Siapa Terdepan Jadi Tuan Rumah Mobile Legends World Cup?

MalZaHar
23/04/2019 13:31 WIB
Siapa Terdepan Jadi Tuan Rumah Mobile Legends World Cup?
Syed Saddiq: "Kami ingin hadirkan Piala Dunia (MLBB) di Malaysia"

Hingar-bingarnya kompetisi Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) selama dua tahun belakangan ini selalu mentok di MSC. Adakah jenjang event berskala global yang bakal bergulir tahun ini? Meski sudah tercetus sejak tahun lalu, di acara konferensi pers bulan September silam, pihak Moonton sampai sekarang belum memberi detil terkait pelaksanaan MLBB World Cup.

Memang sangat minim, tapi bukan berarti tidak boleh memprediksi atau mengkaji negara mana yang berpeluang besar jadi tuan rumahnya, kan? Baru-baru ini, Malaysia utarakan 'kesediaannya' untuk menjadi negara penyelenggaranya. Sebagaimana disampaikan oleh Syed Saddiq Syed Abdul Rahman, selaku Menteri Pemuda dan Olahraga (Youth & Sports Minister), yang dikutip dari Malaymail, Sabtu (20/4).

"Benar sekali, jika memungkinkan kami ingin hadirkan Piala Dunia (MLBB) di Malaysia," tandasnya ketika menghadiri sebuah acara pemerintahan di Lembah Subang Dua, Sabtu kemarin. Faktanya sendiri pihak Moonton belum mengumumkan nama resmi untuk kejuaraan dunia dari Mobile Legends itu nantinya, bahkan sempat mencuat bahwa event ini bakal bertajuk MLBB World Tournament.


Syed Saddiq Syed Abdul Rahman (photos via Malaymail)

Berkaca dari mayoritas gamernya yang berasal dari Asia Tenggara, maka tidak berlebihan bila perhelatan turnamen global perdana dari MLBB akan singgah di kawasan ini. Apalagi jenjang kompetisi regionalnya sendiri telah berjalan lancar selama dua musim terakhir, sehingga kian mudah untuk penggalangan komunitas penikmatnya maupun pihak sponsor. MLBB World Cup bakal diikuti para juara liga (MPL) dari negara-negara SEA, serta tim terbaik perwakilan Asia, Eropa, dan Amerika Utara.

Biar tidak terlalu berkesan 'menagih' info yang tak kunjung datang, mari kita runut saja sendiri beberapa fakta awal yang bisa mengindikasikan negara mana terdepan sebagai tuan rumah Mobile Legends World Cup!

MALAYSIA

Dari pernyataan terbuka yang sudah dilontarkan Syed Saddiq di atas, maka peluang terbesar tentunya jatuh ke negeri Jiran tersebut. Karena dengan adanya dukungan penuh pemerintahan, maka pastinya banyak memberi kemudahan bagi pihak penyelenggara dalam urusan birokrasi maupun publikasi, yang bisa berujung ke minat besar pihak ketiga (sponsor) guna berpartisipasi di dalamnya.

Untuk perhelatan sebuah turnamen internasional, Malaysia sudah beberapa kali dipercaya sebagai penggelar event global, salah satu contohnya DOTA 2 Kuala Lumpur Major. Keseriusan mereka dalam ranah esports pun sangat besar, sebagaimana terlihat dengan persiapan matang dan jauh hari untuk seleksi timnas esports jelang SEA Games 2019 nanti.

VIETNAM

Vietnam layak menjadi kandidat tuan rumah MLBB World Cup, bila mengacu kajian dari Newzoo yang ungkap bahwa jumlah penggiat esports di negara ini adalah yang terbesar se-Asia Tenggara, yakni 2,8 juta orang (Indonesia hanya sentuh angka 2 juta orang). Tentunya angka sebesar ini tidak hanya menggiurkan bagi Moonton, namun bisa ciptakan atmosfir nyaman bagi para pemain MLBB seantero dunia yang nantinya turut hadir.

Lagipula, Vietnam sudah ditunjuk sebagai lokasi penyelenggara salah satu event esports berskala dunia untuk tahun ini, yakni Mid Season Invitational (MSI) League of Legends. Ini tentunya memberi nilai lebih bagi Vietnam untuk dipertimbangkan saat menggelar sebuah kejuaraan dunia bagi fans MLBB. Sayangnya, komunitas gamer Mobile Legends dari Vietnam tidak terlalu besar, sehingga belum benar-benar teruji apakah acaranya bakal meriah bila diselenggarakan di sini.

