IES Ligagame

Tembus 13 Triliun, Indonesia Jadi Raksasa Pasar Gim di Asia Pasifik!

Billy Rifki
21/01/2020 11:00 WIB
Tembus 13 Triliun, Indonesia Jadi Raksasa Pasar Gim di Asia Pasifik!
Kira-kira bakal jadi sebesar apa yah di 5 hingga 10 tahun mendatang nanti? Source: mncnewsroom

Pertumbuhan market esports Asia Tenggara diperkirakan naik +13,9% tiap tahunnya dan saat ini tercatat memanen keuntungan sebesar $4,3 milyar atau sekitar 58 triliun Rupiah, berdasarkan kajian dari Newzoo.

Selain itu, Asia Tenggara masuk dalam regional Asia Pasifik sebagai market gaming paling bernilai di 2019 melewati Eropa, Timur Tengah, Amerika Selatan dan Utara. Salah satu faktor pertumbuhan market tersebut akibat dari populasi manusia berlimpah mendorong penggunaan smartphone kian masif.

Tak ayal banyak publisher mobile games yang berbondong datang untuk mendapat sebagian keuntungan yang nilai totalnya diperkirakan mencapai $2,6 milyar atau sekitar 35 triliun Rupiah dengan pertumbuhan tiap tahun sekitar +17,4%. Ada enam negara utama di Asia Tenggara yang memiliki daya tarik paling tinggi, diantaranya: Singapura, Malaysia, Vietnam, Thailand, Filipina dan pastinya Indonesia.

Tahukah kamu? Ternyata Indonesia menjadi salah satu pasar game terbesar di Asia Tenggara dengan angka mencapai $941 juta atau sekitar Rp 13 triliun. Dilansir dari @mncnewsroom, populasi online di Indonesia saat ini ada sebanyak 52,6 juta dengan jumlah gamers mencapai 34 juta.

Maka tidak mengejutkan bila belakangan nama esports makin tersebar luas dimasyarakat bahkan terseret dalam gelud politik pemilihan presiden 2019 lalu, ketika capres Jokowi mengatakan aktivitas esports seperti turnamen Mobile Legends dan lainnya harus didukung bahkan bisa dijadikan sebuah wisata olahraga.

Terakhir, publik diramaikan dengan peresmian PB Esports Indonesia yang diisi berbagai kalangan politik termasuk diantaranya sebagai ketua mantan kepala Badan Intelejen Negara, Budi Gunawan serta pengusaha nasional Sandiaga Uno.

Fenomena tersebut bisa jadi sinyal memang industri esports nasional masih jauh dari berakhir karena pemerintah baru memulai campur tangannya. Dengan arahan yang baik dan bebas kepentingan kotor, bukan tidak mungkin Indonesia jadi market yang makin menjanjikan dan bisa jadi produsen gim serta prestasi di masa depan.