Eksibisi PON Esports

Catatan Statistik Pro-scene DOTA 2, Miracle Punya Kill Terbanyak!

Mushab Hassan
24/12/2020 12:36 WIB
Catatan Statistik Pro-scene DOTA 2, Miracle Punya Kill Terbanyak!
Sumber: Facebook Team Nigma

Jelang pergantian tahun, Ahli statistik dan data DOTA 2 Ben 'Noxville' Steenhuisen rilis data terkait 50.000 games yang dimainkan para pro-player. Mulai dari total pemain dan tim, durasi game tercepat dan terlama, hingga player dengan rata-rata kill terbanyak dalam sejarah pro-scene DOTA 2.  Rilisan data tersebut ia cuitkan melalui akun pribadi Twitternya Selasa lalu bersamaan dengan laga kontra IG.Vitality dengan Team Aster.

Dari total 50.000 match yang telah terlaksana, partai antar Scaryfacez vs Cloud9 dipercaya menjadi game dengan durasi terpanjang selama 3 jam 20 menit. EternalEnvy, sang pemain asal Kanada yang kala itu membela Cloud9 bersama timnya memecahkan rekor game dengan durasi terlama. Setelah berhasil memenangkan game 1 dari seri Bo3, Cloud9 ditahan tim asal Ukraina tersebut hingga tiga jam lamanya. Game 2 pun berhasil dimenangkan oleh Scarifacez.

Yamisok Nobar

 

Sedangkan predikat pemain dengan rata-rata kill terbanyak disabet oleh sang superstar asal Jordania, Amer 'Miracle' Al-Barkawi. Carry player Team Nigma tersebut berhasil mengakumulasi rata-rata setiap kill dalam waktu 4 menit 2 detik, lebih cepat 3 menit dari rata-rata player lain yang bertengger di angka 7 menit 45 detik.

Noxville juga mengapresiasi gameplay ciamik Miracle kala menjamu Forward Gaming pada turnamen ESL One Birmingham pada 2019 lalu. Tampil dominan menggunakan Outworld Devourer, ia membantai CCnC serta 4 rekan timnya hanya dengan seorang diri. 


Sedangkan dua pemain veteran yang paling banyak menghabiskan waktunya untuk turnamen DOTA 2 diborong Tal 'Fly' Aizik serta Adrian 'FATA' Trinks. Keduanya sudah bermain selama lebih dari 13.000 jam ketika rata-rata pro-player lain baru menyentuh angka 22 jam saja. FATA sendiri memang sudah lama terjun ke dunia kompetitif DOTA 2. Mulai dari mousesports, Cloud9, Alliance, hingga Team Liquid, tim-tim papan atas tersebut pernah ia bela sepanjang karier DOTA 2-nya.

Gimana pendapatmu Sobat Esports? Siapa lagi yang kira-kira bakal menyabet predikat-predikat baru di tahun-tahun mendatang? Tulis prediksimu ya!