajari saat latihan, dan coba untuk tidak tertekan. Itu beberapa hal yang ku pelajari saat menekuni Fortnite. Aku juga sering main DOTA 2 dulu, aku akan senang sekali bila bisa bermain atau jadi pelatih DOTA 2 nanti. Jadi dari DOTA 2 aku belajar bagian tentang strategi," tutupnya.

Memang jadi pelatih butuh banyak pengalaman dan pengetahuan tentang game bahkan ngga cuma game yang kita tekuni saja. Mampukah Ewok membawa ONIC G membesarkan skena Valorant Indonesia, atau malah beralih jadi coach DOTA 2 nih nanti?