Eksibisi PON Esports

5 Hero Paling Populer di Fase Grup The International 10

Billy Rifki
12/10/2021 14:11 WIB
5 Hero Paling Populer di Fase Grup The International 10
twitter, liquipedia

Fase grup The International 10 telah usai, kini saatnya ke-16 tim yang masih bertahan di main event menunjukan draft dan strategi terbaiknya. Meta TI akan semakin jelas memasuki hilir kompetisi dengan beberapa hero kian wajib untuk diamankan pertama. Popularitas mereka bukan semata karena sedang overpower namun fleksibilitas drafting yang bisa diberikan dan dampak keseluruhan kepada tim.

Seperti lima hero berikut ini yang jadi pilihan terpopuler sepanjang fase grup TI10. Kebanyakan dari mereka punya tugas memberi support system saat teamfight, namun ada juga yang bertransisi menjadi core dan punya damage besar. Siapa saja 5 hero paling populer di The International 10?

Yamisok Nobar

- EARTHSHAKER (47 kali dipilih, 55% win rate)

Earthshaker masih jadi salah satu hero paling digemari di ajang TI. Kapabilitasnya memberikan stun jarak jauh dan damage besar saat teamfight jadi alasan mengapa Earthshaker laris manis. Dia tak cuma dipercaya sebagai support, beberapa tim melihat offlane Earthshaker lebih ideal tergantung komposisi hero.

Menurut statistik, Earthshaker punya kesempatan win rate besar semakin lama durasi pertandingan berlangsung. Ia mencatatkan persentase jaminan menang sekitar 55% lebih untuk durasi match di atas 30 menit. Meski begitu, potensi sejatinya terletak di mid game yakni di menit ke-20 sampai 30 dengan jaminan menang 67%, khususnya ketika ia telah mengamankan Blink Dagger. Itu sebabnya lebih banyak tim menggunakan offlane Earthshaker.

- SNAPFIRE (47 kali dipilih, 49% win rate)

Lebih dipercaya sebagai support, Snapfire punya artileri jarak jauh yang berbahaya saat teamfight, ia juga partner baik dalam laning karena punya kemampuan stun untuk mengejar musuh atau membantu rekan melarikan diri. Skill tiga Snapfire, Lil' Shredder adalah counter untuk berbagai hero seperti Totem Undying dan Supernova Pheonix, ini membantu pick rate Snapfire juga meningkat di TI10.

Sama seperti Earthshaker, Snapfire bisa memberi dampak maksimal di mid ke late game. Efek talent tree seperti heal dan slow tambahan punya peran besar untuk kelancaran teamfight. Sayangnya, Snapfire agak merosot ketika match terlalu late game. Ketiadaan skill kabur membuat nenek-nenek penunggang kadal ini mudah jadi incaran.

- ELDER TITAN (52 kali dipilih, 62% win rate)

Salah satu hero paling mengejutkan di TI10, Elder Titan jadi favorit banyak tim karena kemampuannya jadi carry bayangan. Seperti ditunjukan oleh Xepher dari T1, Elder Titan dengan Aghanim Scepter dan Mask of Madness adalah cara menang termudah. Hero ini bisa membunuh carry musuh dalam beberapa pukulan saja meski diposisikan jadi support.

Kemampuan laningnya juga sangat baik asalkan tahu cara mendapatkan buff damage dan movement speed dari unit yang terkena sentuhan astral projection. Selain itu, Elder Titan adalah counter hero carry agilitiy seperti Morphling, Terrorblade dan Medusa karena bisa menghilangkan base armor dan magic resistance lawan.

Elder Titan jadi hero yang lebih mematikan bila pertandingan semakin larut. Ia punya statistik 71% win rate di game berdurasi 50 menit lebih dan 100% win rate di game berdurasi lebih dari 60 menit.

- TIDEHUNTER (51 kali dipick, 55% win rate)

Dari jaman The International 1, sosok Tidehunter tak pernah hilang dari meta TI. Badan kokoh, ultimate mematikan dan preman laning satu ini adalah hero paling konsisten untuk dipilih. Di TI10, kita melihat Tide tak cuma dijadikan sebagai offlane tapi juga support 5.

Kunci kemenangan Tidehunter terletak pada kemampuan pemain membeli Blink secepat mungkin, lalu menabung untuk Refresher Orbs. Dua item ini jadi jaminan auto-win untuk Tidehunter di mid ke late game. Kemampuan Tide agak merosot ketika lawan sudah banyak membeli BKB, sehingga win rate-nya anjlok kalau pengguna Tidehunter tak mampu mengkapitalisasi momentum di mid game.

- IO (49 kali dipick, 41% win rate)

Performa IO di TI10 kurang begitu mengesankan. Meski tetap jadi favorit banyak tim, ia tak lagi menjamin kemenangan sebaik TI sebelumnya. Dari 49 kali kesempatan, IO cuma menang 20 kali dan kalah 29 kali. Ini berbanding jauh dengan torehan IO di TI9 saat Ana mempopulerkan IO carry.

Diakhir TI9, IO termasuk sebagai hero dengan win rate terbaik yakni 75% dari 16 pertandingan. Sayangnya, belum terlihat ada pemain yang berani menggunakan IO carry lagi di TI10, kemungkinan karena beberapa perubahan dari talent tree dan nerf pada damage skill 2.

Itu dia 5 hero paling populer di The International 10 babak grup kemarin. Hero mana yang menurut kalian paling berbahaya?