Esports.ID

Dobrak Prediksi, Na'Vi Juarai ESL One Cologne 2018

Rendy Lim
09/07/2018 15:05 WIB
Dobrak Prediksi, Na'Vi Juarai ESL One Cologne 2018
ESL One Cologne 2018

ESL One Cologne 2018 telah berakhir. Salah satu turnamen yang lama ditunggu-tunggu tidak hanya oleh para penonton CS:GO di seluruh dunia karena kerap menampilkan kejutan-kejutan menarik di luar prediksi dengan hadirnya tim-tim terbaik. Kali ini yang menonjol adalah keberhasilan Na'Vi dan BIG mengalahkan dua tim yang awal diperkirakan bakal melaju mulus ke babak final, yakni Astralis dan FaZe. Pertandingan di babak final pun berlangsung sengit namun berakhir jua dengan kemenangan Na'Vi 3-1.

Impian mereka untuk mengangkat trofi dan mengalahkan tim-tim terbaik berhasil mereka capai saat menang dalam StarSeries i-League Season 5, bulan April lalu. Seakan sedang berada dalam momentum kemenangan, Na'Vi membuktikan lagi kemampuan mereka dengan mengalahkan Astralis dan BIG untuk mengangkat trofi ESL One Cologne 2018

Pertandingan dimulai dengan Overpass sebagai map pertama pilihan Na'Vi. Namun BIG yang sukses ambil keunggulan 2-0, meski mampu kembali disalip oleh Na'Vi hingga skor berbalik 4-2. BIG tidak ingin kehilangan momentum dan berusaha mengejar ketertinggalan skor mereka, sampai akhirnya quad kill s1mple membuat Na'Vi menuntaskan first half dengan skor 8-7. 

Berada di CT side pada second half, Na'Vi tetap memimpin dan semakin jauh setelah kemenangan dalam pistol round serta disusul anti-eco. BIG yang mencoba melakukan full buy pada third round malah tergerus oleh Denis "electronic" Sharipov yang mendapatkan empat frags pada ronde tersebut. 

 s1mple yang berhasil memberikan tekanan pada BIG, membawa Na'Vi unggul 12-7. Namun setelah peroleh kembali keuangan mereka, BIG mampu mengejar secara pelan tapi pasti. Sayangnya, Na'Vi segera membangun pertahanannya untuk menyelesaikan map tersebut dengan skor akhir 16-10. 

Dust 2 sebagai map berikutnya di mana Na'Vi tidak pernah menang selama tiga bulan terakhir sepertinya juga tidak membuat tim asal Ukraina ini gentar. Meski memimpin di first half, sayangnya BIG mampu mengontrol ekonomi mereka secara baik dan tancap gas hingga unggul skor 7-10. 

Second half dimulai dengan aksi Johannes "tabseN" Wodarz,yang berhasil memukau penonton di pistol round. Keberpihakan paruh kedua ini tampaknya berada di tangan BIG dengan Johannes "nex" Maget mendapatkan rata-rata frags dua kali lipat dari teman satu timnya. Meskipun  electronic berusaha menolong Na'Vi dengan 1v4 clutch, BIG segera mengendalikan hal tersebut dan mengakhir Dust2 dengan kemenangan 16-11. 

Membawa momentum mereka ke map selanjutnya, BIG berhasil memimpin di Train dengan skor 4-0. Dengan kantong tipis dan hampir tidak ada harapan, Na'Vi berhasil menang dalam round selanjutnya ketika menangkap Owen "smooya" Butterfield tanpa penjagaan dan memanfaatkan AWP-nya dengan baik. Na'Vi kemudian mulai kembali mengejar ketertinggalan mereka, BIG yang berusaha menjaga pertahanan mereka hanya memimpin tipis 8-7 pada akhir first half. 

Second half berawal pada kesuksesan BIG melakukan push dan memimpin dengan skor 10-7. Kelalaian BIG yang cukup fatal membuat Na'Vi berhasil memanfaatkan kesempatan tersebut dan mengejar poin demi poin.  s1mple yang mulai beraksi membuat Na'Vi mengamankan tiap round tanpa tercuri sama sekali dan membuat mereka menutup kemenangan di map Train dengan skor 16-10. 

electronic yang berhasil mendapatkan tiga kill pada pistol round membuat Na'Vi unggul 3-0 pada map Inferno. Ketika BIG perlahan mengumpulkan uangnya, keberpihakan berubah jauh dengan BIG yang segera mengejar poin untuk memimpin dengan skor 6-4. Danylo "Zeus" Teslenko yang berhasl mendapatkan 7 kill dalam tiga ronde ditambah quad kill dari s1mple pada round ke-15 membuat Na'Vi menempel ketat dengan skor 8-7.

Na'Vi memulai second half dengan kemenangan enam ronde berturut-turut. Kesempatan BIG tentunya semakin berkurang, namun tabseN yang masih mencoba menyelamatkan timnya ternyata sukses mengantongi triple kill. Sayangnya, usaha tersebut tidak mampu membantu banyak karena Na'Vi yang dengan cepat kembali menguasai permainan dan mengunci kemenangan sekaligus titel juara ESL One Cologne 2018

Selain membawa pulang 125.000 USD sebagai juara 1, Na'Vi juga mendapatkan 1 poin Intel Grand Slam dan siap bersaing dengan Astralis yang telah memiiliki dua poin, serta FaZe kantongi tiga poin. Selamat bagi Na'Vi dan kira-kira siapakah tim selanjutnya menurut prediksi sobat eSports yang akan mendapatkan poin Intel Grand Slam, ataukah perebutan tersebut hanya akan terjadi pada ketiga tim ini?