SINGAPURA

Bila mempertimbangkan sisi infrastruktur dan berbagai masalah teknis andai MLBB World Cup berlangsung di Singapura, maka pilihannya sudah tepat. Banyak sarana dan pra-sarana serba canggih yang ditopang pula dengan jaringan internet sangat mumpuni, manakala standar internet di tiap rumah saja bisa mencapai di atas 500 Mbps. Sayangnya memang belum banyak gelaran turnamen bergengsi di Negeri Seribu Larangan ini.

Sama seperti di Indonesia, industri esports juga berkembang sangat pesat di Singapura. Singapore Cybersports & Online Gaming Association (SCOGA) menjadi perpanjangan tangan dari pihak pemerintah untuk mendukung penuh berbagai kegiatan maupun event esports. Termasuk dalam hal penyediaan fasilitas bootcamp bagi para pemain esports perwakilan negara yang akan tampil di ajang internasional, Singapore Sports Hub.

FILIPINA

Kalau di Asia ada negara seperti Korea Selatan dan Cina yang menjadi kiblat esports dunia, maka Filipina bisa mewakili region Asia Tenggara sebagai negara berbudaya kompetisi gim yang kental dengan tradisi gamer profesional mengakar hingga seluruh lapisan masyarakatnya. Paling kentara yakni berjubelnya pemain pro DOTA 2 dari negara ini, hingga banyak turnamen minor maupun major esports terselenggara di Negeri Lumbung Padi ini. Belum lagi prestasi tim-tim MLBB di negara Filipina seakan masih momok menakutkan bagi tim lainnya, khususnya di MSC terakhir.

Pemerintah Filipina, melalui komisi Games and Amusement Board (GAB), telah mengakui atlet dan penggiat esports sebagai profesi yang sejajar dengan pemain profesional dari olahraga tradisional lainnya, dan dilindungi hukum berlaku di negara tersebut. Sangat tidak salah untuk menunjuk Filipina sebagai tuan rumah MLBB World Cup, namun sayangnya mereka juga menjadi penyelenggara event yang tak kalah bergengsinya, yakni SEA Games 2019, di penghujung tahun. Sehingga, sulit untuk melihat kembali Filipina menghelat sebuah turnamen besar lagi setelahnya.

INDONESIA

Sangat ironis sebenarnya bila kompetisi kasta tertinggi dari Mobile Legends untuk kali pertamanya tidak terselenggara di bumi Nusantara. Klaim terakhir menyebutkan bahwa dari 200 juta user MLBB seluruh dunia, lebih dari setengahnya berasal dari Indonesia! Sejumlah 'perlakuan istimewa' pun mengalir deras bagi gamer-gamer asal tanah air; mulai dari hero asli lokal, fitur unik, liga MPL, bahkan sampai bikin kantor sendiri loh!

Itu semua akan jauh lebih memudahkan penyelenggaraan sebuah ajang kelas dunia. Meski masih ada beberapa sektor yang sedikit tertinggal dari beberapa negara Asia Tenggara lainnya yang terpapar di atas, Indonesia sendiri bisa dibilang kian siap. Berbekal kesuksesan saat menggelar Asian Games tahun lalu, lebih banyak pihak dan sponsor yang turut berlomba sajikan turnamen dari beraneka ragam cabang.


Indonesia sebagai tuan rumah MLBB World Cup?

Sekarang pun sudah lebih banyak arena maupun spot venue yang makin mengakomidir pelaksanaan turnamen berskala internasional, dan tidak lagi mengandalkan area luas suatu Mall. Kemampuan tim-tim Mobile Legends di Indonesia juga jauh kompeten hingga pantas menjadi tim tuan rumah di kejuaraan dunia nantinya. Belum lagi dukungan pemerintah yang terus mengucur deras demi perkembangan esports di tanah air untuk ke depannya.

Jadi, tanpa berniat mengecilkan peluang negara lain di Asia Tenggara lainnya untuk menjadi tuan rumah MLBB World Cup, lumrah pula kita sebagai penikmat esports sejati dan rakyat yang berbakti untuk dukung Indonesia sebagai penyelenggara kejuaraan dunia Mobile Legends. Apakah sobat esports menyetujuinya?