IES Ligagame

Tipe-tipe Gamer Ketika Kalah, Kamu yang Mana?

Billy Rifki
29/01/2020 09:57 WIB
Tipe-tipe Gamer Ketika Kalah, Kamu yang Mana?
How To be a Pro Gamer

Kekalahan adalah bagian dari permainan, terutama saat berkompetisi atau memainkan rank match. Malah terlihat aneh jika kamu tidak ingin kalah sama sekali ketika memutuskan untuk find match atau berlaga dalam kompetisi game.

Namun, ada beberapa player yang menerima kekalahan dengan baik bahkan menjadikannya sebuah pelajaran. Gamer seperti ini yang kemungkinan besar menjadi pribadi lebih baik dalam menekuni hobi gamingnya untuk casual atau profesional.

Lalu, seperti apa saja sih tingkatan kekalahan yang biasanya ditunjukan oleh gamer?

- Kaget
Tahap pertama menerima kekalahan adalah rasa kaget. Hal ini bisa disebabkan minimnya pengetahuan karena masih baru bermain game tertentu, baru merasakan atmosfir turnamen atau kalah karena bertemu hero baru yang skillnya belum kamu pelajari.

Reaksi kaget bukanlah sesuatu yang buruk tapi tidak wajar juga kalau kamu terus-terusan kaget sepanjang satu pertandingan berdurasi 15 menit misalnya. Pemain yang bisa menerima kekalahan dengan baik akan berhenti mengatakan "itu apa sih? itu kenapa sih?" dan mengalihkannya menjadi "oh ternyata begitu".

- Pencari Alasan
Tingkat kekalahan kedua adalah orang yang mengelak. Gamer seperti ini sangat alergi dengan kekalahan dan tak mau mengakui kekalahan.

Apabila keapesan tersebut terjadi, ia bisa pura-pura lupa atau melimpahkan kesalahannya ke orang lain. Menurutnya, seseorang dengan skill secanggih dirinya tidak mungkin menjadi biang kekalahan.

- Marah
Gamer yang mudah marah kerap kali merusak barang sekitarnya. Ia akan menghentak meja, memukul keyboard, membanting handphone kalau titik didihnya sudah tercapai.

Pemain seperti ini cenderung mudah dipancing dalam permainan, musuh akan mendeteksi gerakan yang tidak sabaran, ceroboh dan terbaca.

Biasanya tak cuma barang-barang yang dirusak, namun secara verbal ucapannya akan menusuk ke kawan maupun lawan yang memicu amarahnya. Entah karena ada yang bermain buruk, miskomunikasi atau karena  afk.

- Nggak Mau Kalah
Pemain ini selalu ada alasan untuk menghindari kekalahan telak. Sebenarnya, ia tak mau disebut sebagai pihak pecundang lalu tak terima dan mengulurnya jadi hal lain.

Misalnya, kamu dan temanmu sedang bertanding game sepakbola. Karena kamu kalah, kamu langsung mengeles dengan mengatakan "segame lagi lah", begitu terus sampai akhirnya unggul. Atau saat bermain Mobile Legends dan kamu tak terima defeated, kamu langsung chat all ke carry musuh dan mengajak "by one" supaya bisa membanggakan diri dan merasa tangguh.

Pemain bertipe seperti ini tentu tak baik karena sangat egosentris dan sulit diajak berkerjasama.

- Depresi
Tingkat kekalahan terparah yang bisa dilakukan pemain adalah depresi. Meski punya tujuan besar untuk jadi yang terbaik dalam suatu game, namun ia tak bisa menerima kekalahan dengan lapang.

Setiap kekalahan tidak jadi pelajaran melainkan pukulan yang mengikis kepercayaan diri. "Gue ternyata ngga sejago dia" begitu pikirnya dalam hati ketika dikalahkan orang lain.

Depresi bisa meningkat ketika tekanan dan taruhan dalam pertandingan lebih besar, turnamen berhadiah jutaan dolar misalnya. Itulah mengapa kita lihat banyak pemain profesional yang tampil tak seperti biasanya ketika laga-laga penting dihadapan mereka.

- Pasrah
Pemain yang pasrah menerima kekalahan dengan santai. Mereka merasa sebuah pertandingan hanya hal biasa. Mereka akan berlanjut ke tahap selanjutnya tanpa membawa emosi berlebih atau rasa bersalah.

Sayangnya, tipe seperti ini kurang koreksi diri supaya bisa lebih baik di kesempatan selanjutnya. Mereka sulit memotivasi dirinya untuk hal yang lebih besar. Moto "kalau kalah ya kalah, kalau menang berarti menang" itu yang mereka pegang sebagai gamer.

- Ujian
Gamer satu ini paling cocok menapaki karir profesional. Karena menurutnya, kekalahan adalah ujian. Mereka mencari tahu apa yang salah dari tiap hasil negatif dan mencari solusi untuk laga berikutnya.

Karena dorongan untuk jadi pemain terbaik begitu tinggi, mereka menempa diri untuk terus berlatih sampai menemukan kesempurnaan. Melihat semua blunder sebagai pelajaran dan pengalaman sehingga tak terulang lagi masa mendatang.

Itu dia tingkatan kekalahan yang biasanya dilakukan seorang gamer. Kalau kamu biasanya yang mana sobat Esports?