Esports.ID

Dianggap Pemicu Bully, Yordania Ikut Blokir PUBG Mobile

Rendy Lim
10/07/2019 14:39 WIB
Dianggap Pemicu Bully, Yordania Ikut Blokir PUBG Mobile
PUBG Mobile

Sepertinya dalam waktu dekat kita akan terus-menerus melihat bertambahnya jumlah kota-kota di dunia yang memutuskan untuk memblokir gim battle royale PUBG. Mulai dari India yang sempat memblokir gim ini akibat terlalu banyak menimbulkan masalah sosial. Lalu merambat ke negara Irak dan Nepal, bahkan provinsi Aceh di Indonesia juga ikut meminimalisasi akses PUBG pada masyarakat. 

Alasannya hampir sama, yakni masalah atau hal negatif yang kerap timbul dari dampak bermain PUBG terlalu berlebihan, ketimbang efek-efek positif gim ini pula di masyarakat. Wajar saja, saat ini PUBG Mobile tercatat telah memiliki lebih dari 200 juta pemain dan 30 juta pemain aktif setiap harinya yang mayoritas tersebar di Asia dan Cina. Angka ini mencakup para pemain PUBG dari berbagai kalangan dan lapisan masyarakat . 

Tidak heran jika kita menemukan banyak masalah sosial yang kadang dikaitkan dengan kebiasaan bermain gim PUBG. Sama dengan kota-kota dan negara lain yang sudah terlebih dahulu memblokir PUBG, Yordania juga memiliki alasan sama untuk melarang masyarakatnya memainkan gim tersebut.

Departemen komunikasi Yordania menyebutkan bahwa beragam efek negatif yang ditimbulkan oleh PUBG membuat pemerintah pun ambil keputusan untuk memblokirnya. Bahkan mereka telah rilis larangan bagi para karyawan di istana untuk tidak memainkan gim ini. 

Nilai buruk untuk PUBG di Yordania juga semakin buruk akibat psikolog yang selalu memberikan peringatan bahaya serta menyebutkan bahwa gim ini berkontribusi dalam perilaku bully pada remaja. 

Suasana Turnamen PUBG Mobile di Arab Saudi, sumber: detik

Meskipun sama-sama adalah negara timur tengah, namun kebijakan dari Yordania yang memblokir penuh PUBG di negaranya sangat bertolak belakang dengan Saudi Arabia yang baru-baru ini masih mengadakan turnamen PUBG Mobile.

Tampaknya usaha pemblokiran ini dilakukan oleh pemerintah karena masyarakat yang tidak bisa melakukan kontrol terhadap diri sendiri atas waktu dan perilakunya saat bermain gim. Walau sudah berulang kali diperingatkan agar dapat bijak dalam mengatur waktu serta mengkonsumsi konten yang ada di dalam gim, sepertinya campur tangan dari pemerintah menjadi langkah terakhir guna cairkan keresahan masyarakat. 

Bagaimana pendapatmu Sobat Esports, kira-kira bagaimana nasib para pemain PUBG di Yordania yah