Menuju Garis Akhir Pro Circuit, Dominasi Bakal Kontestan TI8

Billy Rifki
23/03/2018 15:47 WIB
Menuju Garis Akhir Pro Circuit, Dominasi Bakal Kontestan TI8
Esports.ID

Hanya terpaut lima bulan sebelum The International 8 sudahi perjalanan panjang para profesional DOTA 2 di Pro Circuit. Satu pentasbihan juara sejati dan laga para kontestan terbaik bermuara.

Format Pro Circuit yang mewajibkan tiap tim mengumpulkan poin demi undangan otomatis menuju kejayaan dan kegemilangan, baru berhasil dipenuhi oleh Virtus.pro yang capai prasyaratnya berkat kestabilan mereka arungi rangkaian turnamen sejauh ini, plus torehan tiga juara Major.

Yamisok Nobar

Tim-tim mana yang segera menyusul skuad berlogo Beruang Putih ini?

Hanya Ajang Formalitas Bagi Tiga teratas

VP lebih dulu pastikan diri berlaga ke TI8 dengan raih kemenangan terakhir di Bucharest Major. Di bawahnya ada Team Liquid dan Team Secret yang saling kuntit. Sebenarnya mereka tak harus mengejar Virtus.pro, dan tak perlu khawatir disalip pesaing lain. Terpaut lebih dari 2.000 poin dengan Newbee, rasanya cukup sulit posisi mereka tergeser. Apalagi di kebanyakan turnamen Pro Circuit, ketiganya seakan sepakat untuk saling berbagi, dengan catatan Virtus.pro masih ingat cara berbagi.

Dari 15 turnamen yang sudah berjalan sejauh ini, Team Liquid finish di podium terbanyak dengan 5 kali (tiga juara dan 2 runner-up). Diikuti oleh Virtus.pro yang raih 4 kali juara pertama, sementara Team Secret mampu ukir peringkat teratas dua kali dan 1 runner-up. Sedangkan, beberapa turnamen 'receh' yang tersisa dicaplok kontestan macam Newbee, OG, hingga Mineski, namun karena perolehan poinnya tak terlalu signifikan maka belum bisa mengejar tiga besar pemimpin Pro Circuit.

Menariknya, bila penghuni klasemen sekarang tak berubah, maka peserta dari Cina jadi kuota terbanyak dengan tiga perwakilan, yakni Newbee, Vici Gaming, dan VGJ.Thunder. Tim Eropa diwakili oleh Team Liquid dan Team Secret, serta wakil terbaik regional CIS pada nama Virtus.pro dan Na’vi.

Evil Geniuses jadi satu-satunya wakil Amerika Utara yang kemungkinan bisa peroleh hadiah direct invite berkat performa positif belakangan ini, dan tentu saja titel Pro Circuit pertama mereka di GESC: Indonesia Minor.

Meski sulit untuk rusak hirarki di tiga besar, perebutan tempat ke-5 sampai 8 masih terbuka karena angka yang cukup rapat. Tak perlu jadi juara untuk mengejar, namun konsisten mendapat porsi dari distribusi poin hingga Pro Circuit berakhir adalah strategi jitu guna rebut tiket menuju TI8.

Strategi yang nampaknya dijalankan oleh EG dengan sukses membuat mereka tetap bersaing. Juara dari GESC Indonesia Minor saja sudah lontarkan peringkat mereka dua tingkat dari posisi 9 menjadi penghuni 7 besar.

DreamLeague #9 yang sedang berlangsung jadi momen sempurna bagi tim 'pinggiran' untuk masuk jajaran delapan teratas. Terutama Fnatic yang bisa rapatkan jarak bila berhasil setidaknya capai Losers Finals. Meski sulit bisa bermimpi masuk ke final karena yang menanti adalah Team Liquid atau Team Secret.

Realistisnya, peringkat tiga atau empat pun sudah menang besar. Bagaimana dengan OG? Keputusan mereka melepas Resolution berdampak pada hangusnya kesempatan mereka ikut TI via Pro Circuit. Artinya terlepas dari poin mereka saat ini, hanya Open Qualifier jalur yang terbuka menuju Vancouver.

Bila dirasa tak cukup, ada DOTA 2 Asia Championships yang menanti lima hari setelahnya. Tingkat persaingan makin sulit namun rewardnya lebih menyegarkan (Major Tournament). Dengan sistem group stage, turnamen dengan durasi lebih panjang mungkin bisa menguntungkan bagi tim-tim yang mencoba bangkit, di mana beberapa kesalahan (dan kesialan) masih bisa terampuni di partai selanjutnya.

Tentu saja masih melimpah poin yang tersedia bagi para seluruh tim yang bisa mengubah keadaan. Selain tingkatkan performa di tiap turnamen, para pemain juga harus mewaspadai kemelorotan stamina akibat faktor kelelahan. Meski sulit merusak hegemoni ketiga tim unggulan saat ini, tapi selalu ada kemungkinan dalam DOTA 2. Bagai roda yang berputar, tongkat kejayaan mungkin saja bisa tertukar.