Esports.ID

Telisik Peluang Juara Major Penutup Tahun di DreamLeague 8

Billy
30/11/2017 11:40 WIB
Telisik Peluang Juara Major Penutup Tahun di DreamLeague 8
esportsranks

Delapan tim DOTA 2 terbaik telah bersiap di Jonkopings, Swedia untuk bertempur habis-habisan di ajang DreamLeague 8, 1-3 Desember 2017. Tidak ada 'tim kesayangan' yang ikutan via direct invite, karena semua tim harus melalui kualifikasi event tahunan nan megah ini. Semakin 'wah' dengan jumlah peningkatan hadiah uang menjadi US$1.000.000 plus 1.500 circuit point untuk diperebutkan.

Sejauh ini, partisipan DreamLeague bisa jadi yang paling sengit. Sebut saja tim terbaik DOTA 2 era sekarang, Team Liquid, Virtus.pro, Newbee, dan Team Secret bakal hadir. Belum lagi andalan Amerika Utara, Evil Geniuses siap membirukan Elmia Exhibition and Convention Centre. All-time Favourite Natus Vincere juga tampil pada major kali ini untuk pastikan kemeriahan DreamLeague lewat persona Danil 'Dendi' Ishutin. Jangan lewatkan pula kuda hitam Amerika Selatan, Infamous, atau kebangkitan Fnatic di turnamen ini.

Mungkin banyak yang bertanya untuk turnamen sebesar major kenapa hanya berlangsung tiga hari? Ini dikarenakan format turnamen akan langsung mengusung double elimination playoff. Tidak ada leha-leha di turnamen ini dan berharap punya waktu untuk adaptasi. Tiap pertandingan akan berlangsung dalam BO3, kecuali pertandingan partai final yang menggunakan sistem BO5.

MATCH-UP PREVIEW

Match One : Virtus.pro VS Na’Vi

Ajang balas dendam sudah tercium di partai pertama. Na'Vi secara mengejutkan mampu jungkalkan VP pada turnamen sebelumnya, Adrenaline Cyber DOTA 2 Cup. Bukan cuma itu, Na’Vi juga mampu kalahkan VP saat DreamLeague Qualifier. VP harus buktikan bahwa fase kualifikasi tidak merefleksikan kekuatan mereka yang sebenarnya, dan mereka tetap jadi unggulan teratas bila berhadapan dengan Na'Vi.

Match Two : Team Liquid VS Fnatic

Ujian berat langsung tersaji di muka Fnatic. Bertemu dengan favorit juara sekaligus pemegang trofi TI7 dan DreamLeague 7, Team Liquid. Saat ini, boleh saja Fnatic mampu memberi kejutan dengan penampilan eksplosif Abed dan Envy yang mulai tampil lebih konsisten dibanding sebelumnya, tapi secara performa tim keseluruhan belum ada cerita bila Team Liquid terjungkal di pertandingan pertama mereka. Peluang terbaik Fnatic adalah berusaha semaksimal mungkin untuk mempersiapkan diri melibas lawan-lawan tersisa via lower bracket.

Match Three: Evil Geniuses VS Team Secret

Selalu ada percikan rivalitas panas antara kedua tim, terlebih kehadiran RTZ yang pernah kenakan jersey kedua belah kubu. Secara performa, Team Secret lebih baik dari EG. Buktinya, keikutsertaannya di DreamLeague kali ini adalah berkat kemenangan di kualifikasi Eropa dan CIS yang disatukan. Artinya, Secret adalah perwakilan Eropa/CIS terbaik. Meski begitu, EG tetaplah EG! Tim ini memang dikenal lambat panas, bisa jadi gelaran Major ini akan jadi momen mereka untuk libas pesaing-pesaingnya. Dimulai dari Team Secret..

Match Four : Newbee VS Infamous

Dari semua pertandingan di babak pertama, partai yang dilakoni Newbee bisa jadi yang paling ringan. Performa Newbee memang mulai bangkit sejak Pro Circuit pertama mereka berakhir bencana. Dimana mereka bisa terus memperbaiki diri, dan puncaknya menjuarai Perfect World Master kemarin. Namun ingat, tim Amerika Selatan sering tampil di luar dugaan, bahkan mampu pecundangi tim yang di atas kertas lebih diunggulkan. Tanya saja wakil Cina lainnya, ViCi Gaming, yang dibantai SG-Esports pada Starladder lalu. Waspada adalah kata kuncinya bila tidak ingin malu dan dikalahkan Infamous